Debit online merupakan salah satu metode pembayaran online favorit yang digunakan oleh masyarakat Indonesia. Hal tersebut terungkap dalam hasil survei Katadata Insight Center dan Kredivo pada 2021 silam. Menurut survei, ada 11 persen dari 3.560 responden yang memilih debit online sebagai preferensi metode pembayaran online mereka. Sementara sisanya memilih dompet digital (65%), virtual account (51%), pembayaran melalui minimarket (39%), cicilan tanpa kartu atau paylater (27%), dan kartu kredit (6%).

 

Apa itu Debit Online?

Debit online adalah inovasi layanan perbankan yang dapat memfasilitasi nasabah dalam menyelesaikan transaksi menggunakan kartu debit di merchant online atau e-commerce yang dilengkapi keamanan OTP atau 3DS (3D Secure). Sumber dana yang digunakan untuk bertransaksi dapat berasal dari rekening tabungan nasabah atau saldo kartu debit online yang sudah di top-up.

Menurut artikel Kompas, fasilitas ini pertama kali diperkenalkan di Indonesia oleh Bank Mandiri pada tahun 2013 melalui layanan Kartu Mandiri Debit. Kartu tersebut adalah kartu debit visa pertama di Indonesia yang tersertifikasi oleh Visa (VbV – 3DS) untuk dipergunakan berbelanja online di toko online yang sudah Verified by Visa. Sertifikasi tersebut berfungsi dalam memastikan keamanan transaksi dan melindungi pengguna dari cyber fraud.

 

Manfaat dan Kekurangan Debit Online

Kehadiran debit online dapat menjadi alternatif metode pembayaran online bagi nasabah yang tidak suka ‘berhutang’ pada bank karena sumber dana yang digunakan adalah dana milik nasabah. Di samping itu, nasabah juga bisa merasakan beberapa manfaat lain dari layanan debit online ini. Berikut penjelasan singkatnya:

 

Manfaat debit online:

  • Kemudahan berbelanja online: Nasabah yang memiliki fasilitas debit online mendapatkan kemudahan untuk berbelanja online di berbagai platform yang sudah mendukung sistem keamanan 3DS, baik di dalam maupun luar negeri.
  • Praktis: Nasabah dapat menyelesaikan transaksi belanja online tanpa perlu berpindah dari aplikasi e-commerce ke aplikasi mobile banking.
  • Tidak ada bunga atau denda: Berbeda dengan kartu kredit, debit online dapat digunakan berbelanja tanpa harus khawatir dikenakan bunga dan denda karena dana yang digunakan berasal dari rekening tabungan nasabah pemilik kartu debit.
  • Bertransaksi dalam jumlah besar: Pengguna debit online bisa bertransaksi dalam jumlah yang lebih besar dari limit kartu kredit selama nominal transaksi tersebut tidak melebihi saldo di dalam rekening tabungan miliknya.
  • Bebas hutang: Nasabah yang menggunakan debit online tidak tercatat sebagai pihak yang memiliki utang layaknya nasabah pengguna kartu kredit karena dana yang dipakai adalah dana dalam rekening tabungan nasabah.

Selain memperhatikan manfaatnya, nasabah juga perlu mempertimbangkan kekurangan dari debit online agar dapat memilih dan menggunakan metode pembayaran yang paling sesuai dengan kebutuhannya. Berikut penjelasan singkatnya.

 

Kekurangan debit online

  • Tidak ada cicilan bulanan: Pada umumnya, debit online tidak mendukung fasilitas pembayaran cicilan sehingga nasabah harus melunasi tagihan belanja online secara penuh dengan dana di dari rekening tabungannya.

Pilihan Ada di Tangan Nasabah

Masyarakat Indonesia saat ini punya banyak pilihan metode pembayaran digital. Masing-masing metode pembayaran tersebut memiliki kekurangan dan kelebihannya sendiri.

Misalnya, ada dompet digital yang bisa dipakai nasabah untuk berbelanja online tanpa harus memiliki rekening bank. Namun, kebanyakan dari layanan ini penggunaannya terbatas untuk dalam negeri saja.

Metode pembayaran melalui minimarket atau gerai ritel juga menjadi pilihan yang cukup menjanjikan di Indonesia. Akan tetapi, metode tersebut juga terbatas untuk dalam negeri, harus menghitung uang tunai, dan nasabah perlu pergi ke minimarket terdekat hanya untuk melakukan transaksi sederhana.

Oleh karena itu, kehadiran debit online sebenarnya bisa menjadi jalan tengah bagi masyarakat Indonesia. Layanan ini dapat memfasilitasi masyarakat Indonesia untuk melakukan transaksi belanja online dengan lebih mudah, dan tidak perlu khawatir dengan tagihan di akhir bulan seperti ketika memakai kartu kredit.

Namun, perlu diingat juga bahwa kebutuhan dan tingkat literasi keuangan setiap individu itu berbeda-beda. Sehingga, metode pembayaran favorit antara satu individu dengan individu lainnya belum tentu sama karena pilihannya masing-masing setelah mempertimbangkan berbagai aspek finansialnya sendiri.