Situasi tidak menentu akibat pandemi membuat rasa cemas terhadap banyak hal meningkat, salah satunya adalah aspek keuangan. Jika tidak dikenali dan diatasi dengan tepat, kecemasan finansial bisa menjadi hal yang berbahaya bagi kesehatan mental kita.

Kecemasan finansial adalah sebuah keadaan ketika individu menunjukkan gejala tidak nyaman dan tidak sehat untuk terlibat dengan pengelolaan keuangan pribadinya secara efektif. Singkatnya, sindrom ini bermuara pada perasaan tertekan seputar keuangan pribadi.

 

Mengenali Gejala Kecemasan Finansial

 

Jika kamu memiliki masalah keuangan, hal tersebut belum tentu membahayakan jiwa. Namun, jika masalah keuangan tersebut membuat kamu stres atau tertekan secara berlebihan, jalan ceritanya bisa berbeda.

Oleh karena itu, langkah pertama dalam mengatasi sindrom ini dapat dimulai dari mengenali tahapan gejalanya, yaitu:

 

  1. Perasaan tertekan secara konstan

Awalnya, kamu akan merasakan tekanan secara konstan yang membuatmu ingin mendapatkan lebih banyak, menghabiskan lebih banyak, atau meraih tonggak pencapaian materi tertentu. Tekanan ini, jika tidak dikelola, bisa berdampak pada rapuhnya pengelolaan keuangan seperti permainan jenga di tahap akhir yang dapat tumbang setiap saat.

 

  1. Bekerja secara berlebihan

Tekanan yang kamu rasakan di awal pada akhirnya menimbulkan kegelisahan ketika tidak tercapai. Mau tidak mau, hal tersebut mendorongmu untuk bekerja secara berlebihan agar kamu dapat mencapai titik kondisi finansial tertentu. Namun, gaya hidup seperti ini bisa merusak kesehatan jika dilakukan terus menerus.

 

  1. Kesulitan untuk membuat prioritas

Pengelolaan keuangan membutuhkan pemahaman terhadap prioritas dalam hidup. Jika kamu merasa tidak berdaya dan gugup ketika harus mengambil keputusan untuk membuat prioritas keuangan, ini bisa menjadi sinyal awal bahwa kamu sedang mengalami kecemasan.

 

  1. Menghindar untuk memikirkan tentang keuangan

Pada akhirnya, kamu akan mengambil keputusan  untuk menghindar, bahkan tidak memikirkan keuangan sama sekali. Ini keputusan yang salah dan dapat membuatmu menjalani gaya hidup boros. Kamu akan merasa punya hubungan yang buruk dengan uang, atau bahwa pengelolaan uang itu sulit, serta berpikir tidak mungkin menjadi kaya hari ini.

 

  1. Rasa bersalah

Semua gejala tersebut akan berujung pada perasaan bersalah yang kemudian datang. Kamu merasa bahwa setiap sen yang dikeluarkan seharusnya bisa dilakukan untuk tujuan yang lebih baik. Sebaliknya, jika kamu menyimpan uang secara berlebihan, kamu merasa takut untuk menghabiskannya serta tidak tahu uang tersebut harus dialirkan ke mana.

 

Menangani Rasa Cemas Terhadap Keuangan

 

Jika kamu merasakan gejala kecemasan tersebut pada level apa pun, inilah saatnya mengambil tindakan. Ada beberapa langkah proaktif yang dapat diambil dan dikembangkan menjadi rutinitas untuk membantu menangani tekanan finansial sebelum mulai memengaruhi kesehatan mentalmu.

 

  1. Tenangkan Diri, Kamu Tidak Sendirian

Isu keuangan pribadi adalah masalah umum bagi semua orang. Jadi, coba tenangkan diri terlebih dahulu dengan aktivitas santai seperti berjalan-jalan atau melatih pernapasan untuk menjaga pikiran agar tidak lepas kendali. Setelah itu, kamu bisa menghadapi masalah dengan pikiran jernih.

 

  1. Melek Diri Tentang Keuangan

Jika pikiran sudah jernih, coba untuk mengubah hubungan kamu dengan uang. Langkah awalnya bisa dimulai dengan meningkatkan literasi keuangan. Saat ini, informasi tentang pengelolaan keuangan dari berbagai ahli bisa didapatkan dengan mudah di internet, baik secara gratis maupun berbayar. Dengan demikian, kamu bisa mengatur ulang strategi keuangan.

 

  1. Belajar Membuat Prioritas

Setelah memperbaiki hubunganmu dengan uang, kamu bisa mulai membuat prioritas keuangan. Alokasikan keuangan untuk berbagai kebutuhan seperti pendidikan, kesehatan, pensiun, pernikahan, kebutuhan sehari-hari, sampai reward untuk diri sendiri. Sesuaikan dengan pendapatan yang kamu miliki dan cobalah untuk disiplin dalam mengalokasikan dana sesuai prioritas yang sudah dibuat.

 

  1. Cari Pertolongan Ahli

Pertimbangkan untuk mencari bantuan profesional jika segala cara yang sudah kamu coba masih belum berhasil. Apalagi bila rasa cemas yang kamu alami sudah menimbulkan gangguan fisik dalam kehidupan. Contohnya seperti gangguan tidur, mudah lelah, sulit berkonsentrasi, keringat dingin, otot tegang, dan selalu berargumen keras jika berbicara tentang uang.

 

Rasa Cemas itu Wajar, Selama Tidak Berlebihan

 

Merasa cemas ketika menghadapi sesuatu adalah hal yang manusiawi. Hal tersebut juga berlaku untuk keuangan selama tidak berlebihan.

Isu keuangan sendiri adalah masalah umum yang dihadapi setiap orang. Keinginan untuk berpenghasilan lebih banyak dan merdeka secara finansial pasti ada di setiap benak orang-orang. Hal yang patut menjadi perhatian adalah ketika perasaan cemas tersebut memengaruhi kehidupan kita secara negatif, baik secara mental maupun fisik.

Jika kamu sudah berada di tahap tersebut, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah mencari pertolongan ahli. Mau bagaimanapun juga, kita butuh keadaan mental yang baik untuk menghadapi masalah dalam hidup. Dengan begitu, kita bisa menata kembali kehidupan yang sedang kita dijalani.