Ramadan merupakan salah satu bulan yang paling dinantikan kedatangannya oleh masyarakat Indonesia. Bukan hanya umat muslim saja, tetapi juga para pemilik usaha yang ingin memaksimalkan momentum perayaan Ramadan untuk meningkatkan penjualan produk atau jasanya. Sebab, setiap bulan Ramadan tiba, pengeluaran umat muslim juga ikut bertambah.

Tahun 2022 adalah tahun ketiga masyarakat Indonesia menyambut Ramadan di tengah pandemi Covid-19. Meskipun begitu, banyak pihak yang memprediksi bahwa minat orang Indonesia berbelanja online pada Ramadan tahun ini akan meningkat lebih banyak bila dibandingkan tahun sebelumnya. Pergeseran perilaku belanja tersebut tidak lepas cara hidup yang berubah karena pemberlakukan pembatasan kegiatan sosial yang menjadi salah satu upaya pemerintah mencegah penyebaran Covid-19 di tanah air.

Sebuah survei yang dilakukan The Trade Desk dan YouGov menemukan bahwa dua dari tiga (68 persen responden survei) orang Indonesia berencana untuk berbelanja lebih banyak secara online. InMobi, perusahaan teknologi periklanan seluler multinasional, juga mengemukakan temuan yang senada. Dalam survei Getting Ramadan Rush Ready with Mobile, mereka mengungkapkan bahwa ada peningkatan yang signifikan di masyarakat Indonesia untuk menghabiskan Rp2 juta sampai Rp3 juta pada bulan Ramadan tahun ini.

Dari survei yang sama, disebutkan juga bahwa kategori produk yang paling dicari pada Ramadan tahun ini adalah Makanan, Pakaian, Bingkisan, Perlengkapan Rumah, dan Perawatan Pribadi. Sedangkan tujuan belanjanya yaitu untuk diri sendiri, anggota keluarga, teman, rekan bisnis, dan asisten rumah tangga.

 

Tips Meningkatkan Penjualan Online di Bulan Suci Ramadan

Dengan serangkaian perubahan yang terjadi di bulan Ramadan tahun ini, pemilik usaha harus dapat memahami ekspektasi masyarakat Indonesia yang ingin berbelanja online. Oleh karena itu, ada beberapa penyesuaian yang harus dilakukan oleh pemilik usaha agar dapat mengoptimalkan penjualan online dari produk atau jasanya di bulan Ramadan ini.

Berikut ini beberapa tips meningkatkan penjualan online yang bisa dipraktikan saat Ramadan:

 

Riset pasar

Sebelum bulan Ramadan tiba, para pemilik usaha harus melakukan riset pasar. Tujuannya, untuk mengetahui perubahan perilaku pasar di bulan Ramadan, mengetahui produk yang mungkin akan dicari, demografi pembeli, sampai jam terbaik untuk promosi.

Riset kecil ini tidak perlu mengeluarkan biaya besar. Jika tersedia, pemilik usaha bisa memanfaatkan data penjualan tahun sebelumnya untuk dipelajari. Di samping itu pemilik usaha juga bisa mencari data relevan dari lembaga yang selalu mengeluarkan data risetnya menjelang Ramadan tiba.

 

Menyusun strategi pemasaran

Setelah mendapatkan data yang dibutuhkan, pemilik usaha dapat menyusun strategi kampanye pemasaran sesuai dengan target audiens yang dibidik. Setiap kelompok usia biasanya memiliki preferensi belanja yang berbeda-beda. Tahun ini, 58% responden dari Gen Z di Indonesia dalam laporan survei InMobi disebutkan cenderung berbelanja pada awal Ramadan, dan sangat mengutamakan pengiriman gratis saat berbelanja online dari kebanyakan orang Indonesia.

