Bertransaksi Saat Mudik Lebaran Tetap Nyaman dengan ATM Link

Bertransaksi Saat Mudik Lebaran Tetap Nyaman dengan ATM Link

Mudik lebaran sudah menjadi tradisi tahunan di Indonesia dan selalu diikuti dengan peningkatan pengeluaran masyarakat, baik untuk membiayai perjalanan itu sendiri atau membeli bingkisan untuk kerabat. Dengan dikeluarkannya arahan aturan mudik tahun 2022 oleh pemerintah, maka kegiatan mudik dapat berjalan kembali setelah sempat terhenti karena pandemi. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga switching nasional, Jalin siap mendukung kenyamanan masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik dengan memberikan kemudahan bertransaksi melalui ATM Link.

Di samping itu, masyarakat juga diperbolehkan untuk melakukan perjalanan mudik lebaran dengan syarat sudah mendapatkan dua kali vaksin dan satu kali booster, serta tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Namun, pejabat dan pegawai pemerintahan dilarang untuk melakukan buka puasa bersama dan menyelenggarakan acara open house.

Menindaklanjuti pengumuman dari Presiden Jokowi, pihak Kemenhub segera mengeluarkan Press Statement yang mendukung kebijakan mudik lebaran 2022. Beberapa poin yang dibahas di antaranya:

  • Masyarakat diperbolehkan mudik dengan syarat sudah dua kali vaksin dan satu kali vaksin booster dengan tetap mengikuti prokes yang ketat.
  • Kemenhub akan segera berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19, Kementerian, dan Lembaga, serta unsur terkait lainnya sebagai tindak lanjut dari kebijakan mudik 2022.
  • Kemenhub akan menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang petunjuk pelaksanaan teknis di lapangan, baik untuk perjalanan luar negeri maupun dalam negeri.
  • SE Kemenhub dibutuhkan sebagai rujukan untuk menjamin pelaksanaan perjalanan luar negeri maupun dalam negeri dapat berjalan dengan lancar dan aman dari Covid-19.
  • Teknis pelaksanaan di lapangan akan didiskusikan dengan para stakeholders termasuk pihak POLRI, diantaranya terkait mekanisme pengawasan terhadap ketentuan syarat perjalanan dan penerapan protokol kesehatan di lapangan.

 

Tetap Nyaman Bertransaksi Saat Perjalanan Mudik dengan ATM Link

Mudik sudah menjadi tradisi di Indonesia untuk jangka waktu yang lama. Biasanya, tradisi tahunan ini akan diikuti dengan bertambahnya pengeluaran para pelaku perjalanan mudik. Mereka akan menggunakan dana yang dimiliki untuk membiayai perjalanannya, seperti membeli bahan bakar kendaraan, tiket transportasi, membeli camilan, membeli bingkisan untuk kerabat, sampai mengambil uang untuk diberikan kepada keponakan atau anggota keluarga lainnya sebagai tunjangan hari raya.

Dalam rangka mengantisipasi lonjakan transaksi, para pelaku industri keuangan harus dapat mempersiapkan diri sebaik mungkin dengan mengambil langkah-langkah strategis yang tepat. Jalin, sebagai lembaga switching nasional, juga akan mengambil berbagai langkah strategis untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik melalui produk dan layanannya. Salah satu layanan Jalin yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bertransaksi dengan nyaman ketika dalam perjalanan mudik adalah ATM Link.

ATM Link adalah jaringan ATM milik Himbara (Mandiri, BRI, BNI, dan BTN) yang memfasilitasi para nasabah pemegang kartu debit ATM dari Himbara untuk melakukan berbagai transaksi keuangan seperti Cek Saldo, Tarik Tunai, Transfer, dan Pembayaran Tagihan. Jaringan ATM Link yang dikelola oleh Jalin sudah ada lebih dari 38.000 unit ATM dan tersebar di seluruh Indonesia.

Melalui ATM Link, masyarakat yang sedang dalam perjalanan mudik bisa melakukan penarikan tunai dan mengecek saldo rekening tanpa dikenakan biaya, atau mentransfer uang antar Himbara dengan biaya yang terjangkau.

