ATM Link merupakan sebuah jaringan ATM yang diterbitkan oleh Himpunan Bank Negara, atau yang disebut juga dengan HIMBARA. Semenjak peluncurannya di tahun 2015, ATM Link berhasil melakukan penghematan biaya operasional dengan adanya investasi satu mesin ATM yang menjadi tanggungan HIMBARA, yang berujung pada kenyamanan nasabah bertransaksi. ATM ini sudah tersebar lebih dari 400 juta unit di seluruh Indonesia

 

Untuk melakukan transaksi melalui ATM Link, nasabah bank HIMBARA dikenakan biaya sebagai berikut:

  • Cek Saldo sebesar Rp4,000
  • Tarik Tunai sebesar Rp7,500
  • Transfer antar bank HIMBARA dan bank non HIMBARA sebesar Rp6,500

 

ATM Link untuk empat bank HIMBARA mempunyai logo Bank Mandiri di bagian bawah mesin ATM atau terdapat juga pada signage di bagian atas mesin ATM.

 

Lantas, bank apa saja yang tergabung dalam HIMBARA? 

 

1. Bank Mandiri

PT Bank Mandiri sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berdiri pada tanggal 2 Oktober 1998, mengawali sejarahnya dengan pengambilalihan kepemilikan saham atas empat bank pemerintah. Kini, Bank Mandiri memiliki kredit, aset, serta deposito terbesar di Indonesia.

Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Bumi Daya (BBD), dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) merupakan empat bank yang melakukan merger pada 31 Juli 1999. Pasca penggabungan tersebut, Bank Mandiri melalui berbagai macam proses panjang dalam penyesuaian budaya maupun kemajuan teknologi di tiap waktunya.

 

Bank Mandiri berhasil mendapatkan predikat sebagai “The Best Bank in Service Excellence” versi Marketing Research Indonesia (MRI) dan predikat “Perusahaan Sangat Terpercaya”  dari Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) selama tujuh tahun berturut-turut.

 

Di tahun 2022 ini, Bank Mandiri kembali masuk daftar World’s Best Bank versi majalah Forbes. Bank Mandiri masuk ke dalam tiga besar bank terbaik di dunia untuk kategori region Indonesia. Kepercayaan pelanggan, biaya, dan digitalisasi perbankan menjadi penilaian utama pada analisa atas 45,000 pelanggan yang berlokasi di 27 negara di seluruh dunia.

 

2. Bank Negara Indonesia (BNI)

PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk pada awalnya didirikan di Indonesia sebagai bank sentral dengan nama Bank Negara Indonesia di tahun 1946, dimana kemudian ditetapkan menjadi Bank Negara Indonesia 1946. Peran BNI sebagai Bank yang diberi mandat untuk memperbaiki ekonomi rakyat dan berpartisipasi dalam pembangunan nasional yang dikukuhkan oleh UU No. 17 tahun 1968 tentang Bank Negara Indonesia 1946. BNI menjadi BUMN pertama yang IPO setelah saham perdananya ditawarkan kepada masyarakat pada tahun 1996. 

Pandemi ini menjadi kesempatan serta momentum yang tepat, untuk BNI bertransformasi dalam pengembangan ke arah digital, digitalisasi perbankan ke depan. BNI mengoptimalkan peluang digitalisasi dengan transformasi bisnis modalnya dan berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi. BNI membantu pemulihan perekonomian Indonesia, terutama di segmen UMKM. Tahun ini BNI memboyong 23 penghargaan sekaligus di ajang 11th Infobank Digital Brand Award 2022

 

3. Bank Rakyat Indonesia (BRI)

Pada awal berdirinya di tahun 1895., Bank Rakyat Indonesia (BRI) lahir dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden yang memiliki arti Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto. Awalnya BRI merupakan sebuah lembaga keuangan yang hanya melayani pribumi atau yang berkebangsaan Indonesia saja.

Setelah kemerdekaan Negara Indonesia di tahun 1945, berdasarkan Peraturan Pemerintah No.1 tahun 1946 Pasal 1, BRI menjadi Bank Pemerintah pertama di Republik Indonesia. BRI resmi menjadi perseroan terbatas pada tahun 1992, dimana 100 persen sahamnya menjadi kepemilikan pemerintah Indonesia. Saham BRI dibuka ke publik sebanyak 30 persen, pada tahun 2003.

 

Pada malam penganugerahan 7th Public Relations Indonesia Awards 2022, bank terbesar di Indonesia tersebut meraih 8 (delapan) penghargaan sekaligus.

 

4. Bank Tabungan Negara (BTN)

Pada awal berdirinya di tahun 1897, Bank Tabungan Negara (BTN) menggunakan nama Postspaarbank. Setelah berselang 45 tahun, Postspaarbank diambil alih oleh pemerintahan Jepang dan berganti nama menjadi Tyokin Kyoku. Setelah Kemerdekaan Indonesia di tahun 1945, Tyokin Kyoku diambil alih oleh pemerintah Indonesia dan namanya diubah menjadi Kantor Tabungan Pos RI. Pada tahun 1950 namanya kembali diubah menjadi Bank Tabungan Pos. Melalui Peraturan Pemerintah Pengganti UU nomor 4 tahun 1963, Bank Tabungan Pos berganti nama menjadi Bank Tabungan Negara seperti namanya saat ini. 

Di  tahun 1992 status BTN menjadi perseroan terbatas karena kesuksesannya dalam bisnis perumahan melalui fasilitas KPR. Status persero ini memungkinkan BTN bergerak lebih luas sebagai bank umum komersial. Kesuksesan BTN dalam program KPR membuat mereka mendapatkan status sebagai Bank Devisa pada Tahun 1994. Pelayanan BTN mencakup penerbitan Letter of Credit (L/C), pembiayaan usaha dalam Dollar, dan sebagainya.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk juga memberikan kemudahan proses kredit untuk para pengembang dengan rekam jejak yang  baik. Kemudahan tersebut tidak hanya dalam bentuk suku bunga khusus, namun juga aturan-aturan relaksasi.

 

Gunakan ATM Switching Link di lokasi terdekat untuk kemudahan pelayanan perbankan Anda. Dari cek saldo, transfer, tarik tunai, pembayaran, hingga pengisian ulang saldo uang elektronik.