Harbolnas Ramadan 2021 telah tiba. Tahun ini, Harbolnas di bulan Ramadan digelar serentak di sejumlah marketplace di Indonesia pada H-10 dan H-5 menjelang Hari Raya Idulfitri dan pemerintah akan memberikan dukungan penuh untuk produk buatan dalam negeri. Namun, meski ada banyak diskon atau promosi menarik, keamanan bertransaksi tetap harus diperhatikan.

 

Apa itu Harbolnas?

 

Harbolnas adalah singkatan dari Hari Belanja Online Nasional. Ini merupakan sebuah perayaan yang dicetuskan pertama kali pada tahun 2012 ketika platform e-commerce di Indonesia mulai mendapatkan perhatian dari masyarakat. Semangat yang diusung yaitu untuk mendorong dan mengedukasi masyarakat Indonesia mengenai kemudahan berbelanja daring.

Perayaan Harbolnas bisa dibilang terinspirasi dari perayaan belanja daring Cyber Monday dan Black Friday yang umum terjadi di berbagai negara maju seperti Amerika, Kanada, Inggris, Jerman, dan Jepang. Pelopornya di Indonesia adalah beberapa e-commerce besar pada saat itu seperti Lazada, Zalora, BerryBenka, PinkEmma, Bilna, Traveloka, Luxola, dan beberapa e-commerce lainnya.

Setelah sukses dengan Harbolnas pertama yang bertajuk 12.12.12, Harbolnas kembali digelar pada 12 Desember di tahun 2013, 2014, 2015, 2016, sampai saat ini. Itulah sebabnya, Harbolnas dikenal juga sebagai 1212 karena selalu digelar pada 12 Desember. Namun, dalam perjalannya, Harbolnas terus berkembang. Kini, masyarakat juga bisa merasakan perayaan belanja online di bulan Ramadan menjelang hari raya Idulfitri.

 

Tips Aman Transaksi di Harbolnas Ramadan 2021

 

Hari Belanja Online Nasional yang memanfaatkan momentum Ramadan digelar pertama kali pada 2016. Pada saat itu, setidaknya ada 32 pemain e-commerce di Indonesia yang berkomitmen untuk terlibat dalam perayaan. Di tahun pertamanya, anak perusahaan PT. Pos Indonesia, PT. Pos Logistik Indonesia juga turut berpartisipasi untuk memfasilitasi layanan last mile delivery.

Di tahun 2021, Harbolnas di bulan Ramadan kembali digelar dan mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah untuk mendorong pembelian produk-produk buatan dalam negeri. Harbolnas Ramadan tahun ini digelar pada H-10 dan H-5 menjelang hari raya Idulfitri.

Pun begitu, masyarakat tidak boleh terlena begitu saja dengan promosi yang ada dalam platform e-commerce. Sudah menjadi rahasia umum bahwa ada saja oknum tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan momen Harbolnas untuk mendapatkan keuntungan lebih. Agar terhindar dari para oknum tersebut, kami sudah merangkum beberapa tips yang bisa dicoba.

 

Berikut adalah empat tips transaksi aman di Harbolnas Ramadan:

 

Pastikan Untuk Cek Reputasi Penjual

 

Jika kita sudah mengetahui reputasi dari penjual di e-commerce, berbelanja daring pasti bisa menjadi nyaman dan aman. Jadi, sebelum melakukan transaksi pembelian, pastikan dulu reputasi penjual dari toko yang dikunjungi. Beberapa cara yang bisa dilakukan yaitu:

Pertama, lihat badge atau lencana penjual. Jika penjual memiliki official store badge atau star seller badge dari platform e-commerce bersangkutan, artinya penjual tersebut bisa dipercaya karena sudah terverifikasi.

Kedua, lihat bintang atau rating dari barang-barang yang dijual. Jika sebagian besar barang memiliki rating atau bintang empat ke atas, berarti barang di toko tersebut memiliki kualitas yang bagus dan dikemas dengan baik.

Ketiga, perhatikan ulasan dari para pembeli sebelumnya. Jika sebagian besar pembeli memberikan ulasan yang baik, artinya pelayanan dari toko tersebut sangat bisa dipercaya.

Selain itu, tidak jarang juga para pembeli sebelumnya meninggalkan foto-foto produk yang lebih nyata tanpa edit yang memungkinkan kita untuk memperkirakan bagaimana bentuk dan ukuran barang yang ingin dibeli.

 

Jangan Memberikan Informasi Pribadi

 

Informasi pribadi di era digital punya nilai yang jauh lebih berharga dari sebelumnya. Jadi, jangan pernah tergiur untuk mendapatkan harga yang menarik dengan memberikan informasi pribadi seperti rekening bank, jaminan sosial, nomor KTP, SIM atau sesuatu yang lebih privasi. Sebab, bisa saja informasi tersebut disalahgunakan.

