Jalin Tingkatkan Keamanan Transaksi Digital Lewat Pembaruan HSM

Jalin Tingkatkan Keamanan Transaksi Digital Lewat Pembaruan HSM

PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) melakukan pembaruan Hardware Security Module (HSM) ditandai dengan kegiatan ‘Key Ceremony Local Master Key (LMK) Kustodian’, Kamis (22/07). Dilaksanakan di Data Center Jalin di Tangerang, pembaruan HSM tersebut bertujuan meningkatkan keamanan transaksi digital nasabah member Jalin menggunakan modul mumpuni sesuai standar keamanan yang ditetapkan oleh regulator.

Pada dasarnya, HSM merupakan modul keamanan data yang berfungsi melindungi nasabah dari kebocoran data sensitif/kritikal yang berpotensi disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Data-data sensitif nasabah akan diencrypt/disandikan sehingga tidak akan bisa dibaca/dibuka oleh pihak manapun dari suatu sistem payment.

Dalam menopang inovasi digitalnya untuk layanan finansial, Jalin senantiasa menggunakan perangkat HSM yang juga sesuai standar keamanan dunia, sebut saja FIPS 140-2 Level 3, PCI HSM v3, dan PCI HSM v3 KLDm AusPayNet. HSM yang digunakan mendukung algoritma-algoritma tingkat tinggi, sehingga turut memastikan keamanan penerbitan kartu bank member. Penggunaan key block yang sesuai dengan PCI-DSS PIN Security Requirement dan VISA Security Requirements juga telah di implementasikan.

Menggandeng PT Dymar Jaya Indonesia sebagai pihak ketiga penyedia modul HSM, ‘Key Ceremony’ dihadiri oleh tiga key custodian yang ditunjuk Jalin demi memastikan kerahasiaan dan kredibilitas proses pemasangan kunci. Selain itu, seluruh rangkaian kegiatan dilakukan berdasarkan prosedur dan standar keamanan yang tinggi dalam menjamin perlindungan data member pengguna layanan Jalin. Protokol kesehatan Covid-19 juga secara ketat di implementasikan.

Kedepannya, fungsi dan fitur HSM akan selalu diperbarui mengikuti perkembangan zaman. Hal ini sesuai komitmen Jalin dalam menunjang infrastruktur sistem pembayaran Indonesia yang lebih kuat, modern dan inovatif. Sehingga menciptakan keamanan dan kenyamanan sistem layanan dalam kegiatan transaksi pembayaran digital masyarakat.

Jalin CSR: Sinergi Danareksa Group Menyambut Hari Raya Idul Adha 1442 H

Jalin CSR: Sinergi Danareksa Group Menyambut Hari Raya Idul Adha 1442 H

Setiap tahun, PT Jalin Pembayaran Nusantara (JALIN) selalu berpartisipasi dalam kegiatan berkurban untuk merayakan Idul Adha dan menjalin kebaikan dengan sesama, melalui program Jalin CSR: Jalin Patungan Kurban. Menyambut Idul Adha 1442 hijriah yang jatuh pada tanggal 20 Juli 2021 tahun ini, Jalin tidak hanya menggandeng BAZNAS, tetapi juga bersinergi dengan Danareksa Group untuk menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan kurban Jalin merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari misi Jalin untuk hadir memberikan dampak positif ke tengah masyarakat. Dalam pelaksanaan program Jalin Patungan Kurban 2021 kali ini, Jalin berhasil menyalurkan 1 ekor sapi “Berkah” (301-350kg) dan 1 ekor kambing “Manfaat” (28-30kg) sebagai hewan kurban yang dananya merupakan hasil dari patungan dari karyawan Jalin (Jaliners).

Di samping itu, tahun ini, Jalin juga bersinergi dengan Danareksa Grup untuk menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat yang membutuhkan melalui program Donasi Kurban Danareksa 2021. Program CSR ini diikuti oleh PT Danareksa (Persero) serta Anak Perusahaan yang terdiri dari PT Jalin Pembayaran Nusantara, PT Danareksa Investment Management, PT Danareksa Finance, dan PT Danareksa Capital. Melalui program Donasi Kurban Danareksa 2021, Danareksa Group menyumbangkan hewan kurban dengan total 4 ekor sapi “Berkah” (301-350kg) dan 3 ekor kambing “Berkah” (25-27kg).

