Jakarta, 27 November 2019 – Jalin menyerahkan bantuan pendidikan kepada 115 anak desa nelayan melalui program CSR bertajuk “Bersatu untuk Berbagi”, Cilincing. Program ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT Ke-3 Jalin yang jatuh pada 3 November 2019 lalu.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Christianus Kartiko Panjisasongko selaku VP Corporate Secretary melalui Yayasan Sosial Lumba-Lumba, yang terdiri dari pemberian buku pelajaran, alat tulis, penyediaan perpustakaan dan sembako. Melengkapi kegiatan ini, Jalin juga mengadakan sesi “Kelas Menabung” untuk mengedukasi anak-anak desa nelayan tentang pentingnya kebiasaan menabung serta memperkenalkan gaya hidup masyarakat nontunai (cashless society).
Pada bulan Mei 2019 lalu Jalin juga memberikan bantuan pendidikan serupa untuk 115 anak yatim melalui Yayasan Al-Andalusia.
Program CSR Jalin tahun ini sejalan dengan bidang bisnis Perusahaan yang berfokus kepada pembangunan sistem pembayaran digital dalam negeri serta mendukung program “Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT)” yang diusung Bank Indonesia. Jalin berfokus mendorong peningkatan akseptasi alat pembayaran digital di masyarakat melalui berbagai program Pendidikan anak sejak dini.
Dikutip dari website resmi Bank Indonesia, dibandingkan negara-negara ASEAN, penggunaan transaksi pembayaran berbasis elektronik yang dilakukan masyarakat Indonesia relatif masih rendah (Bank Indonesia Mencanangkan Gerakan Nasional Non Tunai, 2014). Padahal, dengan kondisi geografi dan jumlah populasi yang tinggi, terdapat potensi yang sangat besar untuk perluasan akses layanan sistem pembayaran di Indonesia.
Hasil studi Consumer Payment Attitudes 2018 terkait gaya hidup nontunai yang dirilis Visa menyebutkan bahwa 77 persen masyarakat Indonesia memperkirakan akan semakin sering menggunakan pembayaran nontunai dalam jangka waktu 12 bulan ke depan (Malia, 2019). Untuk mewujudkan hal ini, langkah-langkah inisiatif – baik dari aspek bisnis maupun tanggung jawab sosial – menjadi vital untuk mendongkrak penetrasi sistem pembayaran cashless secara merata di Indonesia.
Sejak tahun 2018, Jalin menetapkan inisiatif strategis yang berfokus kepada pengembangan bisnis digital payment, seperti pengembangan bisnis Debit LINK dalam skema GPN, memperbesar jumlah bank anggota switching Jalin, dan melakukan investasi-investasi teknologi menyangkut bisnis Managed Service. Saat ini Jalin juga turut berpartisipasi aktif dalam pengembangan project Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) yang disusun oleh BI dan ASPI.
Di ulang tahunnya yang ketiga ini, diharapkan Jalin dapat bersatu semakin kuat bersama Danareksa Group, Telkom Group dan Himbara untuk membangun ekonomi nasional berbasis digital, serta semakin berkontribusi melalui kegiatan-kegiatan sosial demi meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan instrumen nontunai.