Alat pembayaran terus berkembang dari alat pembayaran tunai (cash) ke alat pembayaran non tunai (non-cash). Pada satu dekade terakhir, telah terjadi gelombang digitalisasi dan penetrasi ke kehidupan masyarakat yang mengubah secara drastis perilaku masyarakat. Saat ini, tren pembayaran online atau e-Payment di Indonesia sudah berkembang dengan sangat cepat. Tren ini diawali oleh inisiatif Pemerintah dan Bank Indonesia yang sejak 2013 lalu menggalakkan kampanye cashless society yang dikenal sebagai Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).

Digitalisasi sistem pembayaran semakin teramplifikasi melalui perkembangan ekspansi instrumen uang elektronik berbasis server (server-based) yang hadir dalam aplikasi pada dawai. Bank Indonesia mencatat pasar uang elektronik saat ini sudah dikuasai oleh Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) non Bank, kendati demikian operasional uang elektronik PJSP non Bank tersebut tidak terlepas dari peran Bank baik dalam proses isi ulang saldo, penempatan dana mengendap, hingga setelmen.

Berdasarkan data Bank Indonesia, pada bulan Januari 2021 masih terdapat pertumbuhan positif peredaran uang kartal dan giral sebesar 18,7% (YoY). Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai masih terbilang tinggi dan artinya peran mesin ATM sejatinya saat ini masih sangat dibutuhkan baik untuk penyediaan uang kartal maupun transaksi elektronik bagi masyarakat yang belum familiar dengan aplikasi pada dawai.

Layanan dompet digital seperti LinkAja maupun layanan transaksi berbasis ATM dari perbankan seperti ATM Link adalah contoh produk dengan berbagai fitur pendukung yang menunjang transaksi pembayaran masyarakat. Meski mempunyai bentuk dan beberapa fungsi yang berbeda, kedua produk tersebut saling melengkapi fasilitas sistem pembayaran di Indonesia serta masing-masing berkontribusi terhadap kemajuan perekonomian nasional melalui inklusi alat pembayaran.

 

ATM Link

ATM Link merupakan layanan transaksi berbasis ATM persembahan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yaitu Bank BTN, BNI, Bank Mandiri dan BANK BRI yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi cash withdrawal (penarikan tunai), balance inquiry (cek saldo), transfer antar bank, pembayaran tagihan, pembelian pulsa, isi ulang/ top up uang elektronik maupun transaksi perbankan lainnya. Saat ini sudah terdapat lebih dari 53.000 ATM Link yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan menjangkau hingga pelosok terpencil di tanah air.

 

LinkAja

Sebelumnya bernama TCASH yang kemudian bertransformasi melalui integrasi 4 bank Himbara dalam layanan uang elektronik berbasis server dan per tanggal 21 Februari 2019 menjadi LinkAja, yaitu merupakan dompet virtual berbasis aplikasi handphone yang menyimpan saldo yang digunakan untuk membayar berbagai transaksi elektronik seperti pembelian pulsa/ data, pembayaran merchant, dan lainnya. Karena berkembangnya keuangan Syariah, kini LinkAja juga memiliki layanan LinkAja Syariah. Pengguna layanan (user) dapat melakukan pengisian saldo LinkAja melalui rekening Bank (ATM Himbara, ATM BCA, Mobile Banking, Internet Banking, SMS Banking, Mini ATM, Virtual Account, GraPARI, dan toko ritel yang sudah bekerjasama).

 

 

Referensi:

https://www.bankmandiri.co.id/faq-atm-link

https://www.linkaja.id/

https://midtrans.com/id/blog/tren-perkembangan-online-payment-di-indonesia

https://keuangan.kontan.co.id/news/transaksi-uang-digital-meningkat-terus-pendapatan-non-bunga-bank-tergerus?page=all

https://www.bi.go.id/id/fungsi-utama/sistem-pembayaran/default.aspx

https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_234721.aspx