VP Corporate Secretary Christianus K. Panjisasongko mengungkapkan, “Alhamdulillah tahun ini Jalin bisa kembali berbagi kebaikan lewat kurban. Kami harap ini bisa membantu meringankan beban saudara saudari kita yang kesulitan bahan pangan, apalagi di tengah pandemi berkepanjangan ini. Mudah-mudahan kurban hasil sinergi Danareksa Group dan Jaliners ini membawa berkah untuk kita semua.”

Dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban, baik pemotongan dan pendistribusiannya dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat sesuai aturan Pemerintah, dikoordinir oleh BAZNAS. Lokasi pemotongan kurban dilaksanakan di Balai Ternak BAZNAS Bogor, Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sementara itu, hasil kurban disalurkan kepada masyarakat kurang mampu di Desa Binaan BAZNAS untuk wilayah Jabodetabek.

 

QRIS Cross Border, Belanja Lintas Negara Tinggal Pakai QRIS

QRIS Cross Border, Belanja Lintas Negara Tinggal Pakai QRIS

Bank Indonesia (BI) telah mewajibkan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kepada seluruh Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) sejak 1 Januari 2020 kemarin. Sejak itu, kini sudah ada 60 PJSP yang bekerja sama untuk menghadirkan QRIS dan 6,55 juta merchant terdaftar yang menggunakan QRIS. Namun, perluasan layanan QRIS tidak hanya sebatas bisa digunakan dalam negeri saja. Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) telah memiliki rencana strategis agar layanan QRIS Cross Border dapat dijalankan di tahun 2021 ini.

QRIS Cross Border merupakan salah satu inisiatif kerja sama dalam rangka membangun standarisasi infrastruktur settlement untuk cross-border trade, remittance, retail payment systems, dan capital markets. Dengan begitu, nantinya masyarakat Indonesia bisa melakukan pembayaran di luar negeri dengan hanya memindai QR code. Demikian juga dengan wisatawan asing yang berwisata ke Indonesia. Nantinya, mereka bisa melakukan pembayaran dengan memindai kode QRIS melalui aplikasi yang biasa mereka gunakan di negaranya dan sudah mendukung QRIS.

Kehadiran QRIS Cross Border ini juga sesuai dengan poin-poin yang tertuang dalam ASEAN Economic Blueprint 2025, salah satunya tentang peningkatan dan standarisasi sistem pembayaran. Dengan demikian, inisiatif QRIS Cross Border ini dapat memberikan dampak positif dalam upaya implementasi sistem pembayaran regional yang aman, efisien dan kompetitif.

Dalam pelaksanaannya, ada lima hal yang menjadi panduan utama untuk menyukseskan implementasi QRIS Cross Border ini. Kelima panduan tersebut yaitu:

  • Mempromosikan Konektivitas Pembayaran ASEAN dan keterkaitan regional sistem pembayaran melalui infrastruktur terbuka dan interkoneksi pembayaran ritel.
  • Bentuk implementasi multilateral dengan berbagai negara.
  • Mempromosikan inklusi keuangan, pariwisata, dan inklusi ekonomi digital (UKM)
  • Kepatuhan hukum dan peraturan di kedua yurisdiksi
  • Memaksimalkan model penyelesaian mata uang lokal

Saat ini, pemerintah sudah menandatangani MoU dengan Bank of Thailand dan Bank Negara Malaysia untuk implementasi pembayaran melalui QRIS Cross Border. Namun, tidak menutup kemungkinan QRIS Cross Border juga akan dapat digunakan di negara selain Thailand dan Malaysia karena ada rencana perluasan kerja sama dengan beberapa negara lainnya di Asia.

Model kerja sama yang akan dijalankan yaitu Switching to Switching. Artinya, masing-masing switching GPN akan terhubung dengan switching negara tujuan dengan menggunakan API dan standard messaging dalam proses integrasi. Kemudian, Settlement akan dilakukan dengan metode LCS (Local Currency Settlement) melalui Bank ACCD (Appointed Cross Currency Dealer).

