Program Undian LIVIN’ TO THE MAX Undian 100 BMW & 1000 Vespa dan Nmax

Program Undian LIVIN’ TO THE MAX Undian 100 BMW & 1000 Vespa dan Nmax

Apakah yang dimaksud dengan Program Undian Livin’ To The Max?

“Program Undian LIVIN’ TO THE MAX” merupakan program untuk Nasabah baru dan Nasabah yg telah memiliki rekening dan yang bertransaksi menggunakan aplikasi New Livin’ by Mandiri. Nasabah yang melakukan transaksi di New Livin’ by Mandiri akan mendapatkan poin yang akan diundi setiap minggu selama  periode program.

 

Mekanisme Program

  • Berlaku untuk nasabah baru dan nasabah lama yang membuka Rekening Tabungan Mandiri, langsung mengaktifkan New Livin’ by Mandiri dan aktif bertransaksi selama periode program.
  • Nasabah baru adalah nasabah yang membuka rekening dan langsung mengaktifkan New Livin’ by Mandiri pada minggu yang sama.
  • Nasabah lama adalah nasabah yang telah memiliki rekening Bank Mandiri sejak sebelum masa promo dimulai, atau nasabah baru yang kepemilikan rekeningnya sudah lebih dari satu minggu sejak masa promo dimulai.
  • Transaksi yang diikutsertakan dalam program adalah sebagai berikut :
Jenis Transaksi Poin Undian
Transfer antar bank 1 poin
Transaksi Bayar 1 poin
Top up (non emoney) 1 poin
Pembayaran dengan QRIS Livin’ 1 poin
Minimum saldo rata-rata Rp 500 ribu 1 poin
Dana masuk kelipatan  Rp 500 ribu 1 poin
(max 10 poin)
Tukar 230 Livin’poin di apps / web LP  1 Poin
  • Tidak ada batasan minimal nominal transaksi.
  • Penukaran 230 Livin’poin dapat dilakukan di fiestapoin.bankmandiri.co.id
  • Program berlaku secara Nasional.
  • Poin dapat di cek melalui aplikasi New Livin’ by Mandiri

 

Hadiah Program

  • 100 Unit Mobil BMW X1
  • 1000 Unit Vespa Sprint dan Sepeda Motor Nmax

 

Periode Program

Program berlangsung pada periode  2 Oktober  – 3 Juni 2022

 

Mekanisme Penentuan Pemenang

  • Pemenang ditentukan melalui sistem pengundian poin.
  • Poin yang dihitung adalah poin dari transaksi menggunakan New Livin’ by Mandiri, sedangkan transaksi dengan Livin’ by Mandiri versi lama tidak dihitung dalam perolehan poin.
  • Poin yg diundi adalah poin mingguan periode Sabtu sampai dengan Jumat
  • Perolehan poin akan di reset setiap minggunya.
  • Pengundian hadiah dilakukan hari Rabu setiap minggu.
  • Setiap poin transaksi dikonversi menjadi nomor undian.
  • Setiap pemenang hanya berhak memenangkan 1 (satu) hadiah.
  • Poin transaksi harus didapatkan dari transaksi nasabah yang benar dan wajar.
  • Frekuensi transaksi Nasabah tidak dibatasi selama nominal dan transaksi dalam batas kewajaran.
  • Jika poin transaksi yang didapatkan Nasabah dari transaksi yang menurut pertimbangan Bank Mandiri adalah tidak benar/tidak wajar, maka Bank Mandiri berhak untuk membatalkan/menggugurkan poin transaksi yang telah terkumpul. Poin transaksi yang telah dibatalkan/digugurkan tidak berhak untuk diikutsertakan dalam program undian berhadiah.
  • Melakukan transaksi finansial menggunakan New Livin’ by Mandiri versi terbaru, minimal 1x transaksi setiap minggu dan menjaga saldo rekening rata rata minimal Rp500.000,- setiap minggunya.
  • Poin transaksi yang dihitung adalah poin yang berasal dari transakasi di Produk Tabungan
  • Poin yang dihitung adalah poin yang berasal dari transaksi Rekening Tabungan Mandiri perorangan, bukan dari transaksi rekening Non perorangan (Tabungan Bisnis atau Giro perorangan)

 

Syarat dan Ketentuan Program

  • Pihak Bank Mandiri sewaktu-waktu berhak melakukan perubahan syarat dan ketentuan promo.
  • Bank Mandiri menurut pertimbangannya sendiri, berhak untuk mendiskualifikasi peserta yang tidak memenuhi dan/atau dicurigai melakukan kecurangan terhadap ketentuan ini
  • Keputusan, ketentuan, maupun perubahan ketentuan yang dibuat oleh Bank Mandiri tidak dapat diganggu gugat.
  • Pajak Hadiah menjadi beban Nasabah Pemenang.
  • Bea balik nama dan STNK ditanggung Bank Mandiri.
  • Seluruh hadiah tidak dapat dipindahtangankan.
  • Seluruh hadiah tidak dapat diganti dengan uang tunai.
  • Program tidak berlaku untuk seluruh pegawai Bank Mandiri.
  • Program tidak berlaku untuk nasabah perusahaan.