Namun, perlu diingat juga bahwa pandemi Covid-19 masih ada. Jadi, selain memberikan diskon atau menggabungkan pengiriman gratis, pemilik usaha juga bisa mengemas kampanye pemasaran yang lebih personal untuk menciptakan pengalaman pribadi yang unik kepada konsumen. Misalnya, jika pemilik usaha memiliki produk makanan, dia bisa membuat sebuah video lucu, nyeleneh, atau menyentuh yang disesuaikan kembali dengan kebutuhan target audiensnya.

 

Berkreasi dengan materi promosi

Di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, sudah menjadi rahasia umum bahwa konsumen menempatkan ponsel sebagai pusat perhatian utama. Oleh karena itu, pemilik usaha harus dapat membuat materi promosi dengan fokus untuk tampil di ponsel konsumen. Agar materi promosi tersebut dapat menarik perhatian konsumen, ada tiga kriteria yang harus dapat terpenuhi.

  1. Menggoda: Materi promosi harus dapat membangkitkan rasa ingin tahu pengguna.
  2. Menjangkau lebih luas: Materi promosi harus dapat membantu konsumen memahami apa yang tersedia bagi mereka dan memicu aksi untuk membagikan materi ke pasar yang lebih luas.
  3. Penargetan ulang: Materi promosi dapat merangkul kekuatan penceritaan untuk mendorong calon konsumen ke saluran pemasaran yang lebih dalam dan memicu konversi.

Membuat bingkisan atau kemasan khusus Ramadan

Selain promo, tidak sedikit juga masyarakat yang menyukai produk limited edition. Oleh karena itu, menghadirkan produk dengan kemasan unik dan khusus untuk bulan Ramadan bisa menjadi ide yang patut dicoba. Dengan membuat bingkisan atau kemasan spesial, konsumen bisa merasakan kepuasan tersendiri ketika mereka berhasil mendapatkan produk spesial yang dijual terbatas tersebut.

Pemilik usaha juga tidak perlu sampai memproduksi produk baru karena bisa juga dengan melakukan repackaging dengan desain kemasan unik. Hal yang perlu diperhatikan adalah relevansi produk. Pemilik usaha harus bisa memastikan bahwa produk yang akan dikemas dengan kemasan spesial berkaitan dengan momen Ramadan, seperti menu makanan dengan saus kurma atau baju muslim dengan model terbatas.

Bulan Ramadan Adalah Bulan yang Tepat untuk Memenangkan Hati Konsumen

Ramadan adalah bulan yang penuh berkah. Bukan hanya berkah berupa pahala bagi umat muslim yang beribadah, tetapi juga berkah kepada para pengusaha. Sudah menjadi rahasia umum ketika bulan suci Ramadan tiba, minat umat muslim di Indonesia untuk berbelanja juga akan meningkat. Oleh karena itu, Ramadan bisa menjadi salah satu bulan yang paling tepat untuk memenangkan hati konsumen dan meningkatkan penjualan bisnis.

Namun, para pemilik usaha juga perlu mengingat bahwa Ramadan tahun ini berbeda dengan Ramadan lima atau sepuluh tahun lalu, ketika Covid-19 belum ada dan teknologi internet belum semaju sekarang. Sehingga ada beberapa penyesuaian yang tidak boleh dilewatkan. Misalnya, materi kampanye promosi yang dibuat dan disebarkan tidak boleh melupakan empati terhadap orang-orang yang terkena dampak pandemi.

Di sisi lain, teknologi yang sudah maju harus dapat dimanfaatkan dengan maksimal untuk memberikan pengalaman yang unik kepada pelanggan. Ketika konvergensi antara produk yang ditawarkan, konten pemasaran, dan di ponsel cerdas konsumen bertemu, itu bisa menciptakan pengalaman yang menyenangkan, menginspirasi, dan memberdayakan pengguna. Sehingga, itu semua akan membuat perbedaan di Ramadan tahun ini dan pada akhirnya membantu bisnis untuk terus tumbuh.