Bank Indonesia dan ASPI juga sudah mengadopsi standar internasional EMV Co. dalam proses penyusunan QRIS. Dengan menggunakan standar EMV Co. yang bersifat open source, interkoneksi instrumen sistem pembayaran yang lebih luas dapat diwujudkan sehingga interoperabilitas antar penyelenggara, antar instrumen, dan antar negara menjadi lebih mudah.

Buka Rekening Online, Cashback Biaya Transfer

Buka Rekening Online, Cashback Biaya Transfer

“Buka Rekening Online, Bebas Biaya Transfer”

 

Syarat dan Ketentuan:

  1. Promo berlaku bagi nasabah baru yang berhasil melakukan Buka Rekening Online (BUREKOL) melalui BSI Mobile dan melakukan transaksi transfer antar bank melalui BSI Mobile di hari yang sama.
  2. Promo cashback berlaku mulai tanggal 10 Juli 2021 – 09 Agustus 2021.
  3. 1 CIF/trx transfer/hari pembukaan rekening secara online.
  4. Kuota cashback untuk 250 nasabah / hari (selama periode promo cashback).
  5. Promo ini tidak berlaku bagi nasabah BUREKOL yang melakukan transaksi transfer antar bank melalui BSI Mobile di hari yang berbeda dengan hari pembukaan rekening online.
  6. Bebas biaya transfer akan diberikan dengan bentuk cashback berupa saldo yang akan dikreditkan ke rekening nasabah maksimal 3 hari setelah proses BUREKOL dan transfer antar bank dinyatakan berhasil.
  7. Pihak Bank Syariah Indonesia sewaktu-waktu berhak melakukan perubahan syarat dan ketentuan promo.
  8. Dengan mengikuti promo ini, nasabah dianggap mengerti dan menyetujui semua syarat dan ketentuan yang berlaku.

Informasi lebih lanjut: Bank Syariah Indonesia Call 14040 | www.bankbsi.co.id

Peran QRIS untuk UMKM Indonesia di Masa PPKM Darurat

Peran QRIS untuk UMKM Indonesia di Masa PPKM Darurat

Kasus Covid-19 di Indonesia kembali mengalami peningkatan yang signifikan sehingga pemerintah harus menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM Darurat) untuk daerah Jawa dan Bali. Hal tersebut tentu memberikan dampak yang signifikan bagi berbagai sektor industri di Indonesia, tidak terkecuali para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Akan tetapi, jika para pelaku UMKM bisa merangkul digitalisasi dengan tepat, mereka bisa bertahan di masa yang penuh dengan ketidakpastian ini. Salah satu layanan digital yang dapat dimanfaatkan di masa PPKM darurat ini yaitu sistem pembayaran QRIS untuk UMKM di Indonesia.

QRIS adalah singkatan dari Quick Response Code Indonesian Standard. Ini merupakan salah satu standar sistem pembayaran digital di Indonesia dengan metode pemindaian kode QR. Singkatnya, para penjual hanya perlu mendaftarkan usaha mereka satu kali saja di salah satu layanan Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) untuk mendapatkan kode QRIS. Sementara itu, pembeli bisa melakukan pembayaran dengan memindai kode QRIS penjual melalui layanan apa saja yang mendukung.

Menurut data Bank Indonesia, per 19 Maret 2021, tercatat ada sekitar 6,55 juta penjual yang telah menggunakan sistem pembayaran QRIS dengan mayoritas penggunanya yaitu sebesar 85% berasal dari UMKM. Pemerintah juga berencana untuk mendorong perluasan penggunaan QRIS di Indonesia pada tahun 2021 ini dengan target merangkul hingga 12 juta penjual.

 

Digitalisasi pengusaha kecil dan menengah

 

Teknologi saat ini telah berkembang pesat sehingga membawa perubahan di hampir setiap sendi kehidupan. Hal ini menjadi salah satu latar belakang pemerintah untuk mempercepat digitalisasi pelaku usaha di dalam negeri. Presiden Joko Widodo bahkan menginstruksikan dan mendorong percepatan digitalisasi, khususnya bagi UMKM.

