Jakarta, 29 Mei 2020 – Perusahaan Switching Nasional, PT Jalin Pembayaran Nusantara (JALIN) menyalurkan bantuan sosial “Jalin Peduli Covid-19” di wilayah DKI Jakarta dalam upaya mengurangi Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang telah berdampak terhadap roda perekonomian masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung

“PT Jalin pembayaran Nusantara (JALIN) turut serta untuk mengembalikan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Jabodetabek melalui program Jalin Peduli Covid-19,” ujar VP Corporate Secretary PT Jalin Pembayaran Nusantara Christianus Kartiko, di Jakarta Jumat (29/6).

Program Jalin Peduli Covid-19 ini merupakan salah satu bentuk program bina lingkungan JALIN dengan membagikan 852 paket sembako di lima wilayah yang tersebar di seluruh Jakarta, penyaluran 500 set Alat Pelindung Diri (APD) ke rumah sakit dan klinik di sekitar wilayah kerja JALIN, serta instalasi lima unit Hand Washing Facility untuk cuci tangan di ruang publik.

Christianus menambahkan bahwa Bantuan Sosial Jalin Peduli CoVID-19 berupa kolaborasi dana THR BoD & BoC Jalin serta fundraising karyawan yang telah disalurkan sejak 15 Mei 2020 hingga 11 Juni 2020.

Selain bantuan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan, JALIN juga turut serta dalam menyalurkan dana sosialnya melalui kedua induk perusahaannya, yaitu PT Danareksa (Persero) dan PT Telkom Indonesia.

“Diharapkan melalui program penyaluran bantuan sosial “Jalin Peduli Covid-19” dapat membantu perekonomian masyarakat sekitar.” tambah Chrisrianus.

Pada pelaksaannya, Bantuan yang disalurkan mendapatkan respon positif dari masyarakat serta pekerja medis yang menerima manfaatnya.

Dengan adanya bantuan Jalin Peduli COvid-19 ini, diharapkan dapat membantu masyarakat yang kesulitan untuk bertahan hidup di masa pandemi. terlebih lagi, di bulan Ramadhan 2020.

Seperti yang telah diketahui bersama bahwa Pandemi Covid-19 di Indonesia dimulai dengan penemuan kasus pada bulan Februari 2020 yang kemudian meningkat pesat setiap harinya, hingga akhirnya berdampak kepada perekonomian masyarakat dengan banyaknya pemutusan hubungan kerja oleh perusahaan-perusahaan swasta dan sektor informal lainnya.