CIMB Niaga dan Jalin Kerja Sama Tingkatkan Transaksi Perbankan bagi Nasabah

CIMB Niaga dan Jalin Kerja Sama Tingkatkan Transaksi Perbankan bagi Nasabah

JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) menandatangani kesepakatan kerja sama dengan PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) pada Senin, 8 November 2021 secara daring. CIMB Niaga bermitra dengan Jalin untuk meningkatkan size volume transaksi perbankan, mengingat switching services dengan brand Link yang dioperasikan Jalin adalah salah satu jaringan ATM terbesar di Indonesia saat ini.

Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Lani Darmawan menyatakan, kerja sama CIMB Niaga dan Jalin memberikan keuntungan kepada kedua pihak (mutualisme). Dalam hal ini, CIMB Niaga bisa memanfaatkan semua kanal jaringan Link untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi nasabah dalam melakukan transaksi perbankan. Mulai dari transaksi penarikan tunai, cek saldo, dan transfer dana melalui seluruh channel perbankan yang tergabung dalam jaringan switching Link.

“Melalui kemitraan dengan Jalin, kami dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar kepada nasabah. Hal ini juga bagian dari dukungan kami terhadap gerakan cashless society,” ujar Lani.

Direktur Utama Jalin Boyke Yurista menyambut baik bergabungnya CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia yang menjadi member Jalin. Hal ini merupakan momentum yang baik dalam suasana hari ulang tahun Jalin ke-5 yang jatuh pada 3 November 2021 kemarin.

“Kami akan terus memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh member yang tergabung dalam layanan switching milik Jalin agar seluruh member kami dapat semakin memberikan pengalaman bertransaksi yang lebih baik, cepat, dan aman bagi seluruh nasabahnya tidak terkecuali pada masyarakat Indonesia pada umumnya.”

Boyke menambahkan, Jalin berkomitmen untuk menyediakan jaminan layanan transaksi keuangan yang aman serta efisien kepada seluruh nasabah CIMB Niaga serta member yang lain. Kemitraan ini akan memberikan manfaat bagi penyelenggaraan transaksi yang diimplementasikan lewat kanal media elektronik, seperti layanan pengelolaan transaksi menggunakan ATM serta fasilitas maupun services yang akan dikembangkan oleh Jalin ke depannya.

Langkah Jalin untuk menjadi The National Digital Highway saat ini juga sejalan dengan rencana CIMB Niaga untuk menjadikan digitalisasi sebagai strategi utama Perusahaan. Bagi CIMB Niaga, digitalisasi diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan bisnis, seiring dengan peralihan perilaku masyarakat Indonesia yang banyak menggunakan kanal digital ketika melakukan transaksi keuangan.

CIMB Niaga terus mengembangkan produk-produk berbasis digital untuk melengkapi layanan yang diberikan melalui kantor cabang. Per 30 September 2021, 96% dari total transaksi nasabah telah dilakukan melalui layanan digital banking seperti OCTO Mobile, OCTO Clicks, BizChannel@CIMB, Automated Teller Machines (“ATM”), dan Rekening Ponsel.

“Jalin juga menargetkan pertumbuhan pendapatan double digit yang dikontribusikan dari layanan Switching ATM Link, Switching Debit Link, Switching QRIS serta Managed Services pada tahun 2021 untuk mempersiapkan Jalin menghadapi tantangan di tahun mendatang dengan mengembangkan produk serta layanan baru berbasis digital yang akan dirilis tahun mendatang,” ujar Boyke.

5 Tahun Jalin, Semakin Memberikan Arti di Setiap Langkah Digitalmu

5 Tahun Jalin, Semakin Memberikan Arti di Setiap Langkah Digitalmu

Tanggal 3 November 2021 menandai perjalanan lima tahun PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) di Indonesia yang terus berperan aktif dalam mewujudkan efisiensi dan kedaulatan sistem pembayaran nasional. Kini, Jalin siap mengambil langkah maju dalam mewujudkan visinya menjadi The National Digital Highway yang memberikan kenyamanan dan pengalaman transaksi digital yang semakin berarti di setiap langkah masyarakat Indonesia.