UMKM adalah penggerak perekonomian bangsa yang memberikan kontribusi sebesar 60,34 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2018. Di samping itu, ada 116 juta orang atau 97,02 persen dari total pekerja di Indonesia yang terserap oleh sektor UMKM. Namun, pelaku UMKM yang merangkul ekosistem digital masih belum begitu banyak.

Mengutip data Indonesia E-Commerce Association (idEA), pelaku UMKM yang tergabung ke dalam ekosistem digital sudah mencapai 13,7 juta pelaku, atau sekitar 21 persen dari total pelaku, hingga Mei 2021. Oleh karena itu, pemerintah menargetkan jumlah pelaku UMKM yang tergabung ke dalam ekosistem digital dapat meningkat pesat hingga 30 juta pelaku pada tahun 2024 mendatang.

Akan tetapi, ketika pandemi Covid-19 menyebar dan menyebabkan krisis perekonomian di seluruh dunia, sektor UMKM juga menjadi salah satu sektor yang paling terpukul. Data Kementerian Koperasi dan UKM menyebutkan bahwa sekurangnya ada 37 ribu pelaku UMKM yang terpukul selama pandemi.

Survei yang dilakukan Katadata Insight Center (KIC) terhadap pelaku UMKM di Jabodetabek pada Juni 2020 menemukan ada 82,9 persen pelaku usaha yang terkena dampak negatif pandemi. Bahkan 63,9 persen mengalami penurunan omzet lebih dari 30 persen. Hanya ada 5,9 persen UMKM yang mampu memetik untung di tengah pandemi.

Namun, ada UMKM yang bisa bertahan dengan berekspansi menambah jenis saluran penjualan dan pemasaran. Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang dilakukan selama pandemi pun dilihat sebagai peluang berdagang secara daring. Setidaknya, ada 80,6 persen pelaku UMKM yang menyampaikan bahwa mereka merasa terbantu dengan penggunaan internet.

 

Gerakan Nasional Non Tunai dan Bangga Buatan Indonesia

 

Bagi pelaku UMKM yang mengerti internet, teknologi digital bisa dimanfaatkan sebagai strategi untuk bertahan di masa krisis yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Produk atau jasa yang dimiliki pelaku UMKM bisa dipasarkan melalui media sosial atau marketplace. Di samping itu, mengadopsi sistem pembayaran digital juga bisa menjadi solusi untuk bertransaksi di tengah pandemi.

Meski pandemi telah memukul sektor UMKM dengan cukup keras, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa pandemi juga telah menjadi momentum UMKM melakukan transformasi ke dalam ekosistem digital. Jumlah pelaku UMKM yang memanfaatkan teknologi untuk bertahan di tengah krisis memang belum banyak, tetapi proses peralihannya menunjukkan pergerakan yang positif.

Dalam upaya mendorong digitalisasi UMKM di tengah pandemi, pemerintah sendiri telah mengeluarkan banyak kebijakan yang bertujuan untuk membantu stabilitas perekonomian bangsa. Di samping itu, pemerintah juga telah menggalakkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dicanangkan pada 14 Agustus 2014 dan gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang dicanangkan pada 14 Mei 2020 untuk bersinergi mempercepat digitalisasi UMKM.

GNNT dicanangkan dengan tujuan menciptakan sistem pembayaran yang aman, efisien dan lancar, yang pada gilirannya akan dapat mendorong sistem keuangan nasional bekerja secara efektif dan efisien. Sedangkan BBI dicanangkan dengan tujuan mendorong industri lokal agar bisa menjadi pilar pembangunan nasional dan membuat Indonesia tidak lagi bergantung pada produk impor.

Salah satu strategi yang didorong oleh pemerintah untuk menyukseskan kedua gerakan nasional tersebut adalah mendorong perluasan implementasi QRIS dengan menyinergikan kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) di daerah. Langkah ini dilakukan dengan harapan QRIS dapat menjadi salah satu pintu gerbang UMKM terhubung ke ekosistem digital.

