Jakarta – PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) menerima kunjungan dari Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) dan Danantara Indonesia di Command Center SPP-TDLN Jalin pada Kamis, 10 September 2026. Kunjungan ini menjadi bagian dari peninjauan kesiapan operasional Jalin dalam mendukung implementasi Sistem Pemungutan Pajak atas Transaksi Digital Luar Negeri (SPP-TDLN) secara bertahap.
Dalam kesempatan tersebut, Ario Tejo Bayu Aji – Direktur Utama Jalin – memaparkan kesiapan implementasi SPP-TDLN secara menyeluruh, mencakup mekanisme operasional, kesiapan teknis, hingga skema pemantauan sistem. Melalui Command Center SPP-TDLN, Jalin juga menunjukkan bagaimana proses pengawasan dan pengendalian operasional dipersiapkan untuk mendukung pelaksanaan sistem secara terukur dan terkoordinasi.
“Bagi Jalin, kesiapan SPP-TDLN bukan hanya mengenai kesiapan teknologi, tetapi juga memastikan seluruh proses dan pihak yang terlibat dapat bekerja dalam satu mekanisme terintegrasi. Implementasi dilakukan secara bertahap untuk memastikan setiap aspek dalam ekosistem sudah siap. Bukan hanya dari sisi sistem Jalin, tetapi juga dari sisi keamanan dan kesiapan operasional penerbit yang terhubung. Fondasi ini yang kami jaga agar ketika implementasi diperluas, sistem sudah berjalan stabil dan seluruh pihak dapat menjalankan perannya dengan baik,” ungkap Ario.
Jalin menempatkan integrasi ekosistem sebagai salah satu aspek penting dalam implementasi SPP-TDLN. Pelaksanaannya melibatkan Pemerintah sebagai pemangku kebijakan, institusi penerbit dari perbankan dan perusahaan teknologi finansial yang telah ditunjuk, serta Jalin sebagai penyedia infrastruktur yang menghubungkan proses tersebut dalam satu sistem operasional.
Kolaborasi antarpihak tersebut menjadi fondasi penting agar kesiapan yang telah dibangun pada sisi sistem dapat direalisasikan dalam implementasi yang efektif. Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No.49 Tahun 2026 (PMK), penerbit yang terhubung dengan SPP-TDLN terlebih dahulu melalui periode pengembangan dan stabilisasi untuk memastikan kesiapan sistem, interkoneksi, serta aspek keamanan sebelum memasuki tahap operasional. Dengan mekanisme ini, perluasan implementasi dapat dilakukan secara terukur dengan parameter kesiapan yang jelas.
Kunjungan BP BUMN dan Danantara menjadi bagian dari dukungan terhadap proses kesiapan tersebut. Peninjauan secara langsung memberikan ruang untuk menyelaraskan pemahaman mengenai kesiapan sistem, mekanisme pelaksanaan, serta kebutuhan koordinasi menjelang implementasi SPP-TDLN secara bertahap.
Ke depan, Jalin akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah serta seluruh penerbit yang terlibat dalam SPP-TDLN. Dengan kesiapan infrastruktur yang telah dibangun dan dukungan para pemangku kepentingan, implementasi secara bertahap diharapkan dapat memastikan proses transisi berjalan dengan andal sekaligus membangun fondasi yang kuat untuk pengoperasian SPP-TDLN dalam skala yang lebih luas.