Teknologi 5G telah hadir di Indonesia dan dapat menjadi pintu gerbang menuju era baru bagi berbagai industri, termasuk industri keuangan. 5G menjanjikan banyak peningkatan, mulai dari sisi kecepatan internet, latensi yang lebih rendah, bandwidth yang lebih besar, sampai kemampuan untuk menangani konektivitas ke banyak perangkat dalam satu waktu. Hal tersebut membantu berbagai teknologi canggih untuk diimplementasikan lebih baik oleh pelaku industri, sehingga berdampak pada peningkatan pengalaman pelanggan.

Tidak seperti pendahulunya (4G), penggunaan 5G tidak terbatas hanya pada ponsel saja. Peningkatan performa yang ditawarkan oleh 5G juga dapat mengakselerasi inovasi teknologi canggih seperti Internet of Things (IoT), Augmented Reality (AR), Artificial Intelligence (AI), dan Virtual Reality (VR) untuk berkembang. Dengan begitu, para pelaku industri akan memiliki lebih banyak pilihan untuk melakukan pendekatan baru dalam menjalankan bisnisnya di era digital.

Bagi industri keuangan, adopsi 5G akan berdampak pada perubahan model bisnis para pemainnya, sehingga mentransformasi sektor keuangan dalam berbagai bentuk. Berikut adalah rangkumannya.

 

Transformasi Sektor Perbankan

 

Berbicara mengenai industri jasa keuangan, tidak bisa lepas dari sektor perbankan yang sudah mapan. Seperti halnya 4G, adopsi 5G akan mendorong sektor perbankan mengubah paradigma pelaku industri dalam banyak hal. Hal ini juga secara signifikan mereformasi cara mereka menggunakan teknologi, baik itu untuk operasi internal maupun yang melibatkan layanan ke pelanggan.

Misalnya, memangkas waktu tunggu untuk proses verifikasi identitas pelanggan baru, sampai pengecekan skor kredit pelanggan yang ingin mengajukan pinjaman. Hal ini dimungkinkan berkat peningkatan kecepatan jaringan dan besarnya data yang bisa diakses. Di samping itu, implementasi teknologi AI juga memungkinkan performa layanan keluhan pelanggan untuk menjadi lebih baik.

Bila bank meningkatkan jaringan ATM dan kiosk mereka ke 5G, pelayanan yang diberikan untuk pelanggan juga dapat menjadi lebih cepat, sehingga mereka bisa mengakses uang dalam sekejap mata. Di samping itu, 5G dapat mendukung transformasi model bisnis perbankan dari brick-and mortar menjadi digital. Contohnya adalah memfasilitasi layanan teller yang bisa diakses dari mana saja lewat smartphone, dibandingkan harus pergi ke kantor cabang.

 

Transformasi Sektor Pembayaran

 

Dengan adopsi 5G, pembayaran seluler dan digital menjadi semakin menarik di mata masyarakat yang pada akhirnya dapat meningkatkan penggunaannya. Kualitas layanan pembayaran tanpa kontak dapat meningkat dan diperluas ke saluran yang lebih canggih, seperti wearable devices, perangkat IoT, dan realitas virtual – baik berupa AR maupun VR.

5G juga memiliki kemampuan untuk meningkatkan keamanan bertransaksi dalam hal pencegahan penipuan, serta mengambil keputusan berdasarkan informasi yang akurat dan real time. Latensi yang rendah memungkinkan pemrosesan data lebih cepat dalam memverifikasi sifat transaksi, mengonfirmasi jumlah transaksi, serta memonitor ketersediaan dana. Jika digabungkan dengan data geolokasi dan ID pedagang, maka teknologi ini dapat mengurangi kemungkinan terjadinya penipuan sehingga dapat melindungi konsumen.

Ketersediaan 5G yang lebih merata diharapkan dapat membuat penetrasi seluler dan internet menjadi lebih mudah, karena saat ini jaringan 4G dan 3G masih lebih terjangkau bagi masyarakat di daerah 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal). Adanya dukungan 5G dapat mendorong adopsi internet yang lebih besar. Sehingga memungkinkan terbukanya peluang untuk memberdayakan konsumen atau pedagang menjadi agen jasa keuangan yang dapat memfasilitasi pembayaran tagihan secara daring.

 

Meningkatkan Pengalaman Pelanggan

 

Pada akhirnya, manfaat dari setiap inovasi teknologi yang lahir adalah untuk kenyamanan pelanggan. Adopsi 5G di industri keuangan akan dapat meningkatkan pengalaman mereka dalam mengakses setiap layanan keuangan yang tersedia secara lebih personal.

Misalnya, selain digunakan dalam layanan keluhan pelanggan, teknologi AI juga dapat dimanfaatkan sebagai penasehat keuangan pribadi yang dapat diakses kapan saja. Pemanfaatan big data yang ditopang oleh 5G juga memungkinkan sektor jasa keuangan untuk memberikan personalisasi layanan keuangannya dengan lebih baik, sesuai dengan profil pelanggan.

Sementara itu, teknologi canggih AR dan VR juga dapat melengkapi pengalaman digital pelanggan yang lebih mendalam. Misalnya, membantu nasabah dalam memahami transaksi perbankan mereka melalui visualisasi laporan keuangan, mensimulasikan berbagai skenario keuangan, fitur video interaktif untuk menjelaskan sebuah layanan, sampai melakukan transaksi digital berbasis VR.

 

Membangun Ekosistem Digital Indonesia Adalah Pekerjaan Bersama

 

Tidak dapat dipungkiri, teknologi 5G adalah lompatan maju dalam teknologi. Namun, 5G juga memberikan pekerjaan rumah bagi para pelaku industri untuk mengubah pola pikir dan bersinergi demi memastikan pelanggan mendapatkan pengalaman terbaik. Di samping itu, masih ada isu kebocoran data yang mengintai ekosistem digital Indonesia.

Oleh karena itu, pelaku industri keuangan perlu menerapkan pola pikir kewirausahaan yang baru untuk mengatasi tantangan yang ada saat ini. Kerja sama antar penyedia 5G, perbankan, fintech, hingga penyedia sistem pembayaran dalam menciptakan platform bisnis baru diharapkan dapat memberikan pengalaman transaksi yang lebih baik kepada pelanggan.

Dengan implementasi yang tepat, 5G akan menghilangkan berbagai hambatan yang saat ini masih ditemukan pada layanan keuangan; meningkatkan operasi back-end dan front-end; serta menciptakan peluang kolaborasi baru. Sementara di sisi pelanggan, gaya hidup dan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi dapat ditunjang dengan solusi pembayaran yang lebih dinamis dan optimal.