Pada 2021, Bank Indonesia telah mengeluarkan surat edaran terkait pergantian kartu ATM berbasis strip magnetik menjadi kartu ATM berbasis chip. Hal ini tertuang dalam Surat Edaran BI No.17/52/DKSP tentang Penerapan Standar Nasional Teknologi Chip dan Penggunaan Personal Identification Number Online 6 (Enam) Digit untuk Kartu ATM dan/atau Kartu Debet yang Diterbitkan di Indonesia. Menindaklanjuti edaran tersebut, bank-bank di Indonesia pun berlomba-lomba mengajak para nasabahnya untuk mengganti kartu ATM berbasis magnetic stripes menjadi kartu ATM berbasis chip.

 

Konversi kartu magnetic stripe menjadi chip adalah penggantian kartu debit berbasis magnetic stripe menjadi chip sesuai dengan Arahan Bank Indonesia dan untuk meningkatkan keamanan nasabah dalam bertransaksi .

 

Perlu adanya penggantian kartu menjadi kartu debit chip antara lain adalah untuk meningkatkan keamanan transaksi kartu debit baik dari sisi nasabah, toko/pedagang, maupun bank sebagai penyedia jasa. Kartu berbasis chip relatif lebih aman dibandingkan transaksi menggunakan kartu berbasis magnetic stripe karena mengurangi pencurian data nasabah dan transaksi skimming.

 

Apa yang Dimaksud dengan Kartu Chip?

 

Kartu chip merupakan kartu pembayaran yang di dalamnya terdapat microchip. Microchip dengan keunggulan computerized chip membuat kartu debit memiliki tingkat keamanan tambahan.

 

Kartu chip digunakan bersamaan dengan kode unik (PIN) dapat membuat chip di kartuĀ  ATM menjadi lebih aman karena mampu mencegah kartu untuk dipalsukan. Selain itu, kartu debit dengan chip jika digunakan untuk transaksi perbankan juga tidak memiliki data yang dapat digunakan untuk memalsukan chip atau melakukan transaksi chip yang tidak sah dengan menggunakan data dari transaksi yang terakhir.

 

Apa Fungsi Chip di Kartu ATM?

 

Chip di kartu ATMĀ  yang menghasilkan kriptogram atau rangkaian angka yang berbeda-beda juga berperan dalam keamanan transaksi karena data sulit digandakan. kriptogram sendiri merupakan teknologi anti-fraud dan anti skimming pada rekening nasabah.

 

Penggunaan kartu debit dengan teknologi chip telah banyak digunakan karena terbukti efektif dalam mengurangi penipuan atau penyalahgunaan. Hal tersebut membuat para pemegang kartu yang berada di luar negeri perlu menggunakan PIN yang mereka buat sebelumnya untuk memverifikasi transaksi kartu chip mereka.

 

Chip di kartu ATM memiliki storage yang lebih besar. Transaksi pun menjadi lebih cepat. Chip storage yang besar membuat data yang tersimpan pada kartu debit dapat dibaca dengan lebih mudah oleh mesin ATM atau EDC.