Jakarta – PT Jalin Pembayaran Nusantara (“Jalin”) menekankan pentingnya penguatan fraud management seiring meningkatnya volume dan kompleksitas transaksi digital. Hal tersebut disampaikan oleh Eko Dedi Rukminto, Direktur Jalin, dalam kesempatannya menghadiri sesi Customer Voice dalam forum SmartVista Day 2026 pada Rabu, 23 September di Pullman, Jakarta.

Saat ini, Jalin telah melayani lebih dari 120 mitra, termasuk perbankan dan perusahaan teknologi finansial (tekfin). Luasnya konektivitas tersebut membuat pengelolaan risiko menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan keandalan infrastruktur yang menghubungkan berbagai institusi dalam satu ekosistem.

Dalam paparan yang disampaikan, Eko menyampaikan bahwa “Kami mengelola aspek interkoneksi lebih dari 120 bank dan tekfin. Artinya, jika terjadi serangan terhadap interkoneksi sistem, otomatis menjadi serangan seluruh ekosistem yang kami kelola. Kami memahami celah di satu mitra bisa menjadi risiko sistemik. Oleh karenanya, kami memastikan interkoneksi sistem yang tangguh tanpa ada celah sedikitpun,” ungkap Eko.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Jalin senantiasa memperkuat pemantauan transaksi secara real-time, meningkatkan visibilitas terhadap pola transaksi, serta mendukung proses investigasi dengan sumber informasi yang lebih terstruktur.

“Dengan volume dan pola transaksi yang terus berkembang, kemampuan untuk mengenali indikasi lebih awal dan merespons secara tepat menjadi semakin penting. Bagi Jalin, fraud management merupakan bagian dari bagaimana kami menjaga infrastruktur tetap aman dan andal,” lanjut Eko.

Dalam pengembangan kapabilitas tersebut, Jalin berkolaborasi dengan BPC SmartVista sebagai salah satu mitra teknologi. Kerja sama ini diperluas melalui penandatanganan nota kesepahaman yang telah dilakukan sejak Desember 2025 untuk mendukung penguatan fraud management secara berkelanjutan.

Di sisi lain, perkembangan fraud juga menuntut pengelolaan risiko secara berlapis, mulai dari level transaksi, akun, hingga jaringan. Lebih lanjut, Eko menekankan pentingnya kolaborasi antar lini untuk memperkuat ekosistem pembayaran. “Keamanan tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja. Ketika ekosistem semakin terhubung, penguatan kapabilitas juga perlu dilakukan secara kolaboratif agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” tambah Eko.

Melalui SmartVista Day 2026, Jalin menegaskan bahwa perluasan konektivitas perlu berjalan seiring dengan penguatan pengelolaan risiko. Sebagai penyelenggara infrastruktur sistem pembayaran sistemik, Jalin terus memperkuat kapabilitas keamanan untuk menjaga keandalan jaringan sekaligus mendukung ketahanan ekosistem pembayaran yang terhubung.

Artikel Terbaru