Agar perjalanan mudik menjadi lebih nyaman, masyarakat juga tidak boleh lupa untuk mempersiapkan beberapa hal. Misalnya, mempersiapkan kesehatan fisiknya, membuat anggaran perjalanan, mengecek kesehatan kendaraan bagi yang mudik dengan kendaraan pribadi, dan memesan tiket minimal dua minggu sebelum keberangkatan agar tidak terkena biaya yang lebih mahal.

Di samping itu, perlu diingat juga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku sebagai upaya meminimalisir penyebaran virus Covid-19 yang masih berlangsung. Bagi yang belum divaksin atau belum menerima vaksin dengan lengkap, Anda bisa mengecek aplikasi Peduli Lindungi untuk mendapatkan informasi jadwal dan lokasi vaksinasi terdekat.

BTN dan Jalin Perluas Rencana Bisnis Pengembangan Virtual ATM

BTN dan Jalin Perluas Rencana Bisnis Pengembangan Virtual ATM

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) dan PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) melakukan Kick Off Ceremony Roll Out Virtual ATM sebagai bagian dari milestone untuk memperluas jangkauan nasabah BTN serta menghadirkan kenyamanan dalam bertransaksi melalui platform ATM. Acara ini bersamaan dengan penyerahan apresiasi bagi member Jalin dalam rangkaian acara Jalin CX Summit 2022 pada Sabtu (26/03), sekaligus momentum untuk menyepakati timeline implementasi roll out yang akan dilakukan bersama kedua belah pihak.

Konsep mengenai Virtual ATM ini diperkenalkan oleh Jalin sebagai salah satu digital roadmap untuk mendukung member perbankan utamanya Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam menghadirkan pengelolaan jaringan ATM yang lebih terkoneksi secara luas, efisien, serta memberikan kenyamanan dalam bertransaksi kepada masyarakat.

Direktur Utama Jalin Boyke Yurista mengungkapkan bahwa virtual ATM sendiri bukan sebagai terminologi menggantikan peran mesin yang sudah ada, namun menekankan pada solusi penggunaan teknologi ATM yang memungkinkan Bank melayani nasabah dengan tetap mempertahankan user experience walaupun sedang berada di platform ATM Bank yang berbeda. “Teknologi virtualisasi menu ATM ini juga tetap memberikan kesempatan berkompetisi yang sehat diantara member dengan memperkaya fitur melalui sharing platform di mesin-mesin ATM serta secara bertahap akan diimplementasikan di mesin CDM dan CRM” ujar Boyke.

Menilik data dari Bank Indonesia (BI), hingga bulan Februari 2022 peredaran uang kartal mencatatkan nilai mencapai Rp 796,1 triliun. Nilai tersebut dikontribusikan atas aktivitas kebutuhan uang kartal masyarakat ketika momentum long weekend pada akhir bulan tersebut. Adanya kebutuhan masyarakat untuk menggunakan uang kartal yang masih bertumbuh secara positif, menjadikan layanan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) masih perlu dikembangkan lebih jauh. “Kebutuhan masyarakat saat ini terhadap penggunaan uang kartal masih tinggi di mana hal ini menjadi acuan kami untuk mengembangkan sistem dan layanan ATM BTN yang akan menerapkan teknologi terbaru dan standar keamanan terkini nantinya, sehingga mengakomodir kebutuhan masyarakat yang ingin bertransaksi baik secara tunai dan non tunai” ungkap Boyke.

Hal senada diungkapkan oleh Direktur IT dan Digital Bank BTN Andi Nirwoto. Dengan personalisasi tampilan sesuai standar Bank BTN akan membuat nasabah perseroan semakin mudah menggunakan ATM yang dikelola oleh Jalin. “Kami memastikan tampilan layar yang familiar dan ringkas sehingga nasabah dapat dengan mudah menggunakan ATM yang dikelola oleh Jalin,” jelas Andi.

Adanya kolaborasi ini, lanjut Andi, juga sejalan dengan upaya perseroan mengembangkan layanan dalam ekosistem digital Bank BTN. Hingga kini, Bank BTN tercatat telah memiliki layanan mobile banking, internet banking, www.btnproperti.co.id, www.rumahmurahbtn.co.id, hingga aplikasi smart residence.