Sejak penggunaan QRIS diwajibkan oleh BI pada 2020, penggunaan QRIS juga terus tumbuh secara pesat. Sepanjang tahun pertama implementasi QRIS, volume transaksi telah menembus 17,3 juta transaksi dengan nominal transaksi sebesar Rp1,25 triliun dari 5,94 juta penjual. Mengutip pernyataan Asisten Gubernur dan Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Filianingsih Hendarta di Infobank, disebutkan bahwa dari total nominal transaksi tersebut sebanyak 95 persen berasal dari UMKM dan 85 persen UMK.

 

Manfaat QRIS untuk UMKM di masa PPKM darurat

 

Peningkatan drastis kasus Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir memaksa pemerintah untuk mengeluarkan peraturan PPKM darurat yang berlaku pada 3-20 Juli 2020 di Jawa dan Bali. Peraturan pembatasan kegiatan kali ini pun jauh lebih ketat bila dibandingkan dengan sebelumnya.

Pengetatan aturan ini tentu kembali berdampak pada para pelaku UMKM. Namun, jika mereka belajar dari pembatasan kegiatan sebelumnya, pembatasan kegiatan kali ini seharusnya tidak menjadi masalah besar. Dengan memanfaatkan teknologi yang ada pelaku UMKM dapat tetap menjalankan aktivitas usaha tanpa kendal yang berarti.

Misalnya, pemasaran dapat dilakukan melalui media sosial sedangkan katalog produk bisa disimpan dan dijual melalui marketplace lokal. Jika media sosial dan layanan marketplace masih terlalu rumit, para pelaku UMKM pun masih dapat melakukan aktivitas pemasaran sampai jual-beli hanya dengan menggunakan aplikasi chat dan layanan pembayaran digital yang sudah mendukung QRIS.

Dengan menggunakan QRIS, pelaku UMKM dapat melakukan transaksi tanpa harus melakukan kontak fisik. Di samping itu, QRIS juga memiliki fitur QRIS Tanpa Tatap Muka (TTM) yang memungkinkan penjual dan pembeli melakukan transaksi tanpa harus bertatap muka. Dengan demikian, secara tidak langsung dapat membantu pemerintah dalam mengatasi lonjakan kasus Covid-19 karena transaksi terjadi tanpa ada interaksi sosial.

Cara menggunakan QRIS TTM pun sangat mudah. Misalnya, pembeli melakukan pemesanan kepada penjual secara langsung melalui aplikasi chat. Setelah pesanan dikonfirmasi dan harganya ditentukan, penjual hanya perlu mengirimkan gambar kode QRIS-nya kepada pembeli. Setelah itu, pembeli menyimpan kode QRIS tersebut ke galeri dan mengunggahnya kembali ke aplikasi pembayaran yang mendukung untuk dipindai. Jika gambar kode QRIS sudah dipindai, pembeli hanya perlu menyelesaikan transaksi.

Manfaat lain QRIS untuk UMKM yaitu menurunkan risiko kerugian akibat penipuan pembayaran dengan uang palsu, transaksi yang tercatat secara otomatis sehingga riwayat transaksi dapat dilihat dengan mudah, kemudahan dalam pembayaran tagihan, penjualan barang dapat dilakukan secara non-tunai tanpa meninggalkan toko, membangun profil kredit yang baik sehingga tidak terkendala jika mengajukan pinjaman ke bank, peluang untuk mendapat modal usaha menjadi lebih besar, dan masih banyak lagi.

Dengan QRIS, diharapkan pelaku UMKM juga dapat merangkul digitalisasi yang saat ini tengah terjadi dan berkembang dengan pesat. Dengan demikian, pelaku UMKM dapat bertahan di tengah situasi tidak menentu seperti sekarang dan bisa menjadi salah satu penopang ketahanan perekonomian Indonesia di kemudian hari.

