Belakangan ini, affiliate marketing kembali menjadi sorotan di Indonesia. Sayangnya, bukan untuk alasan yang baik. Ada beberapa pihak ketiga yang memanfaatkannya untuk mendapatkan keuntungan pribadi dengan mempromosikan perusahaan trading ilegal. Perbuatan tersebut tentu saja merugikan banyak pihak lain,  padahal model pemasaran ini sebenarnya menawarkan win-win solution untuk semua pihak yang terlibat.

 

Apa itu Affiliate Marketing?

Affiliate marketing adalah bentuk kerja sama pemasaran dari perusahaan berupa pemberian kompensasi kepada pihak ketiga yang dapat menghasilkan lalu lintas ke produk dan layanan perusahaan. Besaran kompensasi atau komisi yang akan diperoleh pihak ketiga akan berbeda-beda tergantung dari kebijakan perusahaan terkait. Di Indonesia, pihak ketiga yang menjalankan pemasaran ini biasanya disebut sebagai afiliator.

Konsep affiliate marketing di internet diperkenalkan untuk pertama kali oleh pendiri PC Flower & Gift bernama William J. Tobin pada 1989. Namun, popularitasnya baru meroket setelah Amazon meluncurkan program asosiasi pada Juli 1996.

Melalui program tersebut, pihak ketiga yang menjadi rekan Amazon dapat menempatkan spanduk atau tautan teks di situs mereka untuk mempromosikan produk (buku) yang dijual di Amazon atau mengarahkan langsung ke halaman beranda Amazon. Ketika pengunjung web mengklik tautan teks atau spanduk untuk pergi ke Amazon dan membeli buku, pihak ketiga yang menjadi rekanan Amazon akan menerima komisi.

 

Cara Kerja dan Keuntungan Affiliate Marketing

Hingga saat ini, affiliate marketing masih bertahan dan dapat memainkan peranan penting dalam dunia pemasaran online. Daya tarik utamanya ada dua, yaitu kemudahan untuk melakukannya dan keuntungan yang ditawarkan.

 

Cara Kerja Affiliate Marketing

Pihak ketiga yang ingin menjadi afiliator cukup mengunjungi web perusahaan yang memiliki program afiliasi. Kemudian, ikuti proses pendaftarannya sampai akhir.

Setelah proses pendaftaran selesai, afiliator biasanya akan menerima kode refferal unik. Kode tersebut akan digunakan oleh sistem perusahaan untuk mengonfirmasi jika ada konsumen yang bertransaksi dari afiliator tersebut.

Selain itu, afiliator juga harus dapat mempromosikan produk atau jasa dari perusahaan mitra secara cerdik untuk menarik konsumen bertransaksi. Caranya pun beragam karena saat ini sudah ada banyak saluran yang dapat memfasilitasi aktivitas promosi tersebut. Misalnya, membuat ulasan di blog, memasang spanduk di blog atau web pribadi, dan melakukan promosi di media sosial.

Ada tiga jenis skema yang umum digunakan oleh perusahaan untuk memberikan komisi pada afiliator. Mereka adalah:

  1. Per Penjualan

Skema per penjualan hanya akan memberikan komisi jika konsumen dari afiliator melakukan pembelian produk atau layanan perusahaan.

  1. Per Leads

Skema lead hanya akan memberikan komisi jika konsumen dari afiliator menyelesaikan suatu aktivitas seperti mengisi survei atau berlangganan buletin bulanan.

  1. Per Klik

Skema klik hanya akan memberikan komisi dari banyaknya peningkatan kunjungan web perusahaan yang dibawa oleh afiliator.

 

Keuntungan Affiliate Marketing

Affiliate marketing dapat menawarkan banyak keuntungan bagi pihak-pihak yang menjalankannya. Ini adalah sebuah model pemasaran win-win solution bagi perusahaan, afiliator, dan konsumen.

Keuntungan bagi perusahaan:

  • Bisa mendapatkan pemasaran kreatif dari afiliator dengan biaya yang rendah.
  • Bisa menghemat biaya karena perusahaan hanya akan membayar komisi sesuai dengan kebijakan konversi lalu lintas yang disepakati di awal.
  • Tidak menanggung biaya iklan karena biasanya afiliator lah yang menjalankan iklan untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
  • Bisa menetapkan syarat dan ketentuan untuk mendapatkan kunjungan, aktivitas, dan penjualan yang berkualitas dari afiliator.
  • Menetapkan syarat dan ketentuan untuk meminimalisir penipuan jumlah klik dan penayangan.

 Keuntungan bagi afiliator:

  • Mendapatkan penghasian tambahan selama bergabung dalam program.
  • Fleksibilitas tempat dan jam kerja karena Anda bisa melakukannya di waktu luang dan dari mana saja.
  • Tidak butuh modal besar untuk mempersiapkan saluran pemasaran.
  • Kemudahan untuk mempersiapkan saluran pemasaran seperti media sosial, blog, atau web.

Di sisi lain, konsumen juga bisa merasakan keuntungan dari program ini. Biasanya mereka bisa mendapatkan potongan harga secara langsung pada produk atau layanan jika melakukan pembelian dari tautan yang diberikan oleh afiliator.

 

Tips Memilih Affiliate Marketing dan Afiliator Tepercaya

Meski bisa memberikan banyak keuntungan bagi pihak yang terlibat, bukan berarti semua model pemasaran ini baik. Pihak-pihak yang terlibat harus dapat menjalankan riset terlebih dahulu agar bisa menjalankan dan mendapatkan manfaat yang maksimal dari affiliate marketing.

Agar konsumen tidak terjebak dalam program affiliate marketing yang merugikan, mereka harus melakukan riset kecil terlebih dahulu. Misalnya:

  • Mengecek latar belakang afiliator yang menawarkan promosi untuk mengetahui kredibilitasnya.
  • Mengecek perusahaan yang terafiliasi dengan afiliator untuk mengetahui legalitas usaha, produk, atau layanan mereka.

Di sisi lain, afiliator juga perlu melakukan riset agar tidak tersandung masalah karena dianggap merugikan banyak pihak . Riset sederhana yang bisa dilakukan yaitu:

  • Mengecek legalitas usaha perusahaan untuk mengetahui apakah perusahaan memiliki izin beroperasi yang sah.
  • Mencoba produk atau layanan perusahaan untuk memastikan keaslian produk atau layanan perusahaan dan manfaat yang bisa diberikan kepada konsumen.
  • Mengecek skema komisi dari program affiliate marketing perusahaan agar tidak dirugikan secara sepihak di kemudian.
  • Mengecek syarat dan ketentuan program affiliate marketing untuk memastikan tidak ada pihak lain yang dirugikan di kemudian hari.

Sementara itu, perusahaan harus patuh terhadap hukum sebuah negara tempatnya menjalankan bisnis agar tidak tersandung masalah hukum di masa depan. Selain menawarkan produk dan layanan yang asli dan bermanfaat bagi banyak pihak, persyaratan untuk bergabung dan pemberian komisi dalam program pemasaran tidak boleh merugikan pihak yang terlibat.