BTN merupakan member pengguna pertama dari modul Virtual ATM yang ditawarkan oleh Jalin kepada seluruh member. Layanan pengelolaan end-to-end yang diberikan oleh Jalin tentunya akan memberikan nilai efisiensi proses agar member dapat fokus mengembangkan layanan di sektor bisnis lain yang berdampak pada kemudahan transaksi kepada nasabah. “Kick Off ini diharapkan menjadi penanda serta komitmen bagi kedua belah pihak dalam rangka mewujudkan langkah besar kami untuk menjadikan Jalin sebagai The National Digital Highway yang menghubungkan masyarakat luas dengan ekosistem finansial maupun non finansial” tutup Boyke.

Jalin Gelar CX Summit 2022

Jalin Gelar CX Summit 2022

Jakarta – PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) menggelar “Jalin CX Summit 2022” yang diadakan secara hybrid di Emeralda Golf Club, Depok, Jawa Barat pada Sabtu (26/02). Paralel dengan kegiatan Fun Golf, acara ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh member Jalin yang sudah berkolaborasi dan saling bersinergi sehingga dapat melewati tahun 2021 dengan baik.

 Direktur Utama Jalin, Boyke Yurista menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya bagi seluruh member yang tergabung. Boyke mengajak seluruh member untuk saling memaksimalkan potensi serta mengembangkan kesinambungan kerja sama yang saling menguntungkan. “Mewakili seluruh manajemen, saya mengucapkan terima kasih atas sinergi yang baik selama ini dan tidak lupa kerja sama yang sudah terbangun bisa ditingkatkan lagi agar saling memberi manfaat bagi Jalin dan seluruh member sekalian” ujar Boyke.

Jalin CX Summit merupakan gelaran event pertama yang diadakan perusahaan untuk memberikan apresiasi kepada seluruh member dan dikemas dalam bentuk pemberian penghargaan. Adapun daftar penerima penghargaan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. The Best Partner of The Year (Bank Mandiri)
  2. The Most Active Issuer ATM Business (BRI)
  3. The Most Active Acquirer ATM Business (BNI)
  4. The Most Excellence Sharia Bank (BSI)
  5. The Most Responsive Bank (BCA)
  6. The Most Supportive Bank (BTN)
  7. The Most Cooperative Bank (BPD Lampung)
  8. The Most Excellence Growth BPD (BPD Sumut)
  9. The Most Loyal Bank (Bank Ganesha)
  10. The Most Active QRIS (Bimasakti)

Dalam kesempatan yang sama, Jalin juga menggelar webinar bertajuk “E-Commerce and Its Challenges in the Digital Age”. Tema ini diambil untuk mendukung rencana perusahaan menjadi enabler digital payment dalam membangun digitalisasi sistem pembayaran di Indonesia, khususnya transaksi e-commerce serta perluasan penerimaan kartu debet Gerbang Pembayaran Nusantara (GPN) sebagai alat pembayaran online. Hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut yakni Bima Laga selaku Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dan Joni Haryono selaku General Manager PT Infinitium Solutions (PTIS).

Pertumbuhan nilai transaksi e-commerce pada tahun 2021 tercatat hingga Rp401 Triliun dan potensi masyarakat yang sudah menggunakan internet namun belum sepenuhnya melek digital adalah sebesar 20% dari nilai total penduduk Indonesia. “Pertumbuhan penggunaan e-commerce ditunjang 2 hal utama yakni logistik dan sistem pembayaran digital, oleh sebab itu penting bagi kita untuk mulai mendukung pertumbuhan UMKM karena mayoritas UMKM di Indonesia berada di sektor mikro agar secepatnya bisa beralih ke ekosistem digital” ujar Bima Laga.

Joni Haryono menambahkan bahwa untuk mendukung masyarakat agar beralih kepada transaksi pembayaran digital diperlukan sistem yang aman dan memberikan kemudahan bagi penggunanya. Salah satu sistem untuk menjamin hal tersebut adalah penggunaan 3 Domain Secure atau 3DS. “Melalui penggunaan 3D Secure yang diimplementasikan oleh Jalin kepada seluruh membernya, Jalin akan hadir sebagai directory server yang menghubungkan antara payment gateway dengan member bank. Hal ini diharapkan akan memberikan keamanan bagi masyarakat secara luas ketika melakukan transaksi kartu debit GPN di e-commerce” imbuh Joni.

