Sesuai dengan komitmen hari jadi yang keempat bertajuk “Semangat Bersinergi untuk Nusantara Tangguh”, Jalin menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat melalui program bantuan Edukasi Pembayaran Non Tunai berupa Uang Elektronik (UNIK) dan alat mengajar untuk 300 anak kurang mampu di Jakarta, Selasa (29/12).

Bantuan pendidikan diserahkan oleh VP Corporate Secretary Christianus Panjisasongko melalui Yayasan Pemimpin Anak Bangsa senilai Rp. 19.727.000 untuk 105 anak dan Sekolah Alam Tunas Mulia Bantar Gebang senilai Rp. 32.777.000 untuk 195 anak, dengan total bantuan sebesar Rp. 52.504.000.

Program ini merupakan bagian dari rangkaian CSR Jalin dalam bidang Pendidikan anak sejak dini yang berfokus mendorong peningkatan akseptasi alat pembayaran digital di Indonesia serta mendukung program “Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT)” yang diusung Bank Indonesia. Sebelumnya pada tahun 2019 lalu Jalin menyerahkan bantuan Pendidikan serupa kepada 115 anak desa nelayan di Cilincing.

Saat ini krisis pandemi COVID-19 menjadi tantangan utama yang dihadapi oleh Indonesia. Kebiasaan bertransaksi non tunai demi mengurangi risiko penyebaran COVID-19 merupakan hal penting yang perlu di sosialisasikan. Diharapkan program edukasi ini dapat memperkenalkan gaya hidup masyarakat non tunai kepada anak sehingga tercipta kebiasaan bertransaksi baru yang lebih digital, sehat dan aman.