Jakarta – PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin), sebagai digital enabler sistem pembayaran nasional di bawah ekosistem Danantara melalui Holding BUMN Danareksa, sukses menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2025 (RUPST). Dalam rapat yang diselenggarakan pada Selasa (30/06) bertempat di Menara Danareksa, Pemegang Saham menyetujui seluruh agenda RUPST yang diajukan sebagai upaya untuk memperkuat fundamental bisnis sekaligus memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
Sepanjang tahun buku 2025, Jalin mengungkapkan kinerja operasional yang tumbuh signifikan, meliputi volume transaksi yang meningkat 19,2% menjadi 2,55 miliar transaksi dari tahun buku sebelumnya, serta perluasan ekosistem member hingga lebih dari 100 institusi.
Ario Tejo Bayu Aji – Direktur Utama Jalin – mengatakan bahwa pada tahun buku 2025, manajemen telah mempersiapkan kapasitas perusahaan untuk menghadapi perkembangan bisnis ke depan. “Kami fokus membangun fondasi bisnis, teknologi, dan operasional yang lebih kuat agar perusahaan siap menghadapi tantangan sekaligus membuka ruang pertumbuhan baru. Inisiatif tersebut tentunya ditopang oleh implementasi prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang kami lakukan secara konsisten, terukur, dan sesuai dengan praktik terbaik” papar Ario.
Lebih lanjut dirinya menambahkan bahwa selama periode tersebut, Jalin telah mengembangkan fondasi bisnis sebagai enabler sistem pembayaran nasional melalui 4 (empat) fokus, antara lain:
- Peran Jalin sebagai penyelenggara Sistem Pemungutan Pajak atas Transaksi Digital Luar Negeri (SPP-TDLN) bersama Kementerian Keuangan;
- Peran Jalin dalam mengorkestrasi Sistem Pembayaran Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE);
- Peran Jalin dalam mendukung transformasi Bank Pembangunan Daerah bersama Asosiasi Bank Daerah (ASBANDA), serta;
- Penguatan sistem pembayaran & keamanan siber melalui implementasi Fraud Detection System yang sedang dikembangkan bersama Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH).
Dewan Komisaris turut menyampaikan apresiasi kepada Direksi dan pemangku kepentingan lainnya yang mendukung Jalin dalam menghadapi tantangan bisnis yang kompleks, baik dari sisi operasional internal maupun dinamika eksternal.
“Mewakili Dewan Komisaris, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, terutama Direksi Jalin yang telah berhasil menghadapi tantangan bisnis yang semakin kompleks. Meskipun demikian, kami menilai bahwa Jalin tetap dapat menjaga stabilitas layanan core business, mengembangkan, dan beradaptasi dengan teknologi serta berhasil mengeksekusi berbagai inisiatif strategis. Dalam menjalankan inisatif tersebut, Dewan Komisaris mendorong manajemen Jalin untuk terus meningkatkan implementasi tata kelola perusahaan terbaik dan pengendalian internal melalui mitigasi risiko yang terukur,” ungkap Syaifudin, Komisaris Jalin.
Di tengah tantangan industri sistem pembayaran yang dihadapkan pada ancaman siber, Jalin membuktikan resiliensinya dengan mengutamakan stabilitas layanan dan keandalan infrastruktur yang dijalankan. Komitmen ini merupakan fondasi krusial bagi kelangsungan bisnis mitra, guna mendukung para member untuk secara konsisten menghadirkan layanan prima kepada setiap nasabahnya.