Momen yang baik ini sekaligus memberikan gambaran serta memperluas penerimaan kartu debit GPN yang sebelumnya hanya bisa dilakukan di merchant offline menjadi dapat digunakan di merchant online. “Hal tersebut dapat digunakan member untuk menjawab pertanyaan dari masyarakat secara luas tentang bagaimana memaksimalkan penggunaan kartu debit GPN di merchant online saat bertransaksi di E-Commerce. Fitur tersebut sejalan dengan peran Jalin untuk memberikan kenyaman di setiap transaksi keuangan guna mendukung visi besar menjadi The National Digital Highway” tutup Boyke.

 

Impostor Syndrome, Kondisi yang Bisa Menghambat Karir Anda

Impostor Syndrome, Kondisi yang Bisa Menghambat Karir Anda

Pernahkah Anda merasa bahwa kesuksesan yang Anda capai saat ini hanyalah sebuah keberuntungan? Atau mungkin Anda merasa tidak layak untuk mendapatkan posisi tertentu? Beberapa dari Anda mungkin pernah merasa tidak sehebat dan secemerlang apa yang orang lain pikirkan. Kondisi dimana seseorang meragukan kemampuan diri sendiri dan menganggap tidak pantas mendapatkan pencapaian yang telah diraih karena merasa semua hanyalah keberuntungan dikenal sebagai Impostor Syndrome.

Jika Anda pernah merasakan kondisi di atas, Anda tidak sendiri. Natalie Portman, seorang aktris hebat lulusan Harvard pun pernah mengalami kondisi tersebut. Dalam pidatonya di Harvard Commencement Speech, Portman menyebutkan bahwa hari itu sama seperti saat dirinya pertama kali datang ke Harvard sebagai mahasiswa baru di tahun 1999. Ia merasa tidak cukup pintar untuk berada disana dan memiliki beban untuk membuktikan bahwa dirinya bukan hanya seorang aktris yang bodoh.

Menurut artikel yang dipublikasikan dalam International Journal of Behavioral Science, sebanyak 70% penduduk US mengalami kondisi yang sering disebut sebagai Impostor Syndrome pada titik tertentu dalam hidupnya. Dalam artikel lain menyebutkan, sekitar 25% – 30% orang yang berprestasi tinggi mengalami impostor syndrome. Di Indonesia sendiri, data pengidap impostor syndrome masih sulit didapatkan karena kurangnya pemahaman mengenai kondisi ini.

 

Impostor Syndrome di Lingkungan Kerja

Terminologi impostor syndrome pertama kali digunakan oleh psikolog Pauline Rose Clance and Suzanne Imes pada tahun 1978. Tidak ada penyebab pasti impostor syndrome, namun terdapat beberapa faktor yang dapat memicu impostor syndrome di lingkungan kerja, yaitu:

  1. Tantangan atau kesempatan baru

Pekerjaan baru, peran dan tanggung jawab baru, ataupun kenaikan jabatan bisa memicu impostor syndrome. Biasanya hal ini terjadi ketika kita dihadapkan dengan ekspektasi tinggi dan menimbulkan perasaan takut tidak dapat memenuhi ekspektasi tersebut.

  1. Diskriminasi

Diskriminasi di lingkungan kerja menimbulkan kompetisi yang tidak sehat dan perasaan harus senantiasa menjadi lebih baik lagi. Diskriminasi juga memunculkan kebutuhan untuk membuktikan kemampuan seseorang lebih baik daripada yang lainnya.

  1. Labeling

Mendapatkan julukan sebagai high performers atau top achiever di lingkungan kerja mengakibatkan seseorang memiliki standar kinerja yang terlalu tinggi. Hal ini akan memunculkan perasaan bahwa dirinya tidak diizinkan untuk melakukan kesalahan atau kebodohan.

 

Bagaimana Impostor Syndrome dapat Memengaruhi Karir Anda?