Jalin didirikan pada tanggal 3 November 2016 atas inisiatif Kementerian BUMN, Telkom Indonesia, dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yakni BNI, Bank Mandiri, BRI, dan BTN. Langkah bisnis Jalin dimulai pada tahun 2017 ketika mendapatkan Lisensi Prinsipal ATM Switching serta Lisensi Prinsipal untuk Debit Switching dan Kliring. Kemudian, sejak tanggal 19 Juni 2019 sesuai dengan arahan Kementerian BUMN, pemegang saham mayoritas Jalin berubah, yang semula Telkom Indonesia menjadi PT Danareksa (Persero).

Langkah strategis tersebut adalah bagian dari upaya Jalin dalam mendukung gerakan cashless society yang sudah digalakkan Pemerintah sejak tahun 2014. Sebagai pijakan awal, Jalin menyediakan dua layanan utama, yaitu switching ATM dan switching Debit dengan brand “Link” untuk memberikan kemudahan transaksi antar bank di mana saja, kapan saja.

Pada tahun 2018 Jalin memperoleh Persetujuan Operasional pada Kepesertaan Sistem BI-RTGS. Di tahun yang sama, Jalin melanjutkan inovasinya dengan mempersiapkan bisnis ATM Managed Service. Layanan ini meluncur secara resmi pada 1 Januari 2019 dan menjadi salah satu bisnis utama Jalin di samping layanan switching.

Layanan ATM Managed Service adalah inovasi untuk memberikan dukungan dalam hal pengelolaan ATM milik bank-bank yang menjadi member Jalin. Lingkupnya seperti pemeliharaan mesin ATM dan pemeliharaan kebersihan ATM. Hal ini sesuai dengan misi Jalin untuk mendukung pengelolaan kanal fisik perbankan nasional yang berbasis teknologi, sehingga memberikan efisiensi dan peningkatan keamanan layanan bagi member bank Jalin.

Tonggak baru perjalanan Jalin sebagai Lembaga Switching terjadi pada tahun 2019 ketika mendapatkan izin sebagai penyelenggara QRIS oleh Bank Indonesia (BI). QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) adalah standar kode QR nasional untuk memfasilitasi pembayaran digital melalui aplikasi uang elektronik berbasis server, dompet digital, atau mobile banking.

Melalui QRIS, para penyelenggara kode QR dapat saling terhubung dan beroperasi. Dalam rangka mendukung implementasi program QRIS BI, Jalin bermitra dengan beberapa PJSP (Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran) yang terdiri atas Bank maupun Non-Bank yang menjadi member layanan QR Switching Jalin.

Kemudian, di tahun 2020, Jalin turut berperan dalam mendukung proses merger 3 bank syariah milik Pemerintah menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI) atas arahan Wakil Presiden Indonesia. Dukungan ini dilakukan melalui pengintegrasian sistem teknologi informasi Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah dan BRIS selama masa interim merger menjadi BSI.

 

Memperkuat Fondasi dan Mengangkat Nilai Pertumbuhan

 

Kini, menginjak usianya yang kelima, Jalin siap bertransformasi menjadi digital enabler yang menghubungkan masyarakat dengan ekosistem finansial dan non finansial. Bertajuk “Jalin5ary” (Jalinfiversary), semangat ulang tahun kelima direfleksikan ke dalam logo angka 5 yang memadukan warna biru dan merah dengan bentuk yang dinamis serta menggambarkan digitalisasi.

Logo ini dilengkapi dengan tagline In Every Step of Your Digital Way” sebagai wujud komitmen Jalin dalam menghadirkan beragam inovasi layanan pembayaran baru. Tagline dibentuk dari 3 keyword utama; We Grow, We Transform, dan We Make It Happen yang mengandung misi memperkuat fondasi serta mengangkat nilai pertumbuhan.

We Grow adalah langkah strategis yang menjadi fondasi awal untuk menghadapi era digitalisasi dan perubahan business landscape Jalin. Hal mendasar yang dilakukan adalah dengan membentuk budaya perusahaan, ditandai dengan peluncuran budaya JalinID pada hari jadi Jalin yang keempat. Satu tahun sejak implementasinya, kini budaya JalinID berperan penting dalam pembentukan karakter Jaliners yang semakin Bisa, Sinergi, dan Tangguh dalam menghadapi perubahan akibat tantangan bisnis dan pandemi.