Toko online yang terpercaya tidak akan pernah meminta para pembeli  memberikan informasi lebih dari yang diperlukan untuk melakukan penjualan. Secara umum, ketika akan menyelesaikan pembayaran, ada beberapa informasi yang diminta seperti alamat pengiriman, nomor telepon, dan alamat email.

 

Bertransaksi via Metode Pembayaran Terpercaya

 

Dibandingkan dengan 10 tahun silam, metode pembayaran untuk melunasi tagihan belanja online yang tersedia saat ini sudah jauh lebih beragam. Jadi, pastikan untuk bertransaksi melalui metode pembayaran yang terpercaya. Hindari melakukan transaksi langsung ke nomor rekening penjual, apalagi bila penjual tersebut memiliki reputasi yang tidak jelas.

 

Berikut adalah beberapa metode pembayaran terpercaya untuk transaksi jual-beli online:

 

Transfer Antar Bank

 

Transfer antar bank masih menjadi salah satu metode pembayaran favorit untuk transaksi belanja online di Indonesia. Cara untuk melunasi tagihan belanjanya pun beragam, bisa melalui mobile banking maupun transfer melalui ATM seperti ATM LINK yang tersebar di seluruh Indonesia.

 

Dompet Digital

 

Menurut laporan Shopback, 65 persen responden menyebutkan bahwa dompet digital merupakan metode pembayaran favorit mereka untuk melunasi tagihan belanja online. Selain dengan melakukan pemotongan atau transfer, salah satu cara pembayaran paling aman lewat dompet digital adalah dengan menggunakan metode pindai kode QR yang sudah didukung oleh sistem QRIS.

QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) adalah standar kode QR nasional untuk memfasilitasi pembayaran digital melalui aplikasi uang elektronik berbasis serverdompet digital, atau mobile banking.

 

Hindari Diskon Berlebihan

 

Terakhir, hindari tawaran diskon yang berlebihan. Membeli barang dengan harga penawaran yang terlalu rendah patut dipertanyakan karena bisa saja barang tersebut bukan merupakan barang asli. Jadi, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, cek kembali reputasi penjual dan ulasan para pembeli sebelumnya.

Jika reputasi meyakinkan tetapi tidak ada ulasan, hubungi penjual melalui media komunikasi yang tersedia untuk melakukan konfirmasi. Pertanyakan kembali mengenai garansi, tata cara pengembalian, sampai pelunasan pembayaran. Jika ada gelagat tidak baik seperti klaim barang yang habis dan tidak di restock atau penjual meminta informasi pribadi, lebih baik batalkan transaksi.

 

Akhir Kata

 

Sektor e-commerce adalah salah satu sektor digital yang paling berkembang pesat di Indonesia. Dari sini, banyak sektor industri lain yang terdisrupsi. Mulai dari logistik, pembayaran, sampai UMKM.

Pertumbuhan e-commerce juga tidak luput dari perhatian pemerintah sebagai sarana untuk mendorong pertumbuhan produk lokal. Bentuk nyata dukungan produk dalam negeri oleh pemerintah ini terwujud melalui program Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang diluncurkan 2020 silam. Salah satu tujuan yang ingin dicapai dari program BBI ini adalah mendukung UMKM Indonesia untuk terhubung dengan ekosistem digital seperti e-commerce.

Kemudahan yang ditawarkan layanan e-commerce menjadi salah satu alasan mengapa masyarakat saat ini lebih memilih untuk bertransaksi online. Apalagi di situasi tidak menentu seperti saat ini akibat pandemi Covid-19 yang mengharuskan kita untuk membatasi interaksi sosial. E-commerce seolah-olah menjadi solusi di tengah ketidakpastian ini.

Namun, dengan segala kemudahan yang ditawarkan, pembeli juga harus cerdas dalam melakukan transaksi belanja online lewat layanan e-commerce. Meski saat ini sudah jauh lebih baik, tetapi tetap saja akan ada oknum yang berupaya memanfaatkan berbagai momentum untuk meraih keuntungan pribadi tidak seharusnya.

Semoga dengan tips singkat ini, masyarakat dapat menjadi lebih bijak dalam melakukan transaksi digital dan tidak tergiur dengan promosi murahan dari  para oknum penjual tidak bertanggung jawab. Sehingga, momen Harbolnas Ramadan 2021 dapat berjalan lebih lancar dan pada akhirnya bisa memberikan dampak yang positif bagi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.