QRIS TTS (Transfer Tarik dan Setor) merupakan pengembangan fitur QRIS terbaru yang sudah masuk tahap uji coba di production environment yang dilakukan oleh beberapa Penyedia Jasa Pembayaran (PJP), baik bank dan non-bank. Bank Indonesia (BI) sendiri telah menginstruksikan penggunaan QRIS sebagai standar kode QR nasional sejak 2020 silam dan terus melakukan penyempurnaan terhadap layanan ini. Sebelumnya, BI telah meluncurkan fitur seperti QRIS TTM, QRIS Cross Border, dan program SIAP QRIS.

QRIS TTS adalah inovasi baru QRIS yang akan memudahkan penggunanya melakukan transaksi tarik dan setor tunai hanya dengan memindai kode QRIS melalui merchant. Dengan fitur ini, pengguna dapat menerima uang tunai dari merchant sesuai dengan nominal transaksi penarikan di akun mereka. Pengguna juga dapat memberikan sejumlah uang tunai kepada merchant untuk melakukan transaksi penyetoran ke akun mereka.

Ilustrasi cara melakukan transaksi dengan fitur QRIS TTS kurang lebih seperti berikut:

  1. Pengguna datang ke merchant
  2. Kemudian, pindai QRIS milik merchant.
  3. Lalu, masukkan nominal transaksi.
  4. Setelah menerima notifikasi bahwa transaksi telah berhasil, pengguna bisa menyetorkan sejumlah uang kepada merchant atau menerima uang tunai dari merchant sesuai dengan nominal yang dimasukkan sebelumnya.

 

Jika fitur ini berhasil melalui masa uji coba, kehadirannya akan memberikan banyak manfaat bagi para masyarakat pengguna QRIS, khususnya yang berada di kota tier 2, 3, dan pedesaan. Beberapa manfaat yang bisa mereka rasakan yaitu:

  1. Memudahkan masyarakat untuk melakukan transaksi pengisian saldo e-wallet.
  2. Menghemat waktu karena tidak perlu datang ke ATM atau bank cabang yang jauh untuk melakukan transaksi penarikan atau penyetoran tunai.
  3. Memudahkan keluarga besar di kota untuk mengirim uang kepada keluarga di desa yang tidak memiliki rekening bank.
  4. Membuka jalan bagi masyarakat di kota tier 2, 3, dan pedesaan untuk masuk ke ekosistem digital.

 

Kehadiran fitur QRIS TTS akan melengkapi tiga inovasi QRIS yang sudah meluncur lebih dahulu. Ketiga inovasi tersebut yaitu QRIS TTM, QRIS Cross Border, dan program SIAP QRIS.

QRIS TTM adalah fitur yang memudahkan pengguna untuk bertransaksi tanpa bertatap muka. Sementara QRIS Cross Border adalah fitur yang memudahkan pengguna untuk melakukan transaksi lintas negara hanya dengan hanya memindai kode QRIS.

Berbeda dengan dua inovasi fitur sebelumnya, SIAP QRIS adalah program inisiatif Bank Indonesia yang berkolaborasi bersama Kementerian Perdagangan. Program ini ditujukan kepada para pedagang di pasar-pasar dan pusat perbelanjaan di tanah air. Ini adalah langkah perwujudan implementasi digitalisasi sistem pembayaran dalam upaya memperluas akseptasi pembayaran di Indonesia.

Jalin, dalam kapasitasnya sebagai lembaga switching, tentu siap mendukung implementasi fitur QRIS TTS melalui dukungan infrastruktur sistem pembayaran terdepan yang dapat memastikan pemrosesan transaksi digital dapat berjalan aman dan lancar. Sebagai Lembaga switching, Jalin sendiri telah memperoleh izin persetujuan pada 2019 silam untuk pemrosesan transaksi dengan menggunakan QRIS.