 

Nikmati beragam fitur Livin’ by Mandiri

  • New Livin’ by Mandiri merupakan layanan perbankan online terbaru dari Bank Mandiri yang dapat diakses melalui aplikasi:
  • Layanan ini hadir dengan tampilan yang lebih lengkap, cepat, dan personalize untuk berbagai kebutuhan transaksi Anda. Transaksi online kini dalam kendali Anda.
  • Kemudahan buka tabungan cukup hitungan menit.
  • Kemudahan bertransaksi langsung dari halaman pre-login.
  • Satu Livin’ untuk semua rekening & pinjaman yang Anda miliki (integrasi dengan tabungan, kartu kredit, pinjaman, deposito, tabungan rencana).
  • Akses transaksi favorit dalam satu tempat pakai Quick Pick.
  • Hubungkan & Top Up e-wallet favorit di Livin’, tidak perlu ribet bolak-balik aplikasi.
  • Semakin mudah dengan fitur Tarik Tunai Tanpa Kartu. Anda juga bisa membagikan token tarik tunai Anda ke teman atau keluarga.
  • Bayar belanja online semakin mudah dengan Smart Reminder, pengingat tagihan otomatis yang terhubung dengan e-commerce favorit Anda.
  • Pembayaran dengan scan QRIS.
  • Pengajuan kartu kredit & Kredit Serbaguna Mandiri hingga pengecekan status pengajuan dan pengiriman kartu.
  • Pengajuan produk anak perusahaan seperti AXA Mandiri, Mandiri Tunas Finance, dan Mandiri Utama Finance kini bisa dilakukan di Livin’ by Mandiri.
  • Pembukaan Deposito & Mandiri Tabungan Rencana dalam Rupiah atau Valas.
  • Top Up & Update Saldo e-money hanya dalam 3 detik melalui Express Top Up e-money.
  • Fitur lengkap bagi nasabah kartu kredit, mulai dari ubah cicilan, blokir kartu, hingga cek pengiriman kartu baru.
  • Blokir & buka blokir kartu debit maupun kredit.
  • Unduh e-statement langsung melalui Livin’.

 

Cara Penukaran/Redemption Livin’poin

Nasabah dapat melakukan penukaran/redemption Livin’poin sama seperti fiestapoin dengan melakukan hal-hal sebagai berikut :

  • Buka website https://fiestapoin.bankmandiri.co.id atau klik “fiestapoin/Livin’poin” pada bankmandiri.co.id, atau buka mandiri fiestapoin/Livin’poin App
    • Lakukan log in dengan mengisi data yang diminta.
      • No Handphone
      • Password
    • Setelah mengetahui jumlah Livin’poin, pilih hadiah yang diinginkan dengan memilih menu “katalog fp” dan pilih kategori “Undian Livin’ to the Max”. Penukaran menjadi poin undian tidak dibatasi sepanjang jumlah Livin’poin yang Nasabah miliki mencukupi.
    • Pilih barang yang ditukar dan dengan klik tombol “masuk keranjang belanja”
    • Klik menu keranjang belanja, hadiah akan muncul pada keranjang belanja. Masukkan alamat lengkap pengiriman hadiah kemudian tickmark kolom setuju dengan Syarat dan Ketentuan yang berlaku.
    • Masukkan password sebagai tanda setuju untuk redemption. Selesai
    • Untuk pengecekan redemption dapat dilakukan dengan klik menu histori penukaran.

Keterangan :

  • Nasabah tidak dikenakan pajak Hadiah Langsung
  • Jumlah Livin poin Nasabah akan berkurang secara otomatis setelah melakukan penukaran/redemption hadiah langsung.
  • Poin yang sudah ditukar tidak dapat dikembalikan.

 

Cara Melakukan Registrasi/Login Livin’poin Regular

Cara register Livin’poin masih sama dengan mekanisme fiestapoin:
Nasabah dapat melakukan registrasi Livin’poin melalui SMS Banking (menu SMS Ketik 3355) dan Mandiri ATM dengan cara sebagai berikut:

 

Melalui SMS Banking (menu SMS Ketik 3355)

  • Ketik SMS “daftar (spasi) fp” kirim ke 3355 dari nomor handphone yang sudah terdaftar fasilitas SMS Banking
  • Nasabah kemudian akan menerima SMS OTP dari 3355 yang digunakan untuk melakukan registrasi . Masa berlaku OTP adalah 15 menit
  • Masuk ke website https://fiestapoin.bankmandiri.co.id atau apps mandiri Livin’poin
  • Pilih menu sign up, lalu pilih SMS
  • Masukkan data nama untuk akun Mandiri Livin’poin (maksimal 16 karakter), No HP dan OTP yang sebelumnya sudah diterima dari SMS Banking 3355
  • Kemudian lanjutkan proses:
  • Untuk nasabah yang melakukan registrasi melalui website: klik captcha, ikuti instruksi captcha, lalu klik OK
  • Untuk nasabah yang melakukan registrasi melalui mobile apps: klik OK

 