QRIS TTM Mempermudah Transaksi Jarak Jauh di Tengah Pandemi

QRIS TTM Mempermudah Transaksi Jarak Jauh di Tengah Pandemi

Digitalisasi sistem pembayaran tumbuh secara signifikan di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini. Ini tidak terlepas dari kebutuhan masyarakat yang memerlukan transaksi yang lebih cepat, aman, dan dapat meminimalisir interaksi sosial. Salah satu jawabannya hadir melalui fitur QRIS TTM (Tanpa Tatap Muka) yang melengkapi inovasi pembayaran non tunai lewat pemindaian kode QR berstandar nasional.

Di tengah situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan setiap negara untuk meminimalkan penggunaan uang tunai dan memperluas layanan transaksi non tunai. Anjuran tersebut bertujuan untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19 yang dapat menyebar melalui transaksi uang tunai.

Maka dari itu, Bank Indonesia sebagai regulator keuangan bersama Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) berkomitmen untuk terus mendorong perluasan penggunaan QR code Indonesian Standard (QRIS). Bank Indonesia sendiri saat ini telah bekerja sama dengan 59 PJSP dalam pelaksanaan QRIS di Indonesia yang terdiri dari bank dan lembaga non bank. Di tahun 2020 lalu, total merchant yang sudah menerapkan QRIS sudah mencapai sekitar 6,5 juta merchant di 34 provinsi, 480 kabupaten/kota dan di tahun 2021 ini menargetkan untuk merangkul sampai 12 juta merchant.

Semakin luasnya akseptansi penggunaan QRIS ini pada akhirnya mendorong Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) dan PJSP untuk mengembangkan QRIS TTM. Ini adalah fitur yang melengkapi inovasi QRIS dalam memfasilitasi transaksi jarak jauh tanpa tatap muka dan dapat membantu pemerintah dalam membatasi interaksi sosial di tengah masyarakat saat pandemi.

 

Apa itu QRIS TTM?

 

QRIS TTM adalah fitur yang melengkapi inovasi QRIS dan memungkinkan penggunanya untuk melakukan transaksi hanya dengan memindai gambar kode QRIS yang tersimpan di galeri smartphone. Dengan demikian, pembeli tidak perlu melakukan tatap muka dengan penjual untuk memindai kode QRIS dan melakukan pembayaran.

Untuk menggunakan fitur ini, pembeli perlu memastikan bahwa aplikasi yang digunakan untuk melakukan pembayaran dengan memindai kode QRIS telah mendukung fitur pindai dari galeri pada gawai. Selain itu, pastikan juga nama pedagang yang muncul dan nominal transaksi sudah sesuai.

 

Cara Menggunakan QRIS TTM

 

Cara menggunakan fitur QRIS TTM ini mudah karena bisa dilakukan dari mana saja dan kapan saja pelanggan mau selama memiliki koneksi internet dan gambar kode QRIS pedagang tujuan.

Berikut adalah beberapa langkah untuk menggunakan QRIS TTM:

  1. Meminta gambar kode QRIS dari pedagang.
  2. Simpan gambar kode QRIS ke galeri gawai.
  3. Buka aplikasi pembayaran yang mendukung pemindaian kode QRIS.
  4. Pilih menu unggah dari galeri pada aplikasi.
  5. Pilih gambar kode QRIS pedagang yang sudah disimpan.
  6. Masukan nominal transaksi dan pastikan nama pedagang sudah sesuai.
  7. Masukkan PIN untuk proses autentikasi pembayaran.
  8. Pembayaran selesai.

 

Bertransaksi Non Tunai Jadi Semakin Mudah

 

Kehadiran QRIS TTM pada akhirnya menjadi alternatif dan melengkapi pilihan metode pembayaran jarak jauh yang mudah bagi pengguna di satu aplikasi dalam gawai yang digunakan. Inovasi ini dapat membantu pelaku UMKM, donatur, atau pelanggan setia untuk dapat bertransaksi dengan tetap menjaga kesehatan di tengah pandemi dan secara tidak langsung mendukung pengembangan inklusi ekonomi.

QRIS sendiri hadir untuk mendukung terciptanya cashless society dan diharapkan dapat menciptakan sebuah sistem pembayaran non tunai yang efisien, efektif, serta mengacu pada prinsip utama kebijakan sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan handal (CEMUMUAH).