Mereka yang mengalami impostor syndrome seringkali terjebak di dalam impostor cycle. Siklus ini berawal dari pemikiran bahwa setiap pekerjaan harus diselesaikan dengan sempurna tanpa adanya bantuan dari orang lain. Pemikiran perfeksionisme dan kecemasan terhadap hasil yang buruk tersebut menimbulkan respon seperti menunda pekerjaan yang seharusnya dikerjakan.  Respon lain yang mungkin terjadi adalah terlalu mempersiapkan dan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyelesaikan tugas tertentu.

Ketika tidak dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan, mereka akan merasa kewalahan, kecewa, dan memandang hal tersebut sebagai kegagalan besar. Sementara, jika tujuan yang ditetapkan berhasil, mereka akan menghubungkan kesuksesan yang diraih dengan keberuntungan daripada hasil kerja keras dan kemampuan yang dimiliki. Siklus yang muncul tersebut bahkan dapat menyebabkan mereka menghindari menerima pujian dan umpan balik yang positif atas pencapaian yang dimiliki.

Impostor syndrome dapat menyebabkan dampak negatif pada karir karena seseorang lebih banyak menghabiskan waktu untuk membuktikan kompetensi yang dimiliki. Hal tersebut tentu melelahkan dan kontraproduktif. Dampak negatif yang mungkin terjadi adalah kehilangan peluang karir karena terus menerus merasa tidak layak, meskipun memiliki kompetensi yang cukup.

 

Cara Mengatasi Impostor Syndrome

Beberapa hal dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negatif impostor syndrome, antara lain:

  1. Sadari tidak ada yang sempurna

Mulai belajar untuk tidak terlalu terpaku pada hasil yang harus sempurna dan sebaliknya sadarilah bahwa semua orang tidak perlu menjadi sempurna. Hal ini bukan berarti menurunkan kualitas, namun berfokus untuk terus melakukan hal kecil secara bertahap dengan baik. Beri penghargaan kepada diri sendiri karena tidak menyerah kepada tujuan yang telah ditetapkan.

  1. Kenali diri, akui kekuatan dan kemampuan diri

Setiap kali muncul keraguan terhadap kesuksesan yang telah diraih, berikan waktu kepada diri sendiri untuk menuliskan kemampuan yang dimiliki serta perjuangan yang telah dilakukan. Dengan mengenali hal tersebut, kita mampu mengubah sudut pandang kita bahwa kesuksesan yang dimiliki merupakan hasil kerja keras yang telah diupayakan dan bukan hanya keberuntungan semata.

  1. Fokus terhadap apa yang bisa dipelajari daripada hasil/kinerja

Impostor syndrome cenderung menimbulkan perasaan kesalahan yang dibuat adalah kegagalan. Cara menghadapinya adalah dengan mengembangkan pola pikir positif yang dapat membantu Anda mengurangi kecemasan terhadap hasil. Anggap kesalahan sebagai proses pembelajaran yang akan menambah pengalaman dan kemampuan Anda di masa depan.

Mengatasi impostor syndrome bukan hal yang mudah, namun bukan berarti tidak mungkin. Jika suatu hari saat bekerja Anda mendapat tantangan baru di luar zona nyaman, sadarilah ada banyak orang yang mengalami hal serupa dan bahwa hal ini dapat diatasi. Berhenti berfokus pada kemungkinan gagal dan anggap hal tersebut sebagai kesempatan belajar yang dapat memberikan Anda skill baru yang tidak dimiliki oleh orang lain. Selamat bertumbuh!

 

Content Contributor:
Wahyu Murcahyati

Head of Financial Analysis & Treasury

Tips Meningkatkan Penjualan Online Saat Ramadan

Tips Meningkatkan Penjualan Online Saat Ramadan

Ramadan merupakan salah satu bulan yang paling dinantikan kedatangannya oleh masyarakat Indonesia. Bukan hanya umat muslim saja, tetapi juga para pemilik usaha yang ingin memaksimalkan momentum perayaan Ramadan untuk meningkatkan penjualan produk atau jasanya. Sebab, setiap bulan Ramadan tiba, pengeluaran umat muslim juga ikut bertambah.

