Bagi PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin), layanan sistem pembayaran yang aman, andal, dan tepercaya tidak tercipta secara instan. Layaknya sebuah pohon yang memberikan manfaat bagi lingkungannya, layanan berdampak luas tersebut ditopang oleh bagian yang sering kali tidak terlihat—yakni fondasi atau “akar” yang tercermin dari tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance) dan manajemen risiko yang tangguh, serta “batang” yang merepresentasikan operasional bisnis yang dikelola secara bertanggung jawab.

Jalin meyakini bahwa pertumbuhan bisnis, dampak, dan kepercayaan para pemangku kepentingan hanya dapat diraih ketika perusahaan mengelola operasional dan sumber daya dengan bijaksana. Kesadaran bahwa setiap aspek operasional dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi industri dan masyarakat inilah yang melahirkan gerakan Operational-to-Impact Initiative: Turn Responsibility into Environmental Action.

Gerakan ini melibatkan partisipasi aktif karyawan Jalin dalam pengelolaan seragam kerja lama secara bertanggung jawab melalui kolaborasi dengan EcoTouch. Program ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa Jalin mampu mentransformasi tata kelola sumber daya operasional menjadi aksi lingkungan yang terukur.

Hasilnya, sebanyak 177 kilogram material seragam berhasil didaur ulang dan dialihkan dari tempat pembuangan akhir. Berdasarkan kalkulasi mitra pelaksana, inisiatif ini berhasil mengurangi sekitar 4.407 kilogram emisi karbon dioksida (CO₂), sekaligus mengonversi limbah tersebut menjadi 44 kilogram benang dan 374 meter kain baru.

Sebagai kelanjutannya, setiap kilogram seragam yang terkumpul dikonversi menjadi komitmen untuk menanam 1 bibit mangrove. Dengan demikian, total 177 bibit mangrove ditanam secara langsung oleh perwakilan karyawan Jalin dari berbagai unit kerja.

Puncak program pengelolaan material ini diselenggarakan pada Rabu (1/7) di Kawasan Hutan Lindung Mangrove, Jakarta Utara. Dalam pelaksanaannya, Jalin berkolaborasi dengan T.CARE sebagai mitra implementasi untuk mendukung kegiatan penanaman mangrove.

Melalui inisiatif ini, 177 bibit mangrove ditanam dan diproyeksikan akan merehabilitasi area pesisir seluas 44,25 meter persegi, sekaligus memberikan dampak ekologis jangka panjang yang terukur. Potensi serapan emisi karbon (CO₂e) diperkirakan mencapai 26,55 hingga 35,40 kilogram per tahun sebagai kontribusi terhadap mitigasi risiko lingkungan di wilayah pesisir Jakarta.

Putu Agnia, VP Corporate Secretary Jalin, menyampaikan bahwa: “Inisiatif penghijauan ini merepresentasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang melekat dari hulu hingga hilir dalam operasional Jalin. Lebih dari sekadar tanggung jawab sosial, langkah ini menegaskan bahwa manajemen risiko dan tata kelola bisnis yang dijalankan secara bijak dapat menciptakan dampak yang lebih luas, menumbuhkan kepercayaan publik, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs),” ujar Putu.

Sementara itu, Yeni Nurhayati, perwakilan Pengelola Kawasan Hutan Lindung Mangrove dari Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, menyampaikan bahwa kondisi pesisir Jakarta saat ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah. “Kita semua tahu, Jakarta saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan, mulai dari abrasi yang memicu banjir rob hingga penurunan kualitas lahan pesisir. Kami mengapresiasi inisiatif Jalin yang secara nyata berkontribusi pada pelestarian ekosistem mangrove sebagai upaya mitigasi abrasi,” ungkap Yeni.

Secara spesifik, program daur ulang seragam ini mendukung pencapaian SDG 12 (Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab). Sementara itu, kegiatan penanaman mangrove berkontribusi pada SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 14 (Ekosistem Lautan).

Sinergi antara efisiensi operasional internal dan rehabilitasi ekosistem ini menegaskan filosofi Jalin dalam mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Ke depan, Jalin berkomitmen untuk terus memperkuat fondasi perusahaan, menjalankan operasional yang bertanggung jawab, serta memperluas inisiatif keberlanjutan agar setiap layanan yang dihadirkan memberikan nilai tambah nyata dan memperkuat kepercayaan publik.

Latest Article