We Transform adalah inisiatif Jalin dalam menghadapi tantangan di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity) agar semakin bertumbuh. Hal ini ditandai dengan pembaruan struktur organisasi demi memperkuat fondasi serta keterlibatan aktif Jalin dalam beragam inisiatif sinergi pembangunan ekonomi nasional, yang diwujudkan melalui sistem pembayaran QRIS cross-border dan PMO Shared Service.

We Make It Happen merupakan komitmen Jalin untuk mewujudkan sistem pembayaran yang terinterkoneksi, terinteroperabilitas, dan efisien di Indonesia, seiring dengan kemajuan teknologi dan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi. Hal ini Jalin hadirkan melalui penambahan anggota jaringan Link yang saat ini telah berjumlah 31 member yang terdiri dari bank dan non-bank, beragam sinergi bisnis dengan pelaku industri, serta investasi dalam inovasi-inovasi digital.

Bersinergi dengan BUMN dan Himbara, Jalin sebagai penunjang infrastruktur transaksi antar bank mengembangkan fitur-fitur layanan yang semakin beragam untuk bank member Jalin termasuk bank Himbara. Inovasi digital dan physical channel seperti Anjungan Tunai Mandiri (ATM), ATM Setor Tunai (CDM) dan ATM Setor Tarik (CRM) turut dikembangkan, sehingga kegiatan finansial masyarakat dapat semakin nyaman.

Memasuki usia kelima, Jalin akan terus melanjutkan kontribusi aktifnya dalam mewujudkan efisiensi sistem pembayaran dalam negeri yang lebih baik. Di saat yang bersamaan mendukung program Pemerintah dalam memperluas layanan pembayaran yang menjangkau hingga pelosok tanah air. Didukung dengan aktivitas bisnis berbasis tata kelola perusahaan yang baik dan efektif, ke depannya Jalin dapat semakin siap dalam menemani setiap langkah transaksi masyarakat Indonesia.

Jalin & Bank Jatim Sepakati Kerja Sama Bisnis Layanan Keuangan Terintegrasi

Jalin & Bank Jatim Sepakati Kerja Sama Bisnis Layanan Keuangan Terintegrasi

Jakarta, 01 Oktober 2021 – PT Jalin Pembayaran Nusantara (“Jalin”) melakukan tanda tangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (“bankjatim”) pada Jumat, 01 Oktober 2021 secara daring. Penandatanganan tersebut merupakan salah satu upaya Jalin untuk memperluas jangkauan ekspansi layanan switching perbankan untuk segmen Bank Pembangunan Daerah (“BPD”). Dengan total aset Rp. 95,48 triliun, bankjatim merupakan BPD bank buku 3 pertama yang menjadi member Jalin.

Direktur Utama Jalin Boyke Yurista menyatakan, kerja sama ini merupakan sinergi yang baik antar Perusahaan terutama di masa pemulihan pandemi saat ini. Jalin akan memberikan solusi terintegrasi bagi seluruh member dengan menawarkan pelayanan terbaik serta terus melakukan inovasi produk dalam menghadapi tantangan zaman ke depannya” ujar Boyke. 

Lewat skema kerja sama ini, Jalin dan bankjatim juga akan membuka kesempatan untuk bersinergi dalam mengakselerasi transformasi keuangan digital di mana saat ini masih belum banyak BPD yang melakukan sebagaimana inisiatif yang diluncurkan oleh bankjatim. Direktur Teknologi Informasi dan Operasi bankjatim Tonny Prasetyo menyampaikan bahwa saat ini bankjatim tengah gencar melakukan inovasi berbasis layanan digital bagi nasabahnya. “Kami harus terus beradaptasi di tengah pandemi saat ini, salah satunya lewat branding digital terbaru yakni JConnect. Ke depannya kerja sama yang baik antara bankjatim dan Jalin akan terus kami tingkatkan dan berkesinambungan” ungkap Tonny. 