Tahun 2022 adalah tahun ketiga masyarakat Indonesia menyambut Ramadan di tengah pandemi Covid-19. Meskipun begitu, banyak pihak yang memprediksi bahwa minat orang Indonesia berbelanja online pada Ramadan tahun ini akan meningkat lebih banyak bila dibandingkan tahun sebelumnya. Pergeseran perilaku belanja tersebut tidak lepas cara hidup yang berubah karena pemberlakukan pembatasan kegiatan sosial yang menjadi salah satu upaya pemerintah mencegah penyebaran Covid-19 di tanah air.

Sebuah survei yang dilakukan The Trade Desk dan YouGov menemukan bahwa dua dari tiga (68 persen responden survei) orang Indonesia berencana untuk berbelanja lebih banyak secara online. InMobi, perusahaan teknologi periklanan seluler multinasional, juga mengemukakan temuan yang senada. Dalam survei Getting Ramadan Rush Ready with Mobile, mereka mengungkapkan bahwa ada peningkatan yang signifikan di masyarakat Indonesia untuk menghabiskan Rp2 juta sampai Rp3 juta pada bulan Ramadan tahun ini.

Dari survei yang sama, disebutkan juga bahwa kategori produk yang paling dicari pada Ramadan tahun ini adalah Makanan, Pakaian, Bingkisan, Perlengkapan Rumah, dan Perawatan Pribadi. Sedangkan tujuan belanjanya yaitu untuk diri sendiri, anggota keluarga, teman, rekan bisnis, dan asisten rumah tangga.

 

Tips Meningkatkan Penjualan Online di Bulan Suci Ramadan

Dengan serangkaian perubahan yang terjadi di bulan Ramadan tahun ini, pemilik usaha harus dapat memahami ekspektasi masyarakat Indonesia yang ingin berbelanja online. Oleh karena itu, ada beberapa penyesuaian yang harus dilakukan oleh pemilik usaha agar dapat mengoptimalkan penjualan online dari produk atau jasanya di bulan Ramadan ini.

Berikut ini beberapa tips meningkatkan penjualan online yang bisa dipraktikan saat Ramadan:

 

Riset pasar

Sebelum bulan Ramadan tiba, para pemilik usaha harus melakukan riset pasar. Tujuannya, untuk mengetahui perubahan perilaku pasar di bulan Ramadan, mengetahui produk yang mungkin akan dicari, demografi pembeli, sampai jam terbaik untuk promosi.

Riset kecil ini tidak perlu mengeluarkan biaya besar. Jika tersedia, pemilik usaha bisa memanfaatkan data penjualan tahun sebelumnya untuk dipelajari. Di samping itu pemilik usaha juga bisa mencari data relevan dari lembaga yang selalu mengeluarkan data risetnya menjelang Ramadan tiba.

 

Menyusun strategi pemasaran

Setelah mendapatkan data yang dibutuhkan, pemilik usaha dapat menyusun strategi kampanye pemasaran sesuai dengan target audiens yang dibidik. Setiap kelompok usia biasanya memiliki preferensi belanja yang berbeda-beda. Tahun ini, 58% responden dari Gen Z di Indonesia dalam laporan survei InMobi disebutkan cenderung berbelanja pada awal Ramadan, dan sangat mengutamakan pengiriman gratis saat berbelanja online dari kebanyakan orang Indonesia.

Namun, perlu diingat juga bahwa pandemi Covid-19 masih ada. Jadi, selain memberikan diskon atau menggabungkan pengiriman gratis, pemilik usaha juga bisa mengemas kampanye pemasaran yang lebih personal untuk menciptakan pengalaman pribadi yang unik kepada konsumen. Misalnya, jika pemilik usaha memiliki produk makanan, dia bisa membuat sebuah video lucu, nyeleneh, atau menyentuh yang disesuaikan kembali dengan kebutuhan target audiensnya.

 

Berkreasi dengan materi promosi

Di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, sudah menjadi rahasia umum bahwa konsumen menempatkan ponsel sebagai pusat perhatian utama. Oleh karena itu, pemilik usaha harus dapat membuat materi promosi dengan fokus untuk tampil di ponsel konsumen. Agar materi promosi tersebut dapat menarik perhatian konsumen, ada tiga kriteria yang harus dapat terpenuhi.