Melalui ATM

    • Adapun langkah-langkah melakukan registrasi mandiri Livin’poin di ATM adalah sebagai berikut :
    • Masukkan kartu pada mesin ATM dan input PIN
      • Mandiri Kartu Debit
        • Klik menu fiestapoin/Livin’poin
        • Kemudian pilih menu pendaftaran fiestapoin /Livin’poin
      • Mandiri Kartu Kredit
        • Klik menu fiestapoin /Livin’poin
        • Kemudian pilih menu pendaftaran fiestapoin /Livin’poin
      • Masukkan data no HP untuk user Livin’poin, dan 6 digit PIN yang nantinya akan digunakan pada proses sign up untuk aktivasi pada website/apps fiestapoin/Livin’poin.
      • Sign up untuk aktivasi melalui website/app fiestapoin/Livin’poin dapat dilakukan setelah 4 jam dari proses pendaftaran di ATM.
      • Proses sign up untuk aktivasi dapat dilakukan nasabah dengan cara masuk ke website https://fiestapoin.bankmandiri.co.id atau apps Mandiri fiestapoin/Livin’poin.
      • Klik menu sign up, lalu pilih ATM
      • Masukkan data nama untuk akun Mandiri Livin’poin (maksimal 16 karakter), No HP dan PIN yang sebelumnya telah diinput melalui ATM lalu klik Get kode verifikasi. Kode verifikasi akan dikirim ke nomor HP yang telah diinput dalam bentuk SMS.
      • Masukkan kode verifikasi
      • Kemudian lanjutkan proses:
        • Untuk nasabah yang melakukan registrasi melalui website: klik captcha, ikuti instruksi captcha, lalu klik OK
        • Untuk nasabah yang melakukan registrasi melalui mobile apps: klik OK

Info Lebih Lanjut

Mandiri Call 14000
No. Izin Dinas Sosial : 972/DYS-PSDBS.PI.5.5/10/2021

CIMB Niaga dan Jalin Kerja Sama Tingkatkan Transaksi Perbankan bagi Nasabah

CIMB Niaga dan Jalin Kerja Sama Tingkatkan Transaksi Perbankan bagi Nasabah

JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) menandatangani kesepakatan kerja sama dengan PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) pada Senin, 8 November 2021 secara daring. CIMB Niaga bermitra dengan Jalin untuk meningkatkan size volume transaksi perbankan, mengingat switching services dengan brand Link yang dioperasikan Jalin adalah salah satu jaringan ATM terbesar di Indonesia saat ini.

Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Lani Darmawan menyatakan, kerja sama CIMB Niaga dan Jalin memberikan keuntungan kepada kedua pihak (mutualisme). Dalam hal ini, CIMB Niaga bisa memanfaatkan semua kanal jaringan Link untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi nasabah dalam melakukan transaksi perbankan. Mulai dari transaksi penarikan tunai, cek saldo, dan transfer dana melalui seluruh channel perbankan yang tergabung dalam jaringan switching Link.

“Melalui kemitraan dengan Jalin, kami dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar kepada nasabah. Hal ini juga bagian dari dukungan kami terhadap gerakan cashless society,” ujar Lani.

Direktur Utama Jalin Boyke Yurista menyambut baik bergabungnya CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia yang menjadi member Jalin. Hal ini merupakan momentum yang baik dalam suasana hari ulang tahun Jalin ke-5 yang jatuh pada 3 November 2021 kemarin.

“Kami akan terus memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh member yang tergabung dalam layanan switching milik Jalin agar seluruh member kami dapat semakin memberikan pengalaman bertransaksi yang lebih baik, cepat, dan aman bagi seluruh nasabahnya tidak terkecuali pada masyarakat Indonesia pada umumnya.”

Boyke menambahkan, Jalin berkomitmen untuk menyediakan jaminan layanan transaksi keuangan yang aman serta efisien kepada seluruh nasabah CIMB Niaga serta member yang lain. Kemitraan ini akan memberikan manfaat bagi penyelenggaraan transaksi yang diimplementasikan lewat kanal media elektronik, seperti layanan pengelolaan transaksi menggunakan ATM serta fasilitas maupun services yang akan dikembangkan oleh Jalin ke depannya.

Langkah Jalin untuk menjadi The National Digital Highway saat ini juga sejalan dengan rencana CIMB Niaga untuk menjadikan digitalisasi sebagai strategi utama Perusahaan. Bagi CIMB Niaga, digitalisasi diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan bisnis, seiring dengan peralihan perilaku masyarakat Indonesia yang banyak menggunakan kanal digital ketika melakukan transaksi keuangan.

CIMB Niaga terus mengembangkan produk-produk berbasis digital untuk melengkapi layanan yang diberikan melalui kantor cabang. Per 30 September 2021, 96% dari total transaksi nasabah telah dilakukan melalui layanan digital banking seperti OCTO Mobile, OCTO Clicks, BizChannel@CIMB, Automated Teller Machines (“ATM”), dan Rekening Ponsel.

“Jalin juga menargetkan pertumbuhan pendapatan double digit yang dikontribusikan dari layanan Switching ATM Link, Switching Debit Link, Switching QRIS serta Managed Services pada tahun 2021 untuk mempersiapkan Jalin menghadapi tantangan di tahun mendatang dengan mengembangkan produk serta layanan baru berbasis digital yang akan dirilis tahun mendatang,” ujar Boyke.