Dukungan kepada bankjatim diberikan sesuai dengan rencana strategis Perusahaan dengan menjadikan Jalin sebagai National Digital Highway melalui transformasi menjadi digital enabler yang menghubungkan masyarakat dengan ekosistem finansial dan non finansial. Hal tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan efisiensi bisnis proses dan layanan kepada nasabah yang menjadi member Jalin. “Ke depannya, kami akan memberikan kenyamanan dan kemudahan sistem transaksi keuangan kepada publik lewat produk dan layanan jasa dengan turut berperan dalam implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Bank Indonesia tahun 2025 serta terlibat langsung dalam pelayanan Open API dan Open Banking” tambah Boyke.

Jalin menargetkan pertumbuhan pendapatan double digit yang dikontribusikan dari layanan Switching ATM Link, Switching Debit Link, Switching QRIS serta Managed Services pada tahun 2021. Selain itu, Jalin juga menyiapkan platform digital yang robust sehingga dapat membawa pertumbuhan secara prudent, aman, dan competitive melalui tata kelola berkesinambungan. Pada laporan manajemen quartal II tahun 2021, layanan switching Jalin mencatatkan lebih dari 400 juta transaksi serta mendulang pertumbuhan dari segmen bisnis managed service dengan pengelolaan jumlah ATM SLM dan Premises mencapai lebih dari 13.000 unit atau meningkat hingga 100% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya. 

Dengan catatan tersebut, menjadikan Jalin sebagai Perusahaan yang berkomitmen untuk memberikan layanan kepada seluruh member lewat aktivitas bisnis berbasis tata kelola perusahaan yang baik dan efektif. Jalin juga senantiasa berupaya menjalankan bisnis dengan menjaga implementasi manajemen resiko atas segala transaksi yang dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi para pelanggan. “Sebagai Perusahaan yang sangat bergantung kepada perangkat teknologi, sistem informasi, dan jaringan, kami selalu menjaga kepercayaan dan keamanan transaksi nasabah yang menjadi member Jalin sesuai pedoman dan standarisasi yang disyaratkan dalam ISO 27001:2013” tutup Boyke.

5 Kelebihan Metode Pembayaran QRIS

5 Kelebihan Metode Pembayaran QRIS

Transaksi digital yang bersifat contactless adalah keniscayaan di tengah pesatnya kemajuan teknologi yang terus membuka pintu peluang baru dalam bisnis. Di Indonesia, metode pembayaran dengan QR code kini menjadi kian populer dan terakselerasi semenjak pandemi berlangsung. Per 1 Januari 2020, implementasi QRIS sebagai standar kode QR nasional pun secara resmi diinstruksikan oleh Bank Indonesia (BI) sebagai regulator. Hal ini berdampak positif bagi masyarakat dalam ketersediaan alternatif pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan handal.

 

Tujuan Utama QRIS

 

QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) adalah standar kode QR nasional untuk memfasilitasi pembayaran digital melalui aplikasi uang elektronik berbasis serverdompet digital, atau mobile banking. Ini adalah terobosan transaksi non tunai berbasis digital dari Bank Indonesia (BI) bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI).

Tujuan utama dari kehadiran QRIS adalah untuk mewujudkan sistem pembayaran yang lebih mudah bagi masyarakat dan dapat diawasi oleh regulator dari satu pintu. Hal ini demi menciptakan sistem pembayaran yang efisien, efektif dan mengacu pada prinsip utama kebijakan sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan handal (CEMUMUAH) serta bertitik tolak pada aspek higienitas dalam bertransaksi.

 

Kelebihan Metode Pembayaran QRIS

 

Kehadiran metode pembayaran QRIS di tengah masyarakat juga akan memudahkan transaksi non tunai antara pelanggan dan pemilik bisnis. Dengan menggunakan QRIS, pemilik bisnis hanya perlu menyediakan satu QR code dan pelanggan bisa membayar melalui aplikasi apa saja yang mendukung. Hal ini tak lepas dari keunggulan lintas platform dari QRIS.

 

Berikut 5 kelebihan metode pembayaran :

 

1. Mempercepat Transaksi

 

Pembayaran non tunai dengan QRIS itu praktis dan cepat. Pelanggan tidak perlu repot-repot membawa uang tunai dan pemilik usaha tidak perlu repot mencari uang kembalian. Cukup pindai kode QR melalui aplikasi yang mendukung, masukan nominal pembayaran, dan selesaikan pembayaran. Transaksi pun selesai dengan cepat selama ada koneksi internet.

 

2. Mempermudah Transaksi

 

Kehadiran QRIS juga mempermudah transaksi pemilik usaha karena tidak perlu repot mendaftar sebagai merchant di satu per satu layanan pembayaran digital. Bayangkan bila Anda memiliki bisnis kecil dan melakukan hal tersebut karena saat ini setidaknya ada  38 layanan dompet digital yang telah mendapat lisensi resmi di Indonesia. Dengan QRIS, pemilik bisnis cukup mendaftar satu kali dan bisa menerima pembayaran dari berbagai bank atau dompet digital yang mendukung. Di samping itu, setiap transaksi tercatat dengan baik sehingga lebih mudah dalam mengontrol keuangan.

 

3. Lebih Terjangkau

 

Saat ini, BI masih memperpanjang kebijakan gratis biaya transaksi non tunai melalui saluran pembayaran QRIS bagi usaha mikro yang dibebankan ke toko (Merchant Discount Rate/MDR). Tahun lalu, BI menetapkan biaya transaksi maksimal untuk QRIS sebesar 0,7 persen yang akan ditanggung oleh mitra atau merchant. Angka tersebut juga bisa menjadi lebih kecil jika transaksi pembayaran masuk dalam kategori khusus. Bila dibandingkan dengan nominal transaksi secara keseluruhan, angka ini jelas sangat kecil. Di sisi lain, pembeli tidak dikenakan biaya apa pun.

Kategori merchant yang masuk dalam jenis transaksi regular dan dikenakan biaya transkasi MDR maksimal sebesar 0,7 persen adalah Usaha Kecil (UKE), Usaha Menengah (UME), dan Usaha Besar (UBE). Sementara untuk kategori Usaha Mikro (UMI), tidak akan dikenakan biaya MDR sampai akhir tahun 2021.

Sedangkan untuk merchant yang masuk dalam jenis transaksi khusus, beban biaya MDR yang dikenakan bisa lebih kecil. Contohnya, Pendidikan (0,6%) dan SPBU atau Public Service Obligation (0,4%). Sementara untuk transaksi nirlaba seperti bansos, Government to People, dan People to Government tidak akan dibebankan biaya MDR sepeser pun.

 

4. Terjamin Aman

 

Pembayaran dengan QRIS juga terjamin aman karena prinsip pembayaran melalui pemindaian kode QR ini mirip dengan transfer saldo antar rekening. Setiap melakukan transaksi, biasanya akan membutuhkan PIN atau kode khusus untuk persetujuan. Jika ada transaksi tidak wajar pun bisa dengan mudah dilaporkan ke penyedia jasa karena semuanya bersifat daring dan tercatat. Di sisi lain, metode pembayaran QRIS juga meminimalkan peredaran uang palsu di tengah masyarakat.

 

5. Handal

 

Dengan menggunakan metode pembayaran QRIS, riwayat transaksi dapat dicek secara berkala oleh pemilik bisnis karena semua transaksi terproses dan terekam secara otomatis. Dengan begitu, pemilik bisnis dapat memantau, menganalisis, dan menentukan strategi keuangan usaha kedepannya.

 

Akhir Kata

 

Kehadiran QRIS di tengah masyarakat adalah jawaban dari pihak regulator untuk memberikan akses transaksi digital yang lebih baik. Dengan QRIS, kini pemilik usaha hanya perlu memiliki satu kode QR dan pelanggan bisa memakai aplikasi apa saja yang mendukung transaksi pembayaran menggunakan kode QR. Perkembangan teknologi memang tidak bisa dibendung, yang bisa kita lakukan adalah beradaptasi agar dapat menggunakan teknologi untuk mempermudah kehidupan sehari-hari.

Peran Budaya Perusahaan Menciptakan Kesetaraan Gender di Dunia Kerja

Peran Budaya Perusahaan Menciptakan Kesetaraan Gender di Dunia Kerja

Kesetaraan gender dan keberagaman dalam dunia kerja masih menjadi target yang terus diupayakan untuk terwujud di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Namun, mewujudkan hal ini tidak dapat dilakukan begitu saja dalam satu malam. Ada banyak pihak yang harus berperan aktif dan terlibat untuk menciptakan budaya kerja yang sehat dan bersahabat bagi semua pihak di perusahaan.

Kesetaraan gender dalam dunia kerja sendiri merupakan salah satu bentuk implementasi kesetaraan kesempatan di tempat kerja, dimana setiap individu mendapatkan kesempatan kerja, karir, pengembangan diri, dan perlakuan yang sama tanpa memandang perbedaan suku, ras, agama, maupun golongan, termasuk gender.

Menurut riset dari Accenture (2018), kesetaraan dalam lingkungan kerja dapat menjadi kunci utama penggerak inovasi. Sementara laporan Grant Thornton International yang bertajuk “Women in Business 2018” menyebutkan bahwa bisnis perusahaan dapat meningkat secara signifikan dengan kehadiran setidaknya satu perempuan di posisi manajemen senior.

Hal ini tercermin dari para pemimpin perempuan di Indonesia yang sudah memberikan dampak positif, baik bagi perusahaan maupun masyarakat luas. Beberapa di antaranya yaitu Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Mantan Walikota Surabaya yang kini menjabat sebagai Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Sementara di lingkungan Danareksa Group, perempuan turut menempati banyak posisi strategis, sebut saja Direktur Financial & Business Support PT Jalin Pembayaran Nusantara A. Pawitra Indriati, Direktur Utama PT BRI Danareksa Sekuritas Friderica Widyasari, Direktur PT Danareksa Investment Management Egi Indrawati, dan Corporate Secretary PT Danareksa (Persero) Putu Dewika Angganingrum.

Untuk mencapai kesetaraan gender dalam perusahaan, perlu peran aktif dari seluruh pihak. Hal ini bisa dimulai dari tim kepemimpinan yang tegas dan dapat menetapkan, berbagi, serta mengukur target kesetaraan secara terbuka; Kebijakan dan praktik yang ramah dengan keluarga, mendukung semua jenis kelamin dan tidak bias dalam menarik dan mempertahankan orang; Lingkungan kerja yang mempercayai karyawan, menghormati individu, dan menawarkan kebebasan untuk berkreasi serta melatih dan bekerja secara fleksibel.

 

Budaya Perusahaan Berperan Penting Dalam Menciptakan Kesetaraan Gender di Dunia Kerja

 

Budaya perusahaan merupakan fondasi yang berisi norma-norma, nilai-nilai, cara kerja karyawan, dan kebiasaan yang pada akhirnya akan bermuara pada kualitas kinerja organisasi. Jika perusahaan ingin membangun budaya perusahaan yang dapat menciptakan kesetaraan gender lebih baik bagi perempuan untuk dapat berkembang dan berkreasi, perusahaan perlu memiliki strategi inklusif dan keragaman. Strategi tersebut juga harus selaras dengan rencana bisnis perusahaan secara keseluruhan karena akan membentuk fondasi penting agar para pemimpin dapat mengambil tindakan dan mendorong kemajuan.

Menciptakan budaya kesetaraan dalam dunia kerja harus dimulai dari atas, yaitu pemimpin perusahaan. Para pemimpin perusahaan harus tegas dalam menetapkan prinsip dasar dan filosofi dalam pengelolaan sumber daya manusia, dimana setiap individu adalah unik dengan segala atribut individunya, termasuk gender. Selanjutnya perusahaan perlu membuat lingkungan kerja sehat yang saling menghormati individu dan menawarkan kebebasan untuk berkreasi. Prinsip dasar dan filosofi inilah selanjutnya perlu dituangkan dalam tindakan nyata melalui sejumlah kebijakan, praktik, dan program tempat kerja harus dibuat dan didukung untuk meningkatkan kemajuan bagi semua.

Di Indonesia, langkah-langkah untuk mencapai kesetaraan gender dalam dunia kerja sudah dimulai dari tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menteri BUMN Erick Thohir, dalam berbagai kesempatan, berkali-kali menegaskan harapannya agar BUMN dapat mencapai target 15 persen kepemimpinan perempuan di jajaran Board of Director (BOD) pada 2021 dan 20 persen pada 2023. Komunitas Srikandi BUMN juga didirikan untuk memberikan wadah bagi perempuan berkarya di BUMN agar dapat saling mendukung, membangun personal and professional capability, serta membangun kesadaran semua pihak tentang perkembangan karir berbasis kompetensi dan performansi karyawan tanpa ada perbedaan kesempatan karena gender.

PT. Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) yang merupakan bagian dari BUMN dengan saham yang dimiliki oleh Danareksa Group dan Telkom Group menjawab tantangan untuk menciptakan budaya perusahaan yang sehat dan mendukung kesetaraan ini melalui tiga nilai utama yang terangkum ke dalam budaya JalinID, yaitu BISA, SINERGI, dan TANGGUH. Ketiga nilai utama Jalin ini dibentuk dengan turut merujuk pada nilai-nilai Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif (AKHLAK) BUMN untuk memastikan keselarasan dengan budaya BUMN.

BISA mewakili komitmen untuk memberikan lebih dari yang terbaik dengan menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme dalam bekerja. SINERGI mewakili nilai untuk menghormati orang lain, menciptakan dan menjaga lingkungan kerja yang harmonis serta mengutamakan kerja tim. Sedangkan TANGGUH mewakili semangat dan antusias dalam lingkungan kerja yang dinamis dan seimbang.

Jalin adalah perusahaan switching nasional yang mengoperasikan jaringan Link yang tersebar luas di seluruh penjuru nusantara. Jalin senantiasa memelihara kenyamanan kerja karyawan dengan menciptakan lingkungan kerja yang menjamin kesetaraan dan kesempatan yang sama, baik karyawan laki-laki maupun perempuan. Karyawan memiliki kesempatan yang sama dalam berkarir di Perusahaan, termasuk untuk menjabat di posisi kunci bagi karyawan berprestasi.

Hal ini tercermin dari kesempatan kerja di Jalin yang bisa diperoleh para perempuan. Setiap tahun, jumlah karyawan perempuan di Jalin terus mengalami peningkatkan. Di tahun 2019, tercatat sebanyak 35 orang karyawan perempuan di Jalin. Namun, jumlah ini meningkat menjadi 40 orang di tahun 2020. Perempuan juga mendapatkan kesempatan yang sama dengan laki-laki di posisi strategis selama memiliki kompetensi dan kemampuan yang dibutuhkan. Di tahun 2020, setidaknya ada 6 orang perempuan yang menduduki posisi Unit Head dan 4 orang perempuan yang menduduki posisi Vice President/ Dept. Head.

Di samping itu, program pengembangan kompetensi karyawan juga dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi tanpa melihat aspek suku, agama atau gender peserta pelatihan. Hal ini bisa dilihat dari komposisi peserta pengembangan kompetensi selama 3 tahun terakhir di Jalin yang cukup merata. Di tahun 2020 saja, setidaknya sebanyak 198 peserta pelatihan technical skill dari total 496 pelatihan adalah karyawan perempuan. Sementara pelatihan soft skill lebih banyak diikuti perempuan, yaitu 13 peserta dari total 22 peserta pelatihan. Angka ini menunjukan antusiasme besar karyawan perempuan untuk senantiasa mengambil peran aktif dalam meningkatkan nilai kompetitif dan membangun kompetensi yang semakin baik dalam bekerja.

Membangun kesetaraan gender di tempat kerja bukannya datang tanpa tantangan. Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Ida Fauziyah dalam acara Women Lead Forum 2021 menyebutkan, hambatan yang dihadapi pekerja perempuan ini salah satunya disebabkan oleh beban ganda, seksisme, stereotip dalam masyarakat, diskriminasi berbasis gender, hingga pelecehan seksual. Untuk itu budaya perusahaan yang baik serta gerakan nasional non-diskriminasi di tempat kerja menjadi langkah awal yang perlu diambil tiap perusahaan demi memastikan praktik kesetaraan terimplementasi dengan baik.

Pada akhirnya, kesetaraan gender menjadi tujuan yang ingin dicapai oleh banyak perusahaan di dunia, tidak terkecuali Jalin. Mencapai kesetaraan gender tidak bisa dilihat dari jumlah perempuan dalam sebuah perusahaan saja. Namun, kita harus melihat dari sudut pandang yang lebih luas tentang kesempatan, hak-hak yang diperoleh, dan tidak adanya bias dalam mengambil keputusan. Meskipun mewujudkan hal ini masih menjadi tantangan besar, namun dengan dukungan Pemerintah serta advokasi perusahaan yang baik dalam menggalakkan kesetaraan di tempat kerja diharapkan bisa mewujudkan lingkungan kerja yang ramah bagi perempuan. Karena, ketika perempuan bangkit, perusahaan juga akan ikut bangkit.

Perkuat Kerjasama dengan Bank Mandiri, Jalin Siap Kelola Tambahan 8.425 Unit SLM ATM Mandiri

Perkuat Kerjasama dengan Bank Mandiri, Jalin Siap Kelola Tambahan 8.425 Unit SLM ATM Mandiri

Sebanyak 9.862 unit Second Level Maintenance (SLM) ATM Bank Mandiri resmi dikelola oleh PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin), ditandai dengan acara daring Kick Off Peralihan Pengelolaan SLM ATM Bank Mandiri, Rabu (31/3). Tambahan pengelolaan 8.425 unit ATM dari yang semula 1.437 unit rencananya mulai di rollout per 1 April 2021 dan disebar di 12 wilayah Bank Mandiri di seluruh Indonesia. Hal ini merupakan bentuk sinergi antara Bank Mandiri dan Jalin dalam rangka memastikan layanan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang optimal untuk nasabah melalui pemeliharaan dan perbaikan mesin berkala yang baik.

Mengusung tema “Jalin Bersinergi untuk Melayani Negeri”, acara ini dihadiri oleh Group Head Electronic Channel Operation (ECO) Bank Mandiri Siti Sekarwati, Direktur Utama PT Jalin Pembayaran Nusantara Boyke Yurista, Direktur Managed Service Business PT Jalin Pembayaran Nusantara Fajar Adimarta, jajaran ECO Bank Mandiri dari 12 kantor wilayah, beserta Departemen Managed Service Jalin. Kegiatan diisi dengan perkenalan PIC, paparan laporan pengelolaan ATM Mandiri dan proses perbaikan validasi laporan kinerja oleh Jalin, serta ditutup dengan kick off pengalihan pengelolaan SLM melalui sesi foto virtual.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan Bank Mandiri kepada Jalin untuk mengelola ribuan unit SLM ATM Mandiri dan berkomitmen untuk terus menjaga kualitas layanan lewat SLA terbaik. SLM ATM adalah salah satu inisiatif Managed Service yang terus Jalin persiapkan dan kembangkan. Dengan dukungan Bank Mandiri terhadap Regional Office Jalin, kami optimis kerja sama ini bisa berjalan lancar serta dapat menjawab kebutuhan nasabah,” kata Fajar dalam sambutannya.

Jalin sebagai Service Aggregator Company melakukan standarisasi layanan dan sistem untuk menjaga kualitas Service Level Agreement (SLA) SLM ATM Bank Mandiri dengan baik, didukung oleh Afiliasi Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) PT UG Mandiri sebanyak 46 cabang dari 12 wilayah Bank Mandiri. Peralihan pengelolaan SLM ATM kepada Jalin ini merupakan langkah penting dalam memberikan layanan Managed Service terbaik untuk perbankan yang selaras dengan ekspektasi stakeholder, sehingga kedepannya layanan pembayaran lewat ATM dapat semakin baik, nyaman dan dapat diandalkan.

Hingga saat ini Jalin mengelola total sejumlah 14.882 unit SLM ATM dari 5 member bank, dengan 90.38% atau 13.451 unit ATM dikontribusi dari Bank Mandiri. Kegiatan pemeliharaan ATM tingkat kedua yang bersifat preventif dan kuratif ini bertujuan untuk meminimalisir kerusakan ATM dan memperpanjang umur ATM. Ruang lingkup pemeliharaan meliputi perawatan berkala atau Preventive Maintenance (PM), perbaikan mesin ATM (termasuk penggantian spare part original) atau Corrective Maintenance (CM), pekerjaan insidentil/proyek khusus, training dan jasa konsultasi.