  1. Menggoda: Materi promosi harus dapat membangkitkan rasa ingin tahu pengguna.
  2. Menjangkau lebih luas: Materi promosi harus dapat membantu konsumen memahami apa yang tersedia bagi mereka dan memicu aksi untuk membagikan materi ke pasar yang lebih luas.
  3. Penargetan ulang: Materi promosi dapat merangkul kekuatan penceritaan untuk mendorong calon konsumen ke saluran pemasaran yang lebih dalam dan memicu konversi.

Membuat bingkisan atau kemasan khusus Ramadan

Selain promo, tidak sedikit juga masyarakat yang menyukai produk limited edition. Oleh karena itu, menghadirkan produk dengan kemasan unik dan khusus untuk bulan Ramadan bisa menjadi ide yang patut dicoba. Dengan membuat bingkisan atau kemasan spesial, konsumen bisa merasakan kepuasan tersendiri ketika mereka berhasil mendapatkan produk spesial yang dijual terbatas tersebut.

Pemilik usaha juga tidak perlu sampai memproduksi produk baru karena bisa juga dengan melakukan repackaging dengan desain kemasan unik. Hal yang perlu diperhatikan adalah relevansi produk. Pemilik usaha harus bisa memastikan bahwa produk yang akan dikemas dengan kemasan spesial berkaitan dengan momen Ramadan, seperti menu makanan dengan saus kurma atau baju muslim dengan model terbatas.

Bulan Ramadan Adalah Bulan yang Tepat untuk Memenangkan Hati Konsumen

Ramadan adalah bulan yang penuh berkah. Bukan hanya berkah berupa pahala bagi umat muslim yang beribadah, tetapi juga berkah kepada para pengusaha. Sudah menjadi rahasia umum ketika bulan suci Ramadan tiba, minat umat muslim di Indonesia untuk berbelanja juga akan meningkat. Oleh karena itu, Ramadan bisa menjadi salah satu bulan yang paling tepat untuk memenangkan hati konsumen dan meningkatkan penjualan bisnis.

Namun, para pemilik usaha juga perlu mengingat bahwa Ramadan tahun ini berbeda dengan Ramadan lima atau sepuluh tahun lalu, ketika Covid-19 belum ada dan teknologi internet belum semaju sekarang. Sehingga ada beberapa penyesuaian yang tidak boleh dilewatkan. Misalnya, materi kampanye promosi yang dibuat dan disebarkan tidak boleh melupakan empati terhadap orang-orang yang terkena dampak pandemi.

Di sisi lain, teknologi yang sudah maju harus dapat dimanfaatkan dengan maksimal untuk memberikan pengalaman yang unik kepada pelanggan. Ketika konvergensi antara produk yang ditawarkan, konten pemasaran, dan di ponsel cerdas konsumen bertemu, itu bisa menciptakan pengalaman yang menyenangkan, menginspirasi, dan memberdayakan pengguna. Sehingga, itu semua akan membuat perbedaan di Ramadan tahun ini dan pada akhirnya membantu bisnis untuk terus tumbuh.

Debit Online, Metode Pembayaran Alternatif Belanja Online

Debit Online, Metode Pembayaran Alternatif Belanja Online

Debit online merupakan salah satu metode pembayaran online favorit yang digunakan oleh masyarakat Indonesia. Hal tersebut terungkap dalam hasil survei Katadata Insight Center dan Kredivo pada 2021 silam. Menurut survei, ada 11 persen dari 3.560 responden yang memilih debit online sebagai preferensi metode pembayaran online mereka. Sementara sisanya memilih dompet digital (65%), virtual account (51%), pembayaran melalui minimarket (39%), cicilan tanpa kartu atau paylater (27%), dan kartu kredit (6%).

 

Apa itu Debit Online?

Debit online adalah inovasi layanan perbankan yang dapat memfasilitasi nasabah dalam menyelesaikan transaksi menggunakan kartu debit di merchant online atau e-commerce yang dilengkapi keamanan OTP atau 3DS (3D Secure). Sumber dana yang digunakan untuk bertransaksi dapat berasal dari rekening tabungan nasabah atau saldo kartu debit online yang sudah di top-up.