5 Tahun Jalin, Semakin Memberikan Arti di Setiap Langkah Digitalmu

5 Tahun Jalin, Semakin Memberikan Arti di Setiap Langkah Digitalmu

Tanggal 3 November 2021 menandai perjalanan lima tahun PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) di Indonesia yang terus berperan aktif dalam mewujudkan efisiensi dan kedaulatan sistem pembayaran nasional. Kini, Jalin siap mengambil langkah maju dalam mewujudkan visinya menjadi The National Digital Highway yang memberikan kenyamanan dan pengalaman transaksi digital yang semakin berarti di setiap langkah masyarakat Indonesia.

Jalin didirikan pada tanggal 3 November 2016 atas inisiatif Kementerian BUMN, Telkom Indonesia, dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yakni BNI, Bank Mandiri, BRI, dan BTN. Langkah bisnis Jalin dimulai pada tahun 2017 ketika mendapatkan Lisensi Prinsipal ATM Switching serta Lisensi Prinsipal untuk Debit Switching dan Kliring. Kemudian, sejak tanggal 19 Juni 2019 sesuai dengan arahan Kementerian BUMN, pemegang saham mayoritas Jalin berubah, yang semula Telkom Indonesia menjadi PT Danareksa (Persero).

Langkah strategis tersebut adalah bagian dari upaya Jalin dalam mendukung gerakan cashless society yang sudah digalakkan Pemerintah sejak tahun 2014. Sebagai pijakan awal, Jalin menyediakan dua layanan utama, yaitu switching ATM dan switching Debit dengan brand “Link” untuk memberikan kemudahan transaksi antar bank di mana saja, kapan saja.

Pada tahun 2018 Jalin memperoleh Persetujuan Operasional pada Kepesertaan Sistem BI-RTGS. Di tahun yang sama, Jalin melanjutkan inovasinya dengan mempersiapkan bisnis ATM Managed Service. Layanan ini meluncur secara resmi pada 1 Januari 2019 dan menjadi salah satu bisnis utama Jalin di samping layanan switching.

Layanan ATM Managed Service adalah inovasi untuk memberikan dukungan dalam hal pengelolaan ATM milik bank-bank yang menjadi member Jalin. Lingkupnya seperti pemeliharaan mesin ATM dan pemeliharaan kebersihan ATM. Hal ini sesuai dengan misi Jalin untuk mendukung pengelolaan kanal fisik perbankan nasional yang berbasis teknologi, sehingga memberikan efisiensi dan peningkatan keamanan layanan bagi member bank Jalin.

Tonggak baru perjalanan Jalin sebagai Lembaga Switching terjadi pada tahun 2019 ketika mendapatkan izin sebagai penyelenggara QRIS oleh Bank Indonesia (BI). QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) adalah standar kode QR nasional untuk memfasilitasi pembayaran digital melalui aplikasi uang elektronik berbasis server, dompet digital, atau mobile banking.

Melalui QRIS, para penyelenggara kode QR dapat saling terhubung dan beroperasi. Dalam rangka mendukung implementasi program QRIS BI, Jalin bermitra dengan beberapa PJSP (Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran) yang terdiri atas Bank maupun Non-Bank yang menjadi member layanan QR Switching Jalin.

Kemudian, di tahun 2020, Jalin turut berperan dalam mendukung proses merger 3 bank syariah milik Pemerintah menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI) atas arahan Wakil Presiden Indonesia. Dukungan ini dilakukan melalui pengintegrasian sistem teknologi informasi Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah dan BRIS selama masa interim merger menjadi BSI.

 

Memperkuat Fondasi dan Mengangkat Nilai Pertumbuhan

 

Kini, menginjak usianya yang kelima, Jalin siap bertransformasi menjadi digital enabler yang menghubungkan masyarakat dengan ekosistem finansial dan non finansial. Bertajuk “Jalin5ary” (Jalinfiversary), semangat ulang tahun kelima direfleksikan ke dalam logo angka 5 yang memadukan warna biru dan merah dengan bentuk yang dinamis serta menggambarkan digitalisasi.

Logo ini dilengkapi dengan tagline In Every Step of Your Digital Way” sebagai wujud komitmen Jalin dalam menghadirkan beragam inovasi layanan pembayaran baru. Tagline dibentuk dari 3 keyword utama; We Grow, We Transform, dan We Make It Happen yang mengandung misi memperkuat fondasi serta mengangkat nilai pertumbuhan.

We Grow adalah langkah strategis yang menjadi fondasi awal untuk menghadapi era digitalisasi dan perubahan business landscape Jalin. Hal mendasar yang dilakukan adalah dengan membentuk budaya perusahaan, ditandai dengan peluncuran budaya JalinID pada hari jadi Jalin yang keempat. Satu tahun sejak implementasinya, kini budaya JalinID berperan penting dalam pembentukan karakter Jaliners yang semakin Bisa, Sinergi, dan Tangguh dalam menghadapi perubahan akibat tantangan bisnis dan pandemi.

We Transform adalah inisiatif Jalin dalam menghadapi tantangan di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity) agar semakin bertumbuh. Hal ini ditandai dengan pembaruan struktur organisasi demi memperkuat fondasi serta keterlibatan aktif Jalin dalam beragam inisiatif sinergi pembangunan ekonomi nasional, yang diwujudkan melalui sistem pembayaran QRIS cross-border dan PMO Shared Service.

We Make It Happen merupakan komitmen Jalin untuk mewujudkan sistem pembayaran yang terinterkoneksi, terinteroperabilitas, dan efisien di Indonesia, seiring dengan kemajuan teknologi dan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi. Hal ini Jalin hadirkan melalui penambahan anggota jaringan Link yang saat ini telah berjumlah 31 member yang terdiri dari bank dan non-bank, beragam sinergi bisnis dengan pelaku industri, serta investasi dalam inovasi-inovasi digital.

Bersinergi dengan BUMN dan Himbara, Jalin sebagai penunjang infrastruktur transaksi antar bank mengembangkan fitur-fitur layanan yang semakin beragam untuk bank member Jalin termasuk bank Himbara. Inovasi digital dan physical channel seperti Anjungan Tunai Mandiri (ATM), ATM Setor Tunai (CDM) dan ATM Setor Tarik (CRM) turut dikembangkan, sehingga kegiatan finansial masyarakat dapat semakin nyaman.

Memasuki usia kelima, Jalin akan terus melanjutkan kontribusi aktifnya dalam mewujudkan efisiensi sistem pembayaran dalam negeri yang lebih baik. Di saat yang bersamaan mendukung program Pemerintah dalam memperluas layanan pembayaran yang menjangkau hingga pelosok tanah air. Didukung dengan aktivitas bisnis berbasis tata kelola perusahaan yang baik dan efektif, ke depannya Jalin dapat semakin siap dalam menemani setiap langkah transaksi masyarakat Indonesia.

Memahami Local Currency Settlement Dalam Transaksi Bilateral

Memahami Local Currency Settlement Dalam Transaksi Bilateral

Pada 2018 silam, Indonesia menginisiasi kerja sama moneter dengan dua negara ASEAN yang ditandai melalui terbentuknya kerangka Local Currency Settlement sebagai sistem pertukaran mata uang asing. Kedua negara ASEAN tersebut adalah Malaysia dan Thailand. Kini, implementasi kebijakan moneter ini terus didorong dan telah meluas hingga ke Jepang serta China.

Local Currency Settlement (LCS) adalah penyelesaian transaksi bilateral yang dilakukan oleh dua negara berbeda dengan menggunakan mata uang lokal yang berlaku di masing-masing negara. Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan penggunaan mata uang US Dollar dalam penyelesaian transaksi perdagangan bilateral dan memelihara kestabilan nilai mata uang lokal.

 

Implementasi LCS

Dalam pelaksanaannya, implementasi LCS ini terjalin melalui kerja sama bank sentral di masing-masing negara. Kemudian, bank sentral menunjuk beberapa bank di negara masing-masing untuk berperan sebagai Appointed Cross Currency Dealer (ACCD).

Bank-bank yang ditunjuk sebagai ACCD adalah bank yang dipandang memiliki kemampuan untuk memfasilitasi transaksi dengan mata uang asing sesuai kerangka kerja sama LCS yang disepakati. Ada tiga penilaian mendasar dalam penunjukkan bank-bank ACCD.

Pertama, bank dinilai memiliki tingkat ketahanan dan kesehatan yang baik. Kedua, bank dinilai berpengalaman dalam memfasilitasi transaksi perdagangan/investasi dan memiliki kapasitas dalam menyediakan berbagai jasa keuangan. Ketiga, bank dinilai memiliki hubungan kerja sama yang baik dengan bank di negara mitra.

Bank Indonesia, sebagai bank sentral di Indonesia, mengawali kerja sama LCS ini dengan Bank Negara Malaysia (BNM) dan Bank of Thailand (BOT). Kemudian, kerja sama LCS diperluas pada tahun 2020 melalui penandatangan MoU antara Ministry of Finance of Japan dan Bank Indonesia. Terbaru, Bank Indonesia (BI) dan People’s Bank of China (PBC) secara resmi memulai implementasi kerja sama LCS pada 6 September 2021.

Jenis transaksi yang difasilitasi oleh LCS ada empat, yaitu:

  • Kegiatan perdagangan barang dan jasa antara Indonesia dengan Negara mitra (penerimaan pembayaran impor/ekspor).
  • Transaksi pendapatan primer yang meliputi transaksi penerimaan dan pembayaran kompensasi tenaga kerja, serta pendapatan investasi (investasi langsung, investasi portofolio dan/atau investasi lainnya).
  • Transaksi pendapatan sekunder, termasuk remitansi yang meliputi penerimaan dan pembayaran sektor pemerintah atau sektor lainnya kecuali hibah, hadiah, donasi dan/atau sejenisnya.
  • Investasi langsung antara nasabah LCS Indonesia dengan nasabah LCS Negara mitra, dengan batasan min. kepemilikan ekuitas 10%.

 

Langkah Inovatif Dalam Memperkuat Perekonomian yang Disambut Positif

Sebelum kerangka kerja sama LCS terbentuk, transaksi perdagangan bilateral selalu menggunakan mata uang US dollar dalam sistem pembayarannya. Misalnya, jika pengusaha Indonesia ingin melakukan perdagangan dengan pengusaha Thailand, maka pengusaha Indonesia perlu menukarkan mata uang Rupiah ke Dollar dulu baru ditukarkan ke mata uang Bath dan begitu juga sebaliknya.

Hal tersebut membuat aktivitas perdagangan dan usaha antara dua negara menjadi tidak efisien karena membutuhkan waktu lebih untuk melakukan konversi uang mereka dalam bentuk US dollar. Di samping itu, hal ini juga bisa berdampak pada penguatan nilai mata uang Dollar yang secara tidak langsung dapat membuat mata uang lokal menjadi tertekan.

Oleh karena itu, banyak pihak yang memberikan respon positif ketika Bank Indonesia menginisiasi kerangka kerja sama LCS. Pasalnya, kerangka kerja sama LCS dianggap dapat memberikan banyak manfaat untuk para pelaku usaha, seperti:

  • Tanpa cross-rate dengan US dollar, biaya konversi transaksi menjadi lebih efisien,
  • Tersedianya alternatif pembiayaan ekspor/direct investment dalam mata uang lokal,
  • Tersedianya alternatif instrumen hedging dalam mata uang lokal, dan
  • Diversifikasi eksposur mata uang yang digunakan dalam penyelesaian transaksi.

Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Bank Indonesia Doddy Zulverdy menjabarkan bahwa penerapan LCS dengan negara mitra menunjukkan tren yang positif. Penerapan LCS dari total perdagangan Indonesia dengan Malaysia pada 2018 baru mencapai 1,4 persen. Pada 2019, porsi tersebut naik menjadi 3,6 persen dan menjadi 4,1 persen pada 2020.

Hal senada terjadi juga dengan Thailand. Di tahun 2018, penerapan LCS hanya mencapai 0,6 persen. Porsinya mengalami peningkatan menjadi 1,1 persen pada 2019 dan menjadi 1,3 persen pada 2020.

Di Jepang, tren peningkatan ini juga terlihat kembali. Pada tiga bulan pertama setelah kesepakatan LCS terjalin di tahun 2020, porsinya hanya mencapai 0,7 persen. Pada enam bulan pertama 2021 ini porsinya sudah meningkat dan mencapai 3,4 persen.

Kebijakan LCS adalah salah satu langkah inovatif dari sekian banyak bauran kebijakan Bank Indonesia dalam upaya mewujudkan perekonomian yang lebih baik. Kehadiran LCS juga menjadi angin segar bagi para pelaku usaha karena kini mereka dapat menggunakan mata uang negaranya masing-masing dalam menyelesaikan transaksi bilateral.

Dengan demikian, ketergantungan penggunaan mata uang US Dollar dalam penyelesaian transaksi perdagangan bilateral diharapkan dapat berkurang. Pada akhirnya, hal tersebut akan membantu negara dalam memelihara kestabilan nilai mata uang lokal.

Tips Mengatasi Kecemasan Finansial

Tips Mengatasi Kecemasan Finansial

Situasi tidak menentu akibat pandemi membuat rasa cemas terhadap banyak hal meningkat, salah satunya adalah aspek keuangan. Jika tidak dikenali dan diatasi dengan tepat, kecemasan finansial bisa menjadi hal yang berbahaya bagi kesehatan mental kita.

Kecemasan finansial adalah sebuah keadaan ketika individu menunjukkan gejala tidak nyaman dan tidak sehat untuk terlibat dengan pengelolaan keuangan pribadinya secara efektif. Singkatnya, sindrom ini bermuara pada perasaan tertekan seputar keuangan pribadi.

 

Mengenali Gejala Kecemasan Finansial

 

Jika kamu memiliki masalah keuangan, hal tersebut belum tentu membahayakan jiwa. Namun, jika masalah keuangan tersebut membuat kamu stres atau tertekan secara berlebihan, jalan ceritanya bisa berbeda.

Oleh karena itu, langkah pertama dalam mengatasi sindrom ini dapat dimulai dari mengenali tahapan gejalanya, yaitu:

 

  1. Perasaan tertekan secara konstan

Awalnya, kamu akan merasakan tekanan secara konstan yang membuatmu ingin mendapatkan lebih banyak, menghabiskan lebih banyak, atau meraih tonggak pencapaian materi tertentu. Tekanan ini, jika tidak dikelola, bisa berdampak pada rapuhnya pengelolaan keuangan seperti permainan jenga di tahap akhir yang dapat tumbang setiap saat.

 

  1. Bekerja secara berlebihan

Tekanan yang kamu rasakan di awal pada akhirnya menimbulkan kegelisahan ketika tidak tercapai. Mau tidak mau, hal tersebut mendorongmu untuk bekerja secara berlebihan agar kamu dapat mencapai titik kondisi finansial tertentu. Namun, gaya hidup seperti ini bisa merusak kesehatan jika dilakukan terus menerus.

 

  1. Kesulitan untuk membuat prioritas

Pengelolaan keuangan membutuhkan pemahaman terhadap prioritas dalam hidup. Jika kamu merasa tidak berdaya dan gugup ketika harus mengambil keputusan untuk membuat prioritas keuangan, ini bisa menjadi sinyal awal bahwa kamu sedang mengalami kecemasan.

 

  1. Menghindar untuk memikirkan tentang keuangan

Pada akhirnya, kamu akan mengambil keputusan  untuk menghindar, bahkan tidak memikirkan keuangan sama sekali. Ini keputusan yang salah dan dapat membuatmu menjalani gaya hidup boros. Kamu akan merasa punya hubungan yang buruk dengan uang, atau bahwa pengelolaan uang itu sulit, serta berpikir tidak mungkin menjadi kaya hari ini.

 

  1. Rasa bersalah

Semua gejala tersebut akan berujung pada perasaan bersalah yang kemudian datang. Kamu merasa bahwa setiap sen yang dikeluarkan seharusnya bisa dilakukan untuk tujuan yang lebih baik. Sebaliknya, jika kamu menyimpan uang secara berlebihan, kamu merasa takut untuk menghabiskannya serta tidak tahu uang tersebut harus dialirkan ke mana.

 

Menangani Rasa Cemas Terhadap Keuangan

 

Jika kamu merasakan gejala kecemasan tersebut pada level apa pun, inilah saatnya mengambil tindakan. Ada beberapa langkah proaktif yang dapat diambil dan dikembangkan menjadi rutinitas untuk membantu menangani tekanan finansial sebelum mulai memengaruhi kesehatan mentalmu.

 

  1. Tenangkan Diri, Kamu Tidak Sendirian

Isu keuangan pribadi adalah masalah umum bagi semua orang. Jadi, coba tenangkan diri terlebih dahulu dengan aktivitas santai seperti berjalan-jalan atau melatih pernapasan untuk menjaga pikiran agar tidak lepas kendali. Setelah itu, kamu bisa menghadapi masalah dengan pikiran jernih.

 

  1. Melek Diri Tentang Keuangan

Jika pikiran sudah jernih, coba untuk mengubah hubungan kamu dengan uang. Langkah awalnya bisa dimulai dengan meningkatkan literasi keuangan. Saat ini, informasi tentang pengelolaan keuangan dari berbagai ahli bisa didapatkan dengan mudah di internet, baik secara gratis maupun berbayar. Dengan demikian, kamu bisa mengatur ulang strategi keuangan.

 

  1. Belajar Membuat Prioritas

Setelah memperbaiki hubunganmu dengan uang, kamu bisa mulai membuat prioritas keuangan. Alokasikan keuangan untuk berbagai kebutuhan seperti pendidikan, kesehatan, pensiun, pernikahan, kebutuhan sehari-hari, sampai reward untuk diri sendiri. Sesuaikan dengan pendapatan yang kamu miliki dan cobalah untuk disiplin dalam mengalokasikan dana sesuai prioritas yang sudah dibuat.

 

  1. Cari Pertolongan Ahli

Pertimbangkan untuk mencari bantuan profesional jika segala cara yang sudah kamu coba masih belum berhasil. Apalagi bila rasa cemas yang kamu alami sudah menimbulkan gangguan fisik dalam kehidupan. Contohnya seperti gangguan tidur, mudah lelah, sulit berkonsentrasi, keringat dingin, otot tegang, dan selalu berargumen keras jika berbicara tentang uang.

 

Rasa Cemas itu Wajar, Selama Tidak Berlebihan

 

Merasa cemas ketika menghadapi sesuatu adalah hal yang manusiawi. Hal tersebut juga berlaku untuk keuangan selama tidak berlebihan.

Isu keuangan sendiri adalah masalah umum yang dihadapi setiap orang. Keinginan untuk berpenghasilan lebih banyak dan merdeka secara finansial pasti ada di setiap benak orang-orang. Hal yang patut menjadi perhatian adalah ketika perasaan cemas tersebut memengaruhi kehidupan kita secara negatif, baik secara mental maupun fisik.

Jika kamu sudah berada di tahap tersebut, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah mencari pertolongan ahli. Mau bagaimanapun juga, kita butuh keadaan mental yang baik untuk menghadapi masalah dalam hidup. Dengan begitu, kita bisa menata kembali kehidupan yang sedang kita dijalani.

Mengenal Perbedaan Bank Digital dan Bank Konvensional

Mengenal Perbedaan Bank Digital dan Bank Konvensional

Industri perbankan telah mengalami banyak perubahan berkat pesatnya laju perkembangan teknologi dalam satu dekade terakhir. Salah satu inovasi yang lahir dan sedang menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Indonesia adalah bank digital.

Namun, apa perbedaannya dengan bank konvensional yang selama ini kita kenal?

 

Bank Digital

 

Bank digital pada dasarnya adalah digitalisasi dari setiap level perbankan, dari ujung depan hingga ujung belakang. Dengan kata lain, bank digital harus dapat memfasilitasi semua tingkat fungsionalitas perbankan di semua platform pemberian layanan.

Dari sisi yang bersentuhan langsung dengan konsumen, aktivitas perbankan harus memiliki semua fungsi yang sama dengan layanan perbankan dan dapat dilihat oleh konsumen. Contohnya, berfungsi seperti kantor pusat, kantor cabang, layanan online, kartu bank, ATM, dan mesin point of sale.

Sementara di belakang layar, aktivitas perbankan yang terjadi di depan harus dapat dilihat bankir melalui server dan panel kontrol admin. Oleh karena itu, bank digital perlu memanfaatkan teknologi untuk mengotomatisasi tugas administratif dan pemrosesan data yang nantinya dapat mengurangi tekanan pada karyawan untuk menyelesaikan tugas sehari-hari.

Di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendefinisikan bank digital sebagai Bank Berbadan Hukum Indonesia (BHI) yang menyediakan dan menjalankan kegiatan usaha terutama melalui saluran elektronik tanpa kantor fisik selain kantor pusat atau menggunakan kantor fisik terbatas.

Bank BHI adalah bank yang berdiri serta menjalankan kegiatan usahanya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia dan dapat berbentuk sebagai perseroan terbatas, koperasi, perusahaan daerah, atau bentuk lain yang ditetapkan oleh peraturan pemerintah.

Namun, OJK tidak mendefinisikan bank digital sebagai jenis bank yang baru. Dalam undang-undang perbankan yang berlaku di Indonesia saat ini, kita hanya mengenal dua jenis bank, yaitu Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

 

Perbedaan dengan bank konvensional

 

Dari sisi layanan yang diberikan, tidak ada perbedaan yang berarti antara bank digital dan bank konvensional. Keduanya sama-sama dapat menawarkan jasa perbankan seperti tabungan, deposito, penarikan dana, transfer, investasi, dan pinjaman.

Letak perbedaannya baru bisa dilihat dari wujudnya. Bank konvensional memiliki wujud fisik berupa kantor pusat dan cabang, sementara bank digital dapat beroperasi hanya dengan sebuah kantor pusat saja dan biasanya tidak memerlukan keberadaan kantor cabang.

Di samping itu, perbedaan lain yang dapat ditemukan biasanya dapat dilihat dari keunggulan yang ditawarkan. Contohnya seperti biaya administrasi yang lebih rendah, biaya transfer yang lebih murah atau bahkan gratis, dan suku bunga yang lebih tinggi. Tentunya dengan syarat dan ketentuan berlaku yang dikeluarkan oleh bank terkait.

 

Transformasi perbankan yang perlu didukung

 

Istilah bank digital yang tengah naik daun sebenarnya tidak mengubah bank secara kelembagaan karena bank tetaplah bank. Bank merupakan sebuah lembaga keuangan yang memberikan jasa untuk menyimpan, menyalurkan, dan memberikan pinjaman kepada masyarakat. Bank digital sendiri dapat hadir melalui dua cara menurut POJK 12/POJK.03/2021.

Pertama, dengan mendirikan bank baru sebagai bank digital. Kedua, dengan mentransformasi bank yang sudah ada menjadi bank digital seperti yang dilakukan oleh BRI Agro dengan mengubah nama menjadi Bank Raya dan secara resmi mengubah model bisnisnya menjadi bank digital.

OJK memang tidak menerbitkan surat izin khusus untuk operasional bank digital. Namun, untuk bertransformasi menjadi sebuah bank digital, bank yang sudah ada perlu memenuhi beberapa persyaratan yang berlaku, di antaranya yaitu:

  • Memiliki model bisnis dengan penggunaan teknologi yang inovatif dan aman dalam melayani kebutuhan nasabah
  • Memiliki kemampuan untuk mengelola model bisnis perbankan digital yang prudent dan berkesinambungan.
  • Memiliki manajemen risiko yang memadai.
  • Memenuhi aspek tata kelola termasuk pemenuhan direksi yang mempunyai kompetensi di bidang teknologi informasi dan kompetensi lain sesuai dengan ketentuan OJK mengenai penilaian kemampuan dan kepatutan bagi pihak utama lembaga jasa keuangan.
  • Menjalankan perlindungan terhadap keamanan data nasabah.
  • Memberikan upaya yang kontributif terhadap pengembangan ekosistem keuangan digital dan inklusi keuangan.

 

Pada akhirnya, kehadiran bank digital di tengah masyarakat Indonesia menjadi sebuah alternatif dalam mengakses sebuah layanan keuangan yang lebih mudah, cepat, dan transparan. Masyarakat hanya memerlukan smartphone dan koneksi internet untuk mengakses layanan perbankan dari genggaman mereka.

Pertumbuhan bank digital di Indonesia juga baru dimulai sehingga kita dapat melihat banyak pelaku industri yang beramai-ramai terjun mendirikan bank digital dengan berbagai cara. Mulai dari akuisisi bank kecil dan menyulapnya menjadi sebuah bank digital sampai mendirikan entitas baru. Hal tersebut tidak lepas dari luasnya ruang gerak yang masih bisa dieksplorasi lagi.

Namun, di sisi lain, bank digital juga punya pekerjaan rumah besar yang perlu diselesaikan dengan baik yaitu keamanan. Ancaman serangan siber di era teknologi seperti saat ini tidak bisa dipandang sebelah mata.

Meski demikian, kita juga tidak dapat memungkiri bahwa segala keunggulan yang ditawarkan oleh bank digital, tentu masih membutuhkan dukungan untuk mentransformasi layanan perbankan. Kehadirannya memiliki potensi untuk membuat perbankan Indonesia menjadi lebih efisien, adaptif terhadap perkembangan teknologi, memberikan kontribusi yang lebih baik untuk perekonomian nasional, dan memberi manfaat yang lebih luas untuk masyarakat Indonesia.