Sebagai perusahaan pengelola layanan jaringan switching LINK/ ATM LINK, PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) berhasil mencatat kinerja yang baik pada tahun 2021 dengan membukukan kenaikan 45% (yoy) pendapatan usaha perusahaan melalui bisnis pertumbuhan layanan switching, managed service ATM, serta pengembangan bisnis digital. 

 

Hal ini memberikan optimisme dimana digitalisasi ternyata mampu menjadi penggerak di tengah penanganan Covid-19 dan pemulihan kondisi ekonomi nasional.  Direktur Utama Jalin Boyke Yurista menegaskan bahwa Jalin akan terus berupaya untuk meningkatkan inovasi dari tiap produk dan layanan demi melesatnya pertumbuhan yang telah tertuang dalam roadmap The National Digital Highway.

 

Melalui laporan statistik Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) yang dirilis pada triwulan 1 tahun 2022, tercatat bahwa total jumlah pembayaran yang beredar mengalami peningkatan sebesar 26,3% atau sebesar 813,14 juta. Jalin sebagai lembaga Infrastruktur Sistem Pembayaran (PIP) berlaku kompetitif dengan mengambil proporsi lebih dari 30% pangsa pasar domestik dibandingkan dengan pesaing lainnya. Hal tersebut berdampak positif dengan meningkatnya laba bersih perusahaan  sebesar 50 persen. Sementara melalui peningkatan EBITDA sebesar 15% pengelolaan total aset meningkat hingga 25% (yoy) di tahun 2021

 

“Dengan konsisten pada penerapan strategi pemulihan yang dan terarah dengan mencatatkan pertumbuhan positif sebesar lebih dari 20% secara CAGR” tambah Boyke.

 

Memperkuat fundamental menjadi fokus Jalin selama 2021, dan hal ini terwujud dari laporan kinerja keuangan yang diaudit yakni Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang menyatakan bahwa laporan keuangan Jalin di tahun 2021 disajikan secara wajar dalam semua hal yang berbentuk material.

 

Dalam upaya mendukung roadmap blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025, Jalin melakukan percepatan digitalisasi sistem pembayaran melalui penguatan infrastruktur, inovasi produk dan layanan, serta peningkatan fitur keamanan dalam transaksi keuangan demi kemudahan bertransaksi secara aman, dan praktis.

 

“Sebagai digital enabler yang menghubungkan masyarakat dengan layanan ekosistem dan non keuangan, Jalin merangkul seluruh member, dalam sebuah ekosistem yang memberikan proses yang lebih efisien serta kesempatan untuk setara di dalam pengembangan usaha bagi seluruh member” tutup Boyke.