Menurut artikel Kompas, fasilitas ini pertama kali diperkenalkan di Indonesia oleh Bank Mandiri pada tahun 2013 melalui layanan Kartu Mandiri Debit. Kartu tersebut adalah kartu debit visa pertama di Indonesia yang tersertifikasi oleh Visa (VbV – 3DS) untuk dipergunakan berbelanja online di toko online yang sudah Verified by Visa. Sertifikasi tersebut berfungsi dalam memastikan keamanan transaksi dan melindungi pengguna dari cyber fraud.

 

Manfaat dan Kekurangan Debit Online

Kehadiran debit online dapat menjadi alternatif metode pembayaran online bagi nasabah yang tidak suka ‘berhutang’ pada bank karena sumber dana yang digunakan adalah dana milik nasabah. Di samping itu, nasabah juga bisa merasakan beberapa manfaat lain dari layanan debit online ini. Berikut penjelasan singkatnya:

 

Manfaat debit online:

  • Kemudahan berbelanja online: Nasabah yang memiliki fasilitas debit online mendapatkan kemudahan untuk berbelanja online di berbagai platform yang sudah mendukung sistem keamanan 3DS, baik di dalam maupun luar negeri.
  • Praktis: Nasabah dapat menyelesaikan transaksi belanja online tanpa perlu berpindah dari aplikasi e-commerce ke aplikasi mobile banking.
  • Tidak ada bunga atau denda: Berbeda dengan kartu kredit, debit online dapat digunakan berbelanja tanpa harus khawatir dikenakan bunga dan denda karena dana yang digunakan berasal dari rekening tabungan nasabah pemilik kartu debit.
  • Bertransaksi dalam jumlah besar: Pengguna debit online bisa bertransaksi dalam jumlah yang lebih besar dari limit kartu kredit selama nominal transaksi tersebut tidak melebihi saldo di dalam rekening tabungan miliknya.
  • Bebas hutang: Nasabah yang menggunakan debit online tidak tercatat sebagai pihak yang memiliki utang layaknya nasabah pengguna kartu kredit karena dana yang dipakai adalah dana dalam rekening tabungan nasabah.

Selain memperhatikan manfaatnya, nasabah juga perlu mempertimbangkan kekurangan dari debit online agar dapat memilih dan menggunakan metode pembayaran yang paling sesuai dengan kebutuhannya. Berikut penjelasan singkatnya.

 

Kekurangan debit online

  • Tidak ada cicilan bulanan: Pada umumnya, debit online tidak mendukung fasilitas pembayaran cicilan sehingga nasabah harus melunasi tagihan belanja online secara penuh dengan dana di dari rekening tabungannya.

Pilihan Ada di Tangan Nasabah

Masyarakat Indonesia saat ini punya banyak pilihan metode pembayaran digital. Masing-masing metode pembayaran tersebut memiliki kekurangan dan kelebihannya sendiri.

Misalnya, ada dompet digital yang bisa dipakai nasabah untuk berbelanja online tanpa harus memiliki rekening bank. Namun, kebanyakan dari layanan ini penggunaannya terbatas untuk dalam negeri saja.

Metode pembayaran melalui minimarket atau gerai ritel juga menjadi pilihan yang cukup menjanjikan di Indonesia. Akan tetapi, metode tersebut juga terbatas untuk dalam negeri, harus menghitung uang tunai, dan nasabah perlu pergi ke minimarket terdekat hanya untuk melakukan transaksi sederhana.

Oleh karena itu, kehadiran debit online sebenarnya bisa menjadi jalan tengah bagi masyarakat Indonesia. Layanan ini dapat memfasilitasi masyarakat Indonesia untuk melakukan transaksi belanja online dengan lebih mudah, dan tidak perlu khawatir dengan tagihan di akhir bulan seperti ketika memakai kartu kredit.

Namun, perlu diingat juga bahwa kebutuhan dan tingkat literasi keuangan setiap individu itu berbeda-beda. Sehingga, metode pembayaran favorit antara satu individu dengan individu lainnya belum tentu sama karena pilihannya masing-masing setelah mempertimbangkan berbagai aspek